pohon kemiri

Pohon Kemiri dan Manfaatnya

posted in: Nature | 0

Pohon Kemiri  dalam bahasa Latin disebut Aleurites moluccana merupakan jenis tumbuhan yang biasanya dimanfaatkan bagian bijinya sebagai sumber minyak. Tumbuhan ini masuk dalam suku suku Euphorbiaceae dan masih sekerabat dengan singkong. Dalam perdagangan internasional dikenal sebagai candleberry atau candlenut.

pohon kemiri

Tanaman kemiri berbentuk pohon besar yang bisa mencapai 40 meter tinggi pohonnya dan gemang hingga 1,5 m. Dilihat dari kejauhan tajuk pohon ini terlihat berwarna keputihan atau keperakan. Penyebaran tumbuhan ini menyebar luas mulai dari Nusantara hingga India dan Cina, juga di kawasan Asia Tenggara, hingga Selandia Baru dan Polinesia.

Di Indonesia pohon ini tersebar hampir diseluruh pelosok tanah air dan dikenal dengan banyak nama sesuai dengan daerahnya. Di antaranya, kembiri, gambiri, hambiri  dalam Bahasa Batak; kemili dalam Bahasa Gayo; kemiling di daerah Lampung; buah kareh  atau buah keras dalam Bahasa Minangkabau dan  Nias; kaminting  dalam bahasa Banjar dan Dayak. Dalam Bahasa Jawa disebut dèrèkan, pidekan, miri ; kamèrè, komèrè, mèrè  dalam Bahasa Menado; kumbè di daerah Belitung dan lain-lain.

Manfaat Pohon Kemiri

Di dalam inti biji kemiri mengandung 60–66% minyak. Minyak kemiri mengandung asam oleostearat. Minyak yang mudah atau cepat mengering ini dapat digunakan untuk mengawetkan kayu, sebagai pernis atau cat, dapat juga dugunakan untuk melapis kertas agar anti-air. Selain itu kandungan kemiri juga digunakan sebagai bahan sabun, bahan campuran isolasi, pengganti karet, dan lain-lain. Minyak kemiri juga dapat digunakan sebagai sebagai bahan bakar berkualitas lebih rendah . Kemiri juga berguna dalam industri untuk digunakan sebagai bahan campuran cat dari minyak yang diektrak dari biji kemiri.

Penanaman kemiri  kebanyakan hanya untuk memperoleh minyaknya yang didapat dari buahnya. Setiap pohon akan menghasilkan sekitar 30–80 kg buah kemiri yang mengandung 15 sampai 20% dari beratnya mengandungminyak yang didapat dengan cara mengekstrak.

Sementara penggunaan kayu pohon kemiri dapat digunakan untuk membuat furnitur, peralatan kecil, korek api, dan juga untuk pulp. Sebagai bahan untuk kayu bakar pohon ini bermutu rendah maka tidak banyak dimanfaatkan sebagai kayu bakar. Di beberapa daerah seperti di Lombok, kayu kemiri juga diolah menjadi papan dan kerajinan tangan.

Dalam bidang medis, di Pulau Sumatera bijinya dibakar dengan arang, lalu dioleskan di sekitar pusar untuk menyembuhkan diare. Selain itu kemiri sering juga digunakan sebagai obat luka dengan mengoleskan minyak yang didapat dari biji kemiri yang dibakar. Minyak kemiri sering juga dibuat sebagai bahan sampo dan penyubur rambut yang dibuat dari bahan minyak kemiri.

Kemiri Di Dalam Masakan

Selain itu, pohon kemiri ditanam untuk diambil bagian bijinya yang umum digunakan dalam berbagaai masakan Indonesia. Pada masakan di Pulau Jawa, kemiri dijadikan sebagai saus kental yang dimakan dengan sayuran dan nasi. Dalam masakan Padang kemiri banyak dipakai sebagai bahan rempah-rempah.

Di dalam masyarakat Batak di Sumatera Utara, buah kemiri juga dimanfaatkan dalam berbagai macam masakan. Khususnya dalam membuat sambal khasnya, dicampur dengan andaliman, cabe, bawang merah dan bawang putih digiling menghasilkan sambal khas Batak yang rasanya enak dan nikmat.

Sangat banyak manfaat dari pohon kemiri ini, sehingga banyak tumbuh ditanam di kawasan Danau Toba, selain manfaat dari buahnya juga berguna untuk reboisasi sehingga menghindari terbentuknya erosi dan lahan kritis. Selain itu poon ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena banyak manfaat dari buahnya.

