Kopi Sidikalang

Kopi Sidikalang Salah Satu Kopi Terbaik Di Dunia

posted in: Natural | 0

Kopi Sidikalang adalah kopi yang berasal dari sebuah daerah kabupaten yang ibukotanya Sidikalang, maka kopi dari sana sering disebut sebagai Kopi Sidikalang. Daerah ini dikenal dengan nama Kabupaten Dairi yang letaknya di bagian barat provonsi Sumatera Utara. Kota Sidikalang berada di dataran tinggi dengan ketinggian lebih dari 1400 meter dari permukaan laut yang berjarak sekitar 152 km dari kota Medan, ibukota Provinsi Sumatera Utara.

Kopi SidikalangBerada di dataran tinggi daerah di sekitar kota Sidikalang menjadi area yang bagus buat tanaman kopi karena dengan ketinggian demikian tanaman kopi bisa menghasilkan produksi biji kopi dengan kualitas paling bagus. Kopi Sidikalang memang sejak dahulu sudah terkenal sebagai jenis kopi yang memiliki kualitas biji yang bagus dan dikenal hingga ke berbagai mancanegara. Kopi dari daerah ini terkenal dengan aroma dan memiliki rasa yang khas yang dipuji oleh pecinta kopi sebagai salah satu sumber kopi terbaik di dunia.

Bahkan di Indonesia sendiri biji kopi Sidikalang sudah sangat dikenal juga sebagai biji kopi yang terjamin kualitasnya sehingga memiliki harga yang tinggi di pasaran, bahkan kopi Sidikalang pernah dinobatkan menjadi kopi resmi Sidang umum MPR pada tahun 90’an. Tentunya dipilih menjadi kopi khusus karena kualitasnya yang tinggi dengan aroma dan rasa yang sangat nikmat.

 

Kopi Sidikalang terkenal di dunia sebagai salah satu kopi terbaik di dunia yang enak dengan aroma yang khas.

 

Pertanian kopi di daerah sekitar Sidikalang sudah termasuk berkembang sangat lama bahkan sudah puluhan tahun. Petani kopi disini menanam pohon-pohon kopi di perkebunan milik petani sudah sejak lama, bahkan sudah sejak zaman Belanda dan kopi merupakan salah satu komoditi pertanian yang menjadi andalan masyarakat di daerah ini sebagai mata pencaharian dan penopang ekonomi masyarakat di sekitar Sidikalang.

Tanaman kopi di dunia memiliki berbagai macam varietas yang jumlahnya kemungkinan berjumlah ratusan, namun kemungkinan sudah banyak yang sudah hilang karena tidak dibudidayakan. Dalam dunia pertanian kopi khususnya di Indonesia ada beberapa jenis kopi yang dibudidayakan oleh petani kopi antara lain adalah jenis Arabika, Robusta, Liberika dan Exelca dimana ketiganya memiliki varietas masing-masing yang jumlahnya lumayan banyak. Di Sidikalang umumnya yang ditanam adalah kopi Arabika yang menjadi kopi terbaiknya.

Kopi Terbaik Di Dunia

Kopi Sidikalang adalah salah salah satu yang dinobatkan menjadi biji kopi terbaik di dunia karena memiliki rasa dan aroma yang sangat khas. Biji kopi Sidikalang berasala dari tanaman kopi dengan bibit unggul yang ditanam di daerah ketinggian karena pertanian kopi di kawasan ini memiliki ketinggian antara 1300 hingga 1800 meter di atas permukaan laut. Dengan hawanya yang dingin dan tanahnya yang merupakan bagian dari sisa aktivitas gunung api Toba yang pernah meletus sangat dahsyat pada zaman dahulu kemungkinan mengandung atau kaya akan mineral-mineral yang membuat tumbuhan kopi di sini menghasilkan biji kopi dengan kualitas sangat bagus.

Perkembangan pertanian kopi di Sidikalang mulai tertinggal dibanding daerah lain penghasil kopi seperti kopi Gayo, Kopi Mandailing, Kopi Lintong dan Kopi Simalungun yang mulai berkembang dan bertambah luas dan juga menghasilkan biji kopi yang kualitasnya juga bagus-bagus. Namun keberadaan kopi Sidikalang masih memiliki penilaian yang sulit ditandingi sebagaisalah satu kopi terbaik di dunia di samping biji kopi Brazil.

