BIOGAS DI INDONESIA

BIOGAS

 

  • Biogas adalah gas yang tidak berwarna dan tidak berbau yang dihasilkan melalui proses fermentasi bahan-bahan organik dalam kondisi tanpa kehadiran oksigen;
  • Biogas bersifat mudah terbakar, dan mempunyai kandungan gas metana sekitar 50-70%;
  • Mempunyai nilai kalor yang cukup tinggi, yaitu sekitar 6400 sampai dengan 6600 kcal/m3
  • Kandungan 1 m3 setara dengan 0,62 kg minyak tanah atau 0,46 liter LPG.

 

KOMPOSISI BIOGAS
Methana (CH4 ) 50 -70 %
Carbon dioxide (CO2  ) 30 -40 %
Hydrogen (H2 ) 5-10 %
Nitrogen (N21 ) 2 %
Water vapour (H2O) 0,3 %
Hydrogen Sulphide (H2S) sisa

 

MANFAAT BIOGAS

 

  1. Energi pengganti bahan bakar fosil. Bahan bakar untuk memasak dan penerangan. Berkurangnya penggunaan bahan bakar kayu (2 ton/ tahun/ reaktor)
  2. Hemat waktu untuk memasak, membersihkan, dan mengumpulkan kayu (2 jam/ hari/ keluarga)
  3. Pemanfaatan limbah peternakan dan manusia sehingga mengurangi pencemaran lingkungan
  4. Pengurangan emisi gas rumah kaca. Kandungan utama Biogas yakni Gas Methane (CH4) yang memiliki tingkat pencemaran 21 kali lebih kuat dibandingkan CO2 dan menyebabkan pemanasan global.
  5. Penyediaan pupuk organik
  6. Peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

POTENSI BAHAN BAKU BIOGAS DI Indonesia

  1. Limbah ternak: kotoran sapi perah, sapi pedaging, kerbau, babi, dll
  2. Limbah pertanian: jerami padi, dll
  3. Tanaman air: eceng gondok, rumput laut.
  4. Limbah industri pertanian: limbah cair tahu, limbah cair kelapa sawit, limbah padat tapioka, dll
  5. Limbah rumah tangga dan perkotaan: sampah rumah tangga, kotoran manusia, dll

 

Bioetanol

  1. Etanol merupakan senyawa kimia berupa cairan bening tidak berwarna yang memiliki formula kimia C2H5OH yang mempunyai sifat mudah terbakar dan mudah menguap.
  2. Bahan dasar yang digunakan untuk pembuatan etanol  yang berasal  bahan berpati seperti singkong, jagung, gandum, sagu dan umbi-umbian, bahan bergula seperti molase (tetes tebu), nira, bahan berselulosa seperti limbah pertanian (jerami padi, ampas tebu, janggel jagung, dan lain-lain), limbah kehutanan.
  3. Bioetanol dibuat secara fermentasi anaerobik dengan bahan baku yang mengandung unit-unit glukosa (karbohidrat).
  4. Pada beberapa negara penghasil gula tebu, etanol dibuat dari molases atau nira tebu, sedangkan di AS terutama dari jagung, Perancis dari anggur dan di banyak negara lainnya dari  ubi-ubian.
  5. Pengolahan etanol:merupakan suatu proses fermentasi dari bahan berpati atau bahan bergula atau bahan berserat yang menghasilkan etanol  95 – 96% yang disebut technical/raw spirit grade atau industrial grade atau potable grade, yang kemudian dilanjutkan dengan proses dehidrasi untuk meminimisasi kadar air yang menghasilkan anhydrous etanol, atau alkohol absolut, atau disebut juga Fuel Grade Etanol.
  6. Pada penggunaannya disebut E100 (100% Etanol), atau EXX (XX % Etanol murni dalam campurannya dengan bensin).
  7. EXX artinya campuran Etanol murni dengan bensin dengan persentase  tertentu yang dinyatakan dengan XX , yang disebut Gasohol

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll Up