Karakter Kopi

Mutu dan Karakter Kopi

posted in: Kopi | 0

Untuk mendapatkan minuman kopi yang enak didapat dari biji kopi yang bermutu dan memiliki karakter. Apakah mutu dan karakter kopi? Mutu dari kopi yang digunakan untuk mendapatkan kopi yang enak adalah biji kopi atau grean been yang baik atau bernilai grade 1. Bagaimana menentukan biji kopi yang memiliki grade 1.

Karakter Kopi
Asal Biji Menentukan Karakter Kopi

Untuk mendapatkan biji kopi dengan grade 1 adalah dari biji kopi yang ditanam dari bibit unggul dan ditanam di lokasi yang cocok, masa panennya harus sama dan tidak dicampur dengan biji kopi dari yang lain. Biji kopi yang berasal dari satu daerah disebut dengan singgle origin.

Sementar karakter kopi adalah sifat-sifat kopi yang muncul sesuai dengan lokasi penanamannya atau lokasi asalnya. Masing-masing daerah akan menghasilkan kopi dengan karakter yang berbeda-beda. Karakter kopi diketahui dengan melalui sifatnya yang menonjol misalnya gameynya atau sweet, body, acidity atau bitter.

Kopi Arabika Jawa Timur memiliki karakter body yang kuat, body atau tekstur dari larutan kopi di dalam mulut dapat diklasifikasikan ringan atau berat. Sementara Kopi Toraja memiliki karakter di acidity yang kuat, ketajaman rasanya menunjukkan lokasi penanamannya berada di daerah yang tinggi elevasinya. Sementara Kopi Bali memiliki bitter yang menonjol. Bitter adalah sensasi rasa yang dirasakan di lidah bagian belakang dan langit-langit bagian mulut.

Karakter kopi timbul dari unsur hara yang diserap oleh akar tanaman dan udara, matahari, air dan tiupan angin yang menyentuh batang dan daun kopi di tempat dimana kopi tumbuh.

Karakter Kopi Arabika Gayo memiliki sweet yang menonjol, karakter ini menunjukkan sensai kopi yang nikmat dan enak di lidah. Biasanya karakter ini dijumpai pada kopi dengan rasa asam yang tinggi. Dan Karakter kopi dari Kawasan Danau Toba memiliki gamey yang menonjol, dimana falvour yang terasa sangat luar biasa dan banyak disukai.

Setiap daerah Indonesia memiliki karakter yang berbeda-besa dengan mutu dan karakter masing-masing. menjadi sebuah keunggulan juga bagi peracik kopi untuk mencampur dari biji kopi yang berbeda untuk menghasilkan campuran atau blend dengan citra rasa yang unik dan membuat kopi semakin enak.

Namun untuk untuk meracik kopi campuran ini diperlukan pengenalan karakter kopi yang baik dan sangat khas yang membedakan racikan seorang barista dengan racikan barista lain.

Kopi Juria

Varietas Kopi Juria di Bumi Flores

posted in: Kopi | 0

Juria merupakan legenda. Juria dipercaya sebagai varietas kopi pertama yang ditanam di Bumi Flores, khususnya di daerah Colol, Manggarai. Juria yang ada di Flores umumnya telah berumur lebih dari 50 tahun, dengan tinggi pohon kopi mencapai 4-5 meter. Juria yang dianggap sebagai “Mother of Coffee” dan dikeramatkan penduduk ini, hanya ada dalam jumlah yang terbatas karena beberapa kali diujicobakan untuk ditanam di daerah di luar Colol namun tidak mendapatkan hasil yang memuaskan.

Nampaknya label sebagai Ibu dari Kopi Flores memang layak disandang Juria. Cita rasa dari semua arabika Flores terakomodir dalam tubuh Juria ini. Cita rasa manis bebuahan dengan body tipis berpadu dengan gurihnya rasa coklat karamel menghiasi kopi ini dengan selaras. Keasamannya mengingatkan kita pada varietas Yellow Caturra, jeruk nipis. Sementara cita rasa akhir dari Juria nampaknya menurun di hampir seluruh kopi arabika dari Flores, kacang-kacangan. Perbendaharaan rasamu jelas belum lengkap bila kamu tak mencoba Juria ini.