Peningkatan Nilai Kopi Sidikalang

Para petani kopi di Sidikalang sudah saatnya harus mulai meningkatkan kembali nilai biji kopi Sidikalang agar pamor sebagai Kopi terbaik di dunia tidak hilang. Perlu peningkatan baik dari sisi kualitas dan kuantitas agar biji kopi dari daerah ini bisa tetap bersaing dengan biji kopi yang datang dari berbagai daerah lain di Indonesia. Memang Indonesia memiliki daerah penghasil biji kopi yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Masing-masing biji kopi yang dihasilkan memiliki rasa dan aroma yang khas.

Untuk peningkatan nilai kopi maka para petani kopi perlu melakukan inovasi mulai dari pengolahan kebun, penanaman, pemilihan bibit unggul dan terbaik, kegiatan panen yang baik, serta melakukan pengolahan biji kopi yang mempertahankan kualitas kopi pada saat proses pengolahan sehingga akhirnya dihasilkan biji kopi yang paling baik dan dengan demikian harganya juga akan dijamin tinggi nilainya. Dengan demikian predikat Kopi Sidikalang sebagai biji kopi terbaik di dunia tetap dipertahankan.

Jejak Gorga Di Bandara Silangit

posted in: Art | 0

Pengembangan bandara Silangit tidak melupakan unsur budaya Batak, karena dalam arsitek bangunan bandara ini terdapat jejak gorga. Gorga merupakan hasil seni dan kekayaan budaya bangsa Batak. Minggu lalu kami melakukan perjalanan ke daerah kawasan Danau Toba dan masuk melalui bandara kebanggaan Kabupaten Tapanuli Utara. Kondisi bandara masih dalam proses pengembangan terlihat dari kegiatan pembangunan yang berlangsung saat ini. Kegiatan pembangunan dilakukan untuk melayani penumpang pesawat yang mulai ramai datang dan pergi ke daerah Toba melalui bandara ini. Bandara Silangit merupakan pintu gerbang baru bagi destinasi wisata di Kawasan Danau Toba.

Dalam interior bandara terdapat hiasan pada dinding pada beberapa bagian yang menggunakan design gorga batak sebagai dasar lukisannya. Jika dilihat pada foto maket rencana pengembangan bandara ini juga sangat mengadopsi unsur arsitek dari rumah adat Batak. Bisa dilihat pada foto berikut ini.

 Maket Bandara Silangit

 

This slideshow requires JavaScript.

Save

Proses Pembuatan Ulos Tenun Tradisional Batak

posted in: Art, Ethnic | 0

Pembuatan ulos hingga menjadi selembar tenunan harus melalui proses yang panjang. Tenunan Ulos memiliki corak dan motif yang beragam sesuai dengan fungsinya dan mengandung makna yang berbeda-beda. Walaupun terbuat dari bahan yang sama yakni benang dengan bahan kapas namun proses pembuatannya berbeda untuk masing-masing ulos. Cara pengerjaannya akan menentukan nilai dan fungsi serta tujuan pemberian ulos akan dilakukan (mangulosi).

Proses pembuatan ulos dimulai dari mangunggas atau memintal, makkulhul atau menggulung, mangani atau membentuk dan manotar atau menenun. Dibawah ini, adalah proses  pembuatan ulos tersebut:

Tahap Penyiapan Bahan Pembuatan Ulos

Pengadaan Bahan

Prosesnya adalah berikut ini:

  • Kapas dipanen dari pohon kapas atau dibeli dari penjual kapas
  • Pembeberan kapas sehinggan mengembang untuk memudahkann pemintal membentuk ukuran benang yang diinginkan.
  • Proses pemintalan menggunakan alat khusus yang dinamakan sorha. Untuk melakukan pemintalan ini sekurangnya dilakukan oleh dua tenaga dimana seorang untuk memintak benang dan seorang lagi untuk memutar sorha.

Pewarnaan, menjadi proses yang cukup rumit.

