Surat Batak

Surat Batak Atau Aksara Asli Orang Batak

posted in: Art | 0

Suku Batak memiliki aksara yang bernama Surat Batak. Aksara ini digunakan untuk menulis bahasa Batak. Surat Batak masih berkerabat dengan aksara Nusantara lainnya. Aksara ini memiliki beberapa varian bentuk, tergantung bahasa dan wilayah. Secara garis besar, ada lima varian surat Batak di Sumatra Utara yaitu Karo, Toba, Dairi, Simalungun, dan Mandailing.

Namun, varian-varian ini tidaklah terlalu berbeda satu sama lain. Aksara Batak mula-mula ada di Mandailing. Dari Mandailing aksara Batak menyebar ke kawasan Toba Timur (perbatasan dengan Simalungun), lalu ke Simalungun dan ke Toba Timur. Dari Toba Timur aksara Batak menyebar lagi ke Pakpak Dairi. Sedangkan dari Toba Barat ke Simalungun. Aksara Karo menunjukkan pengaruh, baik dari Pakpak-Dairi maupun dari Simalungun.

Aksara ini wajib diketahui oleh para datu, yaitu orang yang dihormati oleh masyarakat Batak karena menguasai ilmu sihir, ramal, dan penanggalan.

Jenis aksara Batak  merupakan bagian dari rumpun tulisan Brahmi (India). Sebagian besar sistem tulisan yang ada di Afrika, Eropa, dan Asia berasal dari satu sumber, yakni aksara Semit Kuno yang menjadi nenek moyang tulisan-tulisan Asia (Arab, Ibrani dan India) maupun Eropa (Latin, Yunani dan lainnya).

Aksara Batak termasuk keluarga tulisan India. Aksara India yang tertua adalah aksara Brahmi yang menurunkan dua kelompok tulisan yakni India Utara dan India Selatan. Aksara Nagari dan Palawa masing-masing berasal dari kelompok utara dan selatan dan kedua-duanya pernah dipakai di berbagai tempat di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Semua tulisan asli Indonesia berinduk pada aksara Palawa karena yang paling berpengaruh adalah aksara Palawa.

Surat Batak adalah sebuah jenis aksara yang disebut abugida, yaitu perpaduan antara silabogram dan abjad. Surat Batak merupakan sebuah perpaduan antara alfabet dan aksara suku kata. Setiap karakter telah mengandung konsonan dan vokal dasar. Vokal dasar ini adalah bunyi [a]. Namun dengan tanda diakritis atau apa yang disebut anak ni surat dalam bahasa Batak, maka vokal ini bisa diubah-ubah.

Huruf vokal dan konsonan dalam aksara Batak diurut menurut tradisi mereka sendiri, yaitu: a, ha, ka, ba, pa, na, wa, ga, ja, da, ra, ma, ta, sa, ya, nga, la, nya, ca, nda, mba, i, u. Aksara Batak biasanya ditulis pada bambu/kayu. Penulisan dimulai dari atas ke bawah, dan baris dilanjutkan dari kiri ke kanan.

Surat Batak zaman dahulu digunakan untuk menulis naskah-naskah Batak yang di antaranya termasuk buku dari kulit kayu yang dilipat seperti akordeon. Dalam bahasa Batak buku tersebut dinamakan pustaha atau pustaka. Pustaha-pustaha ini yang ditulis oleh seorang “guru” atau datu (dukun) berisikan penanggalan dan ilmu nujum.

Penulisan huruf surat Batak secara garis besar terbagi dalam dua kategori, yaitu ina ni surat dan anak ni surat. Ina ni surat merupakan huruf-huruf pembentuk dasar huruf aksara Batak. Selama ini, ina ni surat yang dikenal terdiri dari: a, ha, ka, ba, pa, na, wa, ga, ja, da, ra, ma, ta, sa, ya, nga, la, ya, nya, ca, nda, mba, i, u. Nda dan Mba adalah konsonan rangkap yang hanya ditemukan dalam variasi Batak Karo.

Sedangkan Nya hanya digunakan di Mandailing akan tetapi dimasukkan juga dalam alfabat Toba walaupun tidak digunakan. Aksara Ca hanya terdapat di Karo sedangkan di Angkola-Mandailing huruf Ca ditulis dengan menggunakan huruf Sa dengan sebuah tanda diakritik yang bernama tompi di atasnya.

Adapun anak ni surat dalam aksara Batak adalah komponen fonetis yang disisipkan dalam ina ni surat (tanda diakritik) yang berfungsi untuk mengubah pengucapan/lafal dari ina ni surat. Tanda diakritik tersebut dapat berupa tanda vokalisasi, nasalisasi, atau frikatif. Anak ni surat ini terdiri dari:
•    Bunyi [e] (hatadingan)
•    Bunyi [Å‹] (paminggil)
•    Bunyi [u] (haborotan)
•    Bunyi [i] (hauluan)
•    Bunyi [o] (sihora)
•    Pangolat (tanda untuk menghilangkan bunyi [a] pada ina ni surat)

Nama-nama tanda diakritis di atas hanya berlaku untuk bahasa Batak Toba. Dalam bahasa-bahasa Batak lainnya terdapat sejumlah variasi nama ina ni surat. Misalnya Pangolet dalam bahasa Karo dinamakan (penengen).