Demikian juga Kopi Sidikalang… Faritas pertama yang ditanam di tanah Dairi yaitu varietas Lini-s dan Typica… Dan kini sudah jarang didapati di Dairi… Namun kita jangan berkecil hati sebab kedua jenis varietas tersebut telah melebur menjadi satu yaitu perkawinan silang antara varietas Lini-S dan Typica menjadi Kopi Sigalar Hutang… Dan memiliki karakter yang sangat dicari di dunia… Sehingga Orang barat pub mencari bijibkopi ini.

Contoh harga gabah keringnya mereka tampung dari harga 16rb sampai 25rb… Sementara setelah mereka olah menjadi kopi yang sudah disangrai atau siap saji.. mereka jual dengan harga 100rb/ 100gram… Artinya sekilo mereka jual dengan harga 1jt… Banyangkan berapa kali lipat yang mereka dapat kan… Intinya ini menjadi PR utama kita agar petani bisa menjadi petani sejahtera

Kopi

Kopi

posted in: Kopi, Minuman Kopi | 0

Kopi adalah salah satu minuman favorit yang sangat diminati karena rasanya enak tidak mengandung alkohol dan dapat sebagai obat dalam takaran tertentu, penggunaan kopi sebagai minuman sejak lama baik di budaya India, Cina dan Arab. Karena sangat diminati kopi menjadi salah satu komoditi yang diperdagangkan secara internasional.

Kopi sebagai minuman memiliki fungsi buat kesehatan tubuh manusia jika diminum dengan takaran tertentu dan tidak berlebihan karena di dalam kopi terkandung kafein, protein, mineral dan kandungan lainnya. Dengan kandungan yang ada di dalamnya minuman kopi memiliki citrarasa dan aroma yang khas yang nikmatnya dirasakan oleh yang meminumnya.

Banyak istilah terkait dengan minuman kopi seperti kopi pagi, minum kopi, ngopi-ngopi, yuk ngopi, ngopi dulu, ngopi sore, dan masih banyak lagi. Banyak kegiatan yang dikaitkan dengan minum kopi dan menjadi tradisi bukan hanya di Indonesia termasuk di berbagai belahan dunia.

Dengan banyaknya peminat minuman ini maka perdagangan komoditi juga semakin besar dan berkembang. Beberapa negara yang memiliki iklim yang cocok menjadi produsen biji buat kebutuhan seluruh dunia. Indonesia adalah salah satu penghasil utama  dunia dan menempati urutan nomor empat produksi terbesar di dunia setelah Brazil, Vietnam dan Colombia. Setelah Indonesia ada Ethipia, India, Meksiko dan negara lainnya.

Dewasa ini geliat penyuka kopi khususnya di Indonesia semakin terlihat dengan berkembangnya tempat-tempat untuk minum yang bertebaran mulai dari desa hingga kota-kota besar. Di desa terdapat warung atau kedai, namun di kota juga tidak mau ketinggalan untuk memenuhi kebutuhan peminat minuman ini berjamur tempat minum kopi dengan berbagai jenis. Mulai tempat ngopi sederhana hingga cafe mewah di mal-mal atau gedung perkantoran.

Kopi

Selain itu semakin banyak juga kegiatan yang berkaitan dengan kopi misalnya festival kopi, pertandingan barista, ada juga pemilihan Putri Kopi Indonesia dan kegiatan lainnya menjadi agenda kegiatan yang semakin menaikkan citra kopi sebagai minuman yang diminati kalangan luas.

Tentunya hal ini sangat berpengaruh positif bagi masyarakat Indonesia khususnya para petani kopi, yang akan meningkatkan gairah pertanian kopi karena kebutuhan kopi akan semakin tinggi. Petani-petani kopi yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia akan menjadi semakin giat mengembangkan pertanian mereka yang tersebar di beberapa lokasi seperti dataran tinggi Gayo, dataran tinggi Kawasan  Danau Toba, daerah Bondowoso, Tanah Toraja, Manggarai dan daerah lainnya.

Indonesia yang terdiri dari beribu pulau memiliki keistimewaan karena setiap daerah-daerah lokasi tanamnnya memiliki aroma dan citra rasa masing-masing yang berbeda-beda. hal ini menyebabkan Indonesia memiliki kekayaan alam dengan beragamnya aroma dan jenis kopi yang dihasilkan oleh petani-petani kopi. Biji kopi nusantara menjadi sumber gerai-gerai kopi bukan saja di dalam negeri bahkan sampai ke luar negeri.

Aroma dan wangi kopi Indonesia bak harmoni dari sebuah simfoni.

Roasting Kopi

Roasting Kopi Atau Penyangraian Kopi

posted in: Kopi | 0

Menyangrai kopi atau roasting kopi adalah cara untuk menggali citrarasa dan aroma dari biji kopi dengan cara memanaskan biji kopi pada suhu tertentu hingga berubah warna menjadi coklat kehitam-hitaman sesuai dengan tingkat yang diinginkan sesuai dengan karakter asal biji kopi.

Dalam melakukan penyangraian diperlukan pengetahuan terhadap mutu dan karakter biji kopi yang akan disangrai. Masing-masing kopi akan memiliki karakter yang berbeda sesuai dengan lokasi asalnya. Yang kedua adalah dengan memahami metoda penyangraian yang akan dilakukan dan mengetahui jenis mesin yang dipergunakan.

Ada dua jenis metoda peyangraian atau roasting kopi yakni secara tradisional dan secara modern. Penyangraian secara tradisional dilakukan dengan cara pengadukan biji kopi menggunakan bantuan tangan manusia yang dilakukan dengan manual untuk melakukan pemutaran alat sangrai. Alat sangrai sendiri ada yang berbentuk wajan, berbentuk molen atau berbentuk bola besar. Untuk pemanas bisa digunakan kayu bakar atau kompor minyak tanah. Sementara metoda modern adalah dengan menggunakan mesin untuk pemutaran, sementara untuk pemanasnya bisa menggunakan gas atau tenaga listrik.

Sebelum disangrai sebaiknya dilakukan penyortiran ukuran biji untuk mendapatkan ukuran biji yang seragam atau grade 1. Keseragaman ukuran butur ini akan membantu proses sangrai berjalan seragam tingkat kematangannya, sehingga lebih mudah didapatkan kopi yang nikmat.

Tujuan menyangrai kopi adalah untuk memunculkan karakter  dan citrarasa kopi.

Proses penyangraian akan menyebabkan perubahan warna pada biji kopi selama proses berjalan. Perubahan terjadi mulai dengan terjadinya penguapan kandungan air dalam biji kopi diikuti perubahan volume biji kopi tersebut. Biji kopi akan mengalami pemuaian dan akan mengalami perubahan kimia di dalam biji yang terlihat dari perubahan warna yang terjadi.

Mutu kopi yang baik dari bahan yang disangrai akan terlihat setelah proses penyangraian. Jika biji kopinya berasal dari yang bermutu baik dan memiliki kematangan yang sama maka warna biji yang disangrai akan terlihat homogen, sementara jika biji kopi yang dipakai tidak merata kematangannya maka warnanya akan tidak seragam.

Penyangraian akan dihentikan jika tingkat sangrai yang diinginkan sudah dapat dan segera biji kopi dikeluarkan dari alat sangrai dan kemudian didinginkan dengan cara menyemprot air atau mengalirkan udara dingin. Pendinginan dilakukan agar proses perunbahan warna kopi juga berhenti.

Bagaimana mengetahui selesainya tahap sangrai? Indikator yang bisa dijadikan petunjuk sudah selesainya penyangraian adalah:

a. pecahnya biji, mulainya biji menjadi pecah menjadi salah satu tanda sangrai memasuki tahap akhir.

b. tingkat kematangan dan warna, tingkat warna yang berubah akan menunjukkan tingkat sangrai yang diinginkan.

 

Tingkat sangrai atau roasting kopi disebut sebagai roasting profile atau tingkat kematangan biji, dapat dibagi empat sesuai dengan kondisinya yakni:

  1. Sangat tinggi/ Dark, berwarna hitam pekat dan biji yang terlihat berminyak, umumnya untuk kopi espresso.
  2. Tinggi/high/full, berwarna hitam dan permukaan biji hampir mengeluarkan minyak. Warna yang muncul dianggap orang umum biji yang diberi mentega. Kopi pada tingkat ini memiliki keseimbangan antara rasa manis dan ketajaman aromanya.
  3. Sedang/medium/American roast, warna coklat kehitaman dan permukaan biji terlihat kering biasanya kopinya memiliki citrarasa asam/acidity dan aromanya rata.
  4. Muda/light/pale roast, warna bijinya relatif coklat muda dan permukaan kering, karakter aciditynya tinggi yang biasa dipakai untuk mebuat kopi tubruk atau coffee morning.