Dalam pewarnaan benang ulos membutuhkan waktu yang lama hingga bulanan karena menggunakan bahan pewarna alami. Manubar adalah untuk memperoleh warna merah, mansop untuk memperoleh warna hitam. Pewarnaan benang ini dilakukan oleh Parsigira.

Proses pewarnaan benang adalah sebagai berikut:

    • Pewarnaan dasar dilakukan dengan itom yaitu cairan yang berwarna hitam kebiru-biruan yang dihasilkan dengan cara menggunakan salaon atau tumbuhan nila yang digon-gon atau direndam selama beberapa hari di dalam sebuah palabuan atau periuk tanah.
    • Proses dilanjutkan dengan marsigira dengan cara memasak benang yang direndam hingga mendidih membuat benang mengkilap.
    • Kemudian benang diunggas agar menjadi kuat
    • Benang dilumuri dengan indahan ni bonang yakni nasi yang dilumerkan dengan menggunakan kuas yang terbuat dari ijuk.
    • Benang yang sudah dilumeri dijemur dibawah panas matahari.

 

Tahap Pembuatan Ulos

Penentuan jenis ulos

Setiap jenis ulos berbeda tata cara pembuatannya.

Proses pembuatan ulos

  • Benang yang sudah dijemur diuntai atau disebut mangani, penguntaian ini diperhitungkan menurut komposisi warna ulos yang akan dibuat.
  • Setelah diuntai proses menjadi ulos adalah tonun yang dilakukan oleh partonun.
  • Ulos yang selesai ditonun dilanjutkan dengan manirat yakni memberi hiasan pengikat rambu ulos oleh panirat.

Proses pembuatan ulos memang cukup rumit dan memerlukan waktu yang cukup lama sehingga beberapa jenis ulos harganya menjadi sangat mahal. Semakin bagus kualitas ulos maka prosesnya akan semakin rumit dan lama. Untuk membuat ulos diperlukan banyak peralatan sesuai dengan tahap proses pembuatannya. Peralatannya terdiri dari alat tenun, biasanya masih terbuat dari kayu, alat pemintal kapas (sorha), pagabe alat untuk memegang benang yang dipintal, baliga untuk mengatur dan menyusun benang, hatulungan alat untuk membagi benang, parnapan alat untuk melilit benang, Sitadaoan, palabuan alat untuk merendam bahan pewarna yang terbuat dari periuk tanah, anjan alat penguntau ulos.

rumah adat

Teknik Pembuatan Gorga Rumah Adat Batak Toba

posted in: Art | 3

Gorga Dais dan Gorga Lontik

Untuk membuat suatu motif gorga pada suatu rumah adat, dikerjakan dengan dua cara yaitu:

a). Cara sederhana

Dengan teknik lukis, tanpa menorah permukaan bidang gorga, cara seperti ini disebut dengan teknik gorga dais.

b). Cara Ukir

Cara kedua adalah dengan cara mengukir atau memahat bidang gorga sehingga permukaan bidang gorga menjadi tinggi rendah menyerupai relief. Gorga yang dikerjakan dengan cara mengukir seperti ini disebut dengan teknik gorga lontik.

Gorga Si Tolu Lili, Si Lima Lili dan Si Pitu Lili

Setiap motif gorga dibentuk oleh beberapa garis berwarna hitam, putih dan juga merah. Warna hitam sebagai garis utama disebut sonom, pada pertengahannya terdapat garis tipis berwarna putih, setelah warna hitam di sebelah luarnya terdapat lagi garis putih mengapit warna hitam dan ditutup dengan warna hitam.Garis-garis warna hitam dan putih ini dinamakan andor.Paling sedikit tiga garis putih dan empat garis hitam untuk membentuk andor.Garis putih inilah yang disebut lili atau hapur.

Gorga hanya mempunyai tiga lili yang disebut dengan gorga si tolu lili(gorga dengan tiga garis), apabila suatu gorga mempunyai lima garis disebut dengan gorga si lima lili.

 

 

1. Bulung ni gorga (daun gorga)

2. Sonoma tau gadu-gadu (berwarna hitam)

3. Lili atau hapur (berwarna putih)

4. Andor (batang gorga)

5. Parpulo batuan (latar belakang gorga, berwarna merah).

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save