Bioenergi di Indonesia

KONDISI KEENERGIAN

 

Pertumbuhan kebutuhan energi terus meningkat rata-rata 7% pertahun, belum diimbangi dengan suplai energi yang cukup;

Ketergantungan terhadap Energi Fosil khususnya minyak bumi masih tinggi sedangkan cadangannya semakin terbatas dan harganya sangat berfluktuasi;

Pemenuhan kebutuhan energi fosil khususnya BBM dipenuhi melalui impor yang berdampak negatif pada neraca perdagangan dan neraca pembayaran.

Pemanfaatan bioenergi sebagai energi terbarukan belum optimal sedangkan potensinya sangat besar;

Jumlah subsidi energi (BBM) nilainya terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Nilai subsidi tersebut seharusnya dapat digunakan untuk pembiayaan pembangunan lainnya seperti pembangunan infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan;

Akses masyarakat terhadap energi (modern) masih terbatas:

Hal tersebut dapat dilihat dari rasio elektrifikasi tahun 2015 sebesar 88,3 %;

Pengembangan infrastruktur energi ke daerah perdesaan/terpencil dan pulau-pulau terluar belum maksimal.

Pemanfaatan bioenergi sebagai energi terbarukan sangat berkaitan dengan isu lingkungan. Bioenergi merupakan energi bersih dimana sejak penyediaan hingga pemanfaatan mengeluarkan emisi yang sangat rendah atau bahkan tidak mengeluarkan emisi. Hal tersebut selaras dengan upaya mitigasi perubahan iklim dan komitmen nasional penurunan emisi 26% pada tahun 2020.

 

POTENSI BIOENERGI DI INDONESIA

  • Indonesia terletak di daerah tropis (tanaman tumbuh lebih cepat), subur (tanaman mempunyai produktivitas tinggi) dan budaya agraris (pertanian sudah menjadi kegiatan utama).
  • Pengembangan dan pengelolaan sumber bioenergi lebih banyak ditentukan oleh manusia, tidak tergantung seluruhnya kepada alam.
  • Dapat dikembangkan di seluruh wilayah tanah air.
  • Penyediaan sumber bioenergi relatif cepat (3 bulan sorghum manis, 4 tahun sawit, 3 bulan sapi).
  • Bioenergi dapat langsung dimanfaatkan pada sistem konversi energi/peralatan yang ada (biomass pada PLTU, BBN pada kendaraan)
  • Dapat secara langsung melibatkan masyarakat (pro growth, pro job).

 

PRODUK BIOENERGI

 

  • Sangat bervariasi mulai untuk bahan bakar, heat dan listrik.
  • Bahan bakar dapat berbentuk cair, gas dan padat; terus menyesuaikan dengan kebutuhan.
  • Jenis bahan bakar : biodiesel (substitusi solar), bioethanol (substitusi bensin), biooil (substitusi minyak diesel), limbah pertanian, biogas, briket
  • Teknologi bioenergi terus berkembang tidak hanya untuk peningkatan efisiensi/produktivitas, tetapi juga menghasilkan jenis-jenis energi final yang baru
  • Produk bioenergi terus dikembangkan, seperti pellet, DME, biomethanol, biodiesel “muda”, biobuthanol, biooil, RFD, green jet oil, green diesel, … dst

 

KEKHASAN BIOENERGI.

  • Sinar surya
  • Tenaga angin
  • Tenaga air
  • Panas bumi
  • Arus laut
  • Tenaga ombak
  • Energi termal samudra
  • Tenaga nuklir
  • Biomassa

 

Biomassa º satu-satunya sumber energi terbarukan yang dapat menghasilkan, atau mudah dikonversi menjadi, bahan bakar (cair) : Bahan-bahan bakar nabati (BBN, biofuels) !.

Ini menunjukkan bahwa :

 

Pengembangan dan pemanfaatan komersial BBN adalah keharusan dan, karenanya, tak bisa dihindari.

 

Nilai strategis bahan bakar nabati (BBN)

  • Dibuat dari sumber daya nabati (bioresources). Jauh lebih bersih (ramah lingkungan) daripada bahan bakar fosil seperti BBM.
  • Nilai strategis :
  •  Sumber daya nabati adalah satu-satunya sumber energi terbarukan yang bisa menghasilkan bahan bakar.
  •  BBN-BBN cair yang telah dikembangkan dapat dicampurkan ke dalam BBM padanannya (® tak butuh infrastruktur perniagaan baru!).
  • BBN bisa menjadi produk energi unggulan Indonesia di dalam memulihkan ketahanan energi nasional!.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *