sa

Potensi Tanaman Penghasil Biofuel

posted in: Nature | 0

 

 

Tanaman Luas (ha) Total Produksi Nasional Potensi Biofuel Asumsi
Kelapa Sawit 9 juta 23,5  juta ton 5,6 juta kL 30% dari total ekspor CPO
Kelapa 3,8 juta 3,3 juta ton 450 ribu kL 25% dari total produksi CCO
Tebu 430 ribu 3,1 juta ton 411,5 ribu kL1 Diproses dari molase
Ubi Kayu 1,2 juta 24 juta ton Untuk memenuhi kebutuhan pangan dan pakan
Sagu 1,2 juta 5 juta ton 750 ribu kL 25% dari total produksi
Nipah 0,75-1,35 juta 292 juta KL 750 ribu kL 25% dari total produksi

 

BIODISEL

 

Kelapa Sawit
Kelapa Sawit

Kelapa Sawit

  • Luas kelapa sawit 9 juta ha
  • Produktivitas 25 – 32 ton TBS/ha/tahun
  • Rendemen minyak 23-25%
  • Produktivitas CPO : 5,1 – 8  ton/ha
  • Total produksi CPO nasional 23,5 juta ton, total ekspor sebesar 18,85 juta ton (2012).
  • Bila sebagian (30%) dari jumlah ekspor CPO nasional dikonversi menjadi biodiesel, maka Indonesia akan memproduksi + 5,6 juta ton biodiesel.

 

 

 

 

 

Kelapa
Kelapa

Kelapa

  • Luas Areal Kelapa: 3,8 juta ha
  • Potensi produksi: 3,3 juta ton kopra/tahun
  • Potensi Produksi CCO: 0,6 x 3,3 juta ton = 1,98 juta ton/th
  • Produksi Biodiesel: 0,90 x 1,98 juta ton = 1,78 juta ton/th
  • Asumsi 25% produksi untuk biodiesel diperoleh 450 ribu kL

 

 

 

 

BIOETANOL

 

Tebu
Tebu

Tebu

  • Luas areal : 430.000 ha
  • Potensi produksi molases 10-15 ton/ha à 766 – 1150 liter ethanol/ha (fuel grade ethanol)
  • Potensi produksi bioetanol 329 – 494 ribu kL
  • Perlu penambahan lahan

 

 

 

 

 

 

Ubi Kayu
Ubi Kayu

Ubi Kayu

  • Luas lahan ubi kayu sekitar 1,2 juta ha
  • Ada verietas unggul penghasil bioetanol
  • Rendemen pembuatan etanol dari tepung ubi kayu secara SFS yaitu sebesar 32,76 % (v/b) dengan efisiensi fermentasi 46,05 % .
  • Lebih diutamakan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan pakan
  • Untuk memenuhi kebutuhan bioetanol, perlu perluasan lahan

 

 

 

 

 

Sagu
Sagu

Sagu

  • Populasi tumbuhan sagu di Indonesia diperkirakan sekitar 1,2 juta ha
  • Potensi produksi sagu diperkirakan sekitar 5 juta ton pati kering per tahun.
  • Konsumsi pati sagu dalam negeri hanya sekitar 210 ton atau baru 4-5% dari potensi produksi.
  • Dengan asumsi 1 ton pati sagu diolah menjadi 0,6 kL bioetanol, 25% dari produksi total, dihasilkan bioetanol 750 ribu kL per tahun

 

 

 

 

 

 

 

 

Nipah
Nipah

Nipah

  • Salah satu spesies utama penyusun hutan mangrove dengan komposisi sekitar 30 %.
  • Luas hutan mangrove Indonesia antara 2,5 – 4,5 juta hektar.
  • diperkirakan terdapat  sekitar 0,75 -1,35 juta hektar hutan nipah di Indonesia (30% dari hutan mangrove).
  • Dengan asumsi 25% dari total produksi,  bioetanol yang dihasilkan 750 ribu kL/tahun

 

 

 

 

 

Sorgum
Sorgum

Sorgum

  • Telah dilepas 2 varietas unggul
  • Umur masak 100-113 hari
  • Produksi nira dari batang 300 L/ha
  • Produk bietanol dari batang 200 L/ha

 

Biofuel

Biodiesel

posted in: Nature | 0

Biodiesel

  1. Biodiesel adalah bahan bakar nabati mesin/motor diesel berupa ester metil asam lemak/fatty acid methyl ester (FAME) yang terbuat dari minyak nabati/hewani yang memenuhi standar mutu yang disyaratkan.
  2. Biodiesel murni (B100) dan campurannya dengan minyak solar (BXX) dapat digunakan sebagai bahan bakar motor diesel. B100 mempunyai sifat-sifat fisika yang mirip dengan bahan bakar diesel sehingga dapat digunakan langsung pada mesin-mesin diesel tanpa adanya modifikasi.
  3. Secara umum karakteristik biodiesel adalah memiliki angka setana yang lebih tinggi dari minyak solar, dapat terdegradasi dengan mudah (biodegradable), tidak mengandung sulfur (atau sangat rendah, jika ada) dan senyawa aromatik sehingga emisi pembakaran yang dihasilkan lebih ramah lingkungan dari pada bahan bakar minyak jenis minyak solar.
  4. Biodiesel dapat diproduksi dari tanaman penghasil minyak, lemak hewani atau residu berlemak (lipidic residues) antara lain: (yang sudah komersial adalah biodiesel dari kelapa sawit)

 

MINYAK NABATI MURNI/BIOOIL (PURE PLANT OIL-PPO)

  • Minyak nabati murni (Pure plant oil- PPO) adalah minyak nabati yang telah mengalami proses deguming dan deasidifikasi.
  • Deguming adalah suatu proses pemurnian yang bertujuan untuk membersihkan minyak dari komponen – komponen yang akan membentuk getah (gum) jika terhidrasi (terutama fosfolipid)
  • Deasidifikasi adalah Proses pemurnian minyak nabati dari asam lemak bebas. Deasidifikasi bisa dilakukan melalui penggunaan bahan kimia bersifat basa sehingga asam lemak bebas bereaksi membentuk sabun yang larut dalam air pencuci atau melalui pendistilasian asam lemak bebas pada kondisi vakum.

 

MINYAK NABATI MURNI/BIOOIL (PURE PLANT OIL-PPO)

  • Minyak nabati murni (Pure plant oil- PPO) adalah minyak nabati yang telah mengalami proses deguming dan deasidifikasi.
  • Deguming adalah suatu proses pemurnian yang bertujuan untuk membersihkan minyak dari komponen – komponen yang akan membentuk getah (gum) jika terhidrasi (terutama fosfolipid)
  • Deasidifikasi adalah Proses pemurnian minyak nabati dari asam lemak bebas. Deasidifikasi bisa dilakukan melalui penggunaan bahan kimia bersifat basa sehingga asam lemak bebas bereaksi membentuk sabun yang larut dalam air pencuci atau melalui pendistilasian asam lemak bebas pada kondisi vakum.

 

BIOGAS DI INDONESIA

posted in: Nature | 0

BIOGAS

 

  • Biogas adalah gas yang tidak berwarna dan tidak berbau yang dihasilkan melalui proses fermentasi bahan-bahan organik dalam kondisi tanpa kehadiran oksigen;
  • Biogas bersifat mudah terbakar, dan mempunyai kandungan gas metana sekitar 50-70%;
  • Mempunyai nilai kalor yang cukup tinggi, yaitu sekitar 6400 sampai dengan 6600 kcal/m3
  • Kandungan 1 m3 setara dengan 0,62 kg minyak tanah atau 0,46 liter LPG.

 

KOMPOSISI BIOGAS
Methana (CH4 ) 50 -70 %
Carbon dioxide (CO2  ) 30 -40 %
Hydrogen (H2 ) 5-10 %
Nitrogen (N21 ) 2 %
Water vapour (H2O) 0,3 %
Hydrogen Sulphide (H2S) sisa

 

MANFAAT BIOGAS

 

  1. Energi pengganti bahan bakar fosil. Bahan bakar untuk memasak dan penerangan. Berkurangnya penggunaan bahan bakar kayu (2 ton/ tahun/ reaktor)
  2. Hemat waktu untuk memasak, membersihkan, dan mengumpulkan kayu (2 jam/ hari/ keluarga)
  3. Pemanfaatan limbah peternakan dan manusia sehingga mengurangi pencemaran lingkungan
  4. Pengurangan emisi gas rumah kaca. Kandungan utama Biogas yakni Gas Methane (CH4) yang memiliki tingkat pencemaran 21 kali lebih kuat dibandingkan CO2 dan menyebabkan pemanasan global.
  5. Penyediaan pupuk organik
  6. Peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

POTENSI BAHAN BAKU BIOGAS DI Indonesia

  1. Limbah ternak: kotoran sapi perah, sapi pedaging, kerbau, babi, dll
  2. Limbah pertanian: jerami padi, dll
  3. Tanaman air: eceng gondok, rumput laut.
  4. Limbah industri pertanian: limbah cair tahu, limbah cair kelapa sawit, limbah padat tapioka, dll
  5. Limbah rumah tangga dan perkotaan: sampah rumah tangga, kotoran manusia, dll

 

Bioetanol

  1. Etanol merupakan senyawa kimia berupa cairan bening tidak berwarna yang memiliki formula kimia C2H5OH yang mempunyai sifat mudah terbakar dan mudah menguap.
  2. Bahan dasar yang digunakan untuk pembuatan etanol  yang berasal  bahan berpati seperti singkong, jagung, gandum, sagu dan umbi-umbian, bahan bergula seperti molase (tetes tebu), nira, bahan berselulosa seperti limbah pertanian (jerami padi, ampas tebu, janggel jagung, dan lain-lain), limbah kehutanan.
  3. Bioetanol dibuat secara fermentasi anaerobik dengan bahan baku yang mengandung unit-unit glukosa (karbohidrat).
  4. Pada beberapa negara penghasil gula tebu, etanol dibuat dari molases atau nira tebu, sedangkan di AS terutama dari jagung, Perancis dari anggur dan di banyak negara lainnya dari  ubi-ubian.
  5. Pengolahan etanol:merupakan suatu proses fermentasi dari bahan berpati atau bahan bergula atau bahan berserat yang menghasilkan etanol  95 – 96% yang disebut technical/raw spirit grade atau industrial grade atau potable grade, yang kemudian dilanjutkan dengan proses dehidrasi untuk meminimisasi kadar air yang menghasilkan anhydrous etanol, atau alkohol absolut, atau disebut juga Fuel Grade Etanol.
  6. Pada penggunaannya disebut E100 (100% Etanol), atau EXX (XX % Etanol murni dalam campurannya dengan bensin).
  7. EXX artinya campuran Etanol murni dengan bensin dengan persentase  tertentu yang dinyatakan dengan XX , yang disebut Gasohol

 

bioenergi Indonesia

POTENSI UMUM SUMBER DAYA BIOENERGI INDONESIA

posted in: Uncategorized | 0

KARAKTERISTIK BIOENERGI VS ENERGI TERBARUKAN LAINNYA

 

KOMPONEN BIOENERGI ENERGI TERBARUKAN LAINNYA
Ketersediaan Banyak dipengaruhi dengan usaha manusia Lebih banyak tergantung kepada alam
Waktu Pemanfaatan Dapat disimpan dan ditransportasikan Pada saat itu harus dimanfaatkan di lokasinya
Keberlanjutan Sangat tergantung kepada pengelolaan Sebagian besar tergantung kepada alam
Bentuk energi final Padat, cair, gas, listrik (terus berkembang) Umumnya dalam bentuk listrik
Sifat bahan baku Umumnya harus beli Sebagian besar gratis
Peluang pengembangan Sangat potensial Sangat potensial
Teknologi Sederhana – kompleks Sederhana – kompleks
Ketersebaran Seluruh wilayah Indonesia Terbatas pada wilayah-wilayah tertentu (kecuali surya)

 

POTENSI UMUM SUMBER DAYA BIOENERGI INDONESIA

 

BAHAN BAKAR NABATI

  • CPO dengan produksi tahunan sebesar 26 juta ton (200 juta SBM); juga terdapat potensi Jarak Pagar, Nyamplung dll sebagai bahan baku biodiesel;
  • Molasses 1,5 juta ton (3.1 juta SBM), Singkong 14 juta ton (14.8 juta SBM); juga terdapat Sorghum, Nipah, Aren, dan Sagu sebagai bahan baku bioetanol.

BIOGAS

  • Potensi bahan baku biogas di Indonesia sebagian besar berasal dari kotoran ternak dan bahan organik yang lain;
  • Indonesia memiliki jumlah hewan ternak sebagai bahan baku biogas yang cukup besar, antara lain 13 juta ternak sapi perah dan sapi pedaging, serta sekitar 15,6 juta ternak setara dengan 1 juta unit digester biogas rumah tangga (2.3 juta SBM).
  • Limbah organik cair dari industri sawit (POME), industri tahu dll yang juga dapat dimanfaatkan menjadi biogas masih sangat besar.

BIOMASSA

  • Indonesia memiliki potensi limbah biomassa yang besar yang berasal dari limbah pertanian, peternakan, dan sampah perkotaan.

BIO BRIKET

  • Potensi limbah pertanian dan perkebunan yang cukup besar untuk dijadikan bio briket

 

 

PEMANFAATAN BAHAN BAKAR NABATI

 

JENIS PENGGUNAAN BAHAN BAKU
Biodiesel Pengganti solar Minyak nabati seperti minyak kelapa sawit, kelapa, jarak pagar, nyamplung, kemiri sunan, mikro alga serta minyak hewani
Bioethanol Pengganti bensin Tanaman yang mengandung pati/gula seperti tebu, singkong, sagu, sorgum, dan ligno selulosa
Biooil

–   Biokerosin

–   Minyak bakar

–   Pengganti minyak tanah

–   Pengganti IDO (Industrial Diesel Oil)

Minyak nabati (straight vegetable oil)

Biomass melalui proses pirolisa dan PPO (Pure Plant Oil)

 

BAHAN BAKU POTENSIAL UNTUK DIKEMBANGKAN MENJADI BIOETHANOL DI  INDONESIA 

 

Ubi Kayu

  • Produktivitas ubi kayu masih potensial untuk ditingkatkan
  • Sangat jarang terserang penyakit dan mudah tumbuh hampir disemua jenis agroklimat di Indonesia
  • Petani sangat mengenal cara bercocok tanamnya

Tebu

  • Menghasilkan bioetanol dengan efisiensi tinggi

Sagu

  • Melimpah dan belum termanfaatkan dengan optimal

 

Aren

  • Produktivitas tinggi, hanya cocok untuk daerah subur,

berair tanah tinggi dan optimal pada daerah pegunungan

 

Sorghum

  • Mengandung biji, nira dan bagas yang dapat

dikonversi menjadi bioetanol

  • Tidak bersaing dengan peruntukan pangan

BAHAN BAKU POTENSIAL UNTUK DIKEMBANGKAN MENJADI BIODIESEL DI  INDONESIA 

  • Kelapa Sawit
  • Kelapa
  • Kemiri Sunan
  • Jarak Pagar
  • Kepuh
  • Bintaro
  • Nyamplung
  • Keranji