Seperti halnya ina ni surat, anak ni surat dalam aksara Batak juga disusun menurut tradisi mereka sendiri, yaitu: [e], [i], [o], [u], [Å‹], [x]. Tanda diakritik juga memiliki varian bentuk antara suatu daerah dengan daerah lainnya yang menggunakan aksara yang sama.

Sumber: http://kebudayaanindonesia.net/kebudayaan/918/aksara-surat-batak

oakirbin_aksarasuratbatak.jpg

oakirbin_aksarasuratbatak1.bmp

Sumber : budaya-indonesia.org

Save

Save

Save

Save

Save

Basic Image Gallery Post

posted in: Photos | 0

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Maecenas sit amet fermentum dolor, et consectetur elit. Sed gravida dui ac lobortis pretium. Quisque in ante tellus. Nulla facilisi. In vel enim a est faucibus tempus sit amet elementum nisi. Sed eget libero non neque egestas dictum. Integer in arcu facilisis, rhoncus massa nec, facilisis mi. Vivamus aliquet tortor eget convallis egestas. Fusce semper nunc sed est egestas, a pellentesque enim laoreet. Aenean accumsan nunc diam, vel suscipit ante commodo sed. Sed hendrerit magna id magna blandit pharetra. Pellentesque at tempus neque, at mattis nisl.

Adding Icons

Adding Gallery

  • Testing
  • Example Caption

Image Slider Post

posted in: Photos | 0

 

Testing
Testing

Phasellus porta, nibh quis viverra posuere, lectus dui consectetur purus, in placerat nisi orci eget dui. Fusce cursus sapien urna, at sollicitudin sapien sagittis non. Aenean suscipit scelerisque nibh at gravida. Vivamus pretium urna eu quam eleifend, eu fringilla purus rhoncus. Duis iaculis pretium fermentum. Duis at placerat lacus, non luctus dui. Nunc vel enim eu eros congue laoreet. Nunc mollis dui sed consequat cursus. Nam vel nulla mi. Duis fringilla leo blandit augue cursus iaculis.

Phasellus tincidunt cursus libero sed laoreet. Morbi sit amet ipsum vel risus feugiat vulputate vel tincidunt diam. Aliquam ac pharetra mi. Nunc ac imperdiet purus. Vestibulum magna leo, feugiat et venenatis quis, pulvinar eget nulla. Integer lobortis, sem at molestie adipiscing, sapien diam volutpat eros, sed pulvinar erat sem vel lorem. In eu rhoncus augue, id ornare velit. Etiam porttitor placerat gravida. Proin vitae lectus mi. Maecenas venenatis, quam sit amet vehicula consectetur, libero purus porttitor nisl, ut mollis diam dolor vel est. Integer neque ante, feugiat ac tellus a, tristique tempus dolor.

Etiam porttitor placerat gravida. Proin vitae lectus mi. Maecenas venenatis, quam sit amet vehicula consectetur, libero purus porttitor nisl, ut mollis diam dolor vel est. Integer neque ante, feugiat ac tellus a, tristique tempus dolor.

 

Proin rutrum augue ac ornare viverra. Ut at suscipit tellus. Integer ipsum risus, ullamcorper sit amet eros et, pharetra cursus nulla. In hac habitasse platea dictumst. Nulla id egestas libero, ultricies semper lacus. Praesent accumsan bibendum tellus ut pulvinar. Maecenas varius, nunc quis aliquam malesuada, metus leo ullamcorper dolor, in fringilla arcu metus vel neque. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas. Sed lobortis nisi eget ligula rhoncus sodales. Phasellus eget euismod urna. Nulla blandit pellentesque risus a ornare. Donec ultrices ligula at nibh laoreet ultricies vel sed odio. Praesent porttitor ultrices pellentesque.

Youtube Video Post

posted in: Video Post | 0

Phasellus porta, nibh quis viverra posuere, lectus dui consectetur purus, in placerat nisi orci eget dui. Fusce cursus sapien urna, at sollicitudin sapien sagittis non. Aenean suscipit scelerisque nibh at gravida. Vivamus pretium urna eu quam eleifend, eu fringilla purus rhoncus. Duis iaculis pretium fermentum. Duis at placerat lacus, non luctus dui. Nunc vel enim eu eros congue laoreet. Nunc mollis dui sed consequat cursus. Nam vel nulla mi. Duis fringilla leo blandit augue cursus iaculis.