 

 

Makna Penggunaan Ulos

Makna Penggunaan Ulos Batak

posted in: Art, Ethnic | 0

Makna penggunaan Ulos Batak yang merupakan kain tenunan khas Batak yang bentuknya seperti selendang memiliki arti penting dalam budaya Batak karena makna yang terkandung dalam benda ini, Makna ulos diungkapkan dalam bahasa Batak dengan “Ijuk pangihot ni hodongUlos pangihot ni holong“ yang artinya “ijuk adalah pengikat pelepah pada batangnya maka ulos adalah pengikat kasih sayang antara sesama“, bermakna sebagai suatu simbol persatuan, kasih sayang dan restu.

Leluhur suku Batak memiliki kepercayaan ada tiga sumber yang mampu memberi kehangatan, yaitu matahari dan apiserta satu lagi adalah ulos. Ulos merupakan sumber kehangatan yang paling dekat dengan kehidupan orang Batak, karena secara umum, ulos merupakan pemberi kehangat kepada tubuh dan melindungi dari terpaan udara dingin di lingkungan bangsa Batak yang pada umumnya berada pada daerah pegunungan yang berhawa dingin. Dalam perkembangannya ulos juga memiliki tempat sebagai pelengkpa dalam upacar-upacara adat dan menjadi simbol tingkat sosial dalam masyarakat, bahkan ulos juga dipercaya dan dianggap keramat yang memiliki kekuatan magis yang dapat memberikan perlindungan kepada pemakainya.

Motif dan bentuk kain ulos juga berkembang sesuai dengan penggunaannya dalam kehidupan masyarakat Batak terutama dalam upacara adat seperti kelahiran, pernikahan, kematian dan ritual adat lain. Sehingga ulos menjadi bagian dari kehidupan masyarakat batak, mulai dari upacara adat khusus maupun dalam kehidupan sehari-harinya.

Cara Penggunaan Ulos Batak

Ada tiga cara menggunakan ulos, yakni:

  1. Siabithonon atau ulos dipakai di badan

Contoh: Ragidup, Runjat, Djobit, Ragi Pangko, Sibolang, Simarindjanisi.

  1. Sihadangkonon atau ulos yang dililitkan pada bagian kepala pemakainya

Contoh: Sirara, Bolean, Surisuri, Sadum, Mangiring, Sumbat

  1. Sitalitalihononton atau ulos yang dililit di bagian pinggang

Contoh: Mangiring, Padangrusa, Tumtuman

Penggunaan Ulos Batak Berdasarkan Jenis Kelamin

  1. Ulos yang dipakai kaum laki-laki

Ande-ande adalah ulos di bagian atas

Singkot adalah ulos yang dipakai di bagian bawah

Tali-tali, bulang-bulang, sabe-sabe atau detar adalah ulos yang dipakai sebagai penutup kepala

Dalam keseharian laki-laki Batak menggunakan sarung tenun motif kotak, tali-tali dan baju berbentuk kemeja kurung hitam tanpa dengan alas kaki resmi.

  1. Ulos yang dipakai kaum wanita

Haen adalah ulos yang dipakai di bagian bawah.

Hoba-hoba adalah ulos untuk penutup punggung

Ampe-ampe adalah ulos yang dipakai sebagai selendang

Saong adalah ulos yang dipakai sebagai penutup kepala

Parompa adalah ulos yang digunakan untuk menggendong anak.

Pakain wanitas sehari-hari adalah kain blacu hitam dan baju kurung panjang berwarna hitam dengan saong atau ikat kepala.

Makna Penggunaan Ulos dalam kehidupan Adat Batak

Dalam ritual adat Batak ada bagian acara yang dikenal dengan “mangulosi”, maknanya adalah memberikan ulos yang dilakukan oleh seseorang kepada orang tertentu sebagai perlambang kehangatan dan kasih kepada yang menerima pemberian ulos tersebut. Pemberian ulos ini tidak bisa sembarangan karena ada adat yang mengaturnya, salah satunya adalah seorang anak tidak berhak memberikan ulos kepada orang tuanya sementara orang tua harus mau mengulosi anaknya.

Jenis ulos yang diberikan juga akan berbeda untuk tiap-tiap yang memberi dan kepada siapa akan diberikan. Pemberian ulos juga ditentukan oleh tingkat sosial penerima pemberian ulos tersebut.

Kopi Sidikalang

Kopi Sidikalang Yang Terkenal

posted in: Nature | 0

Kopi Sidikalang adalah salah satu komoditas yang sejak lama sudah dikenal di belahan dunia. Bahkan kopi dari daerah ini pernah menjadi kopi terbaik di dunia setelah kopi Brazil karena memiliki citra rasa dengan kualitas yang sangat tinggi. Aroma kopi dari Sidikalang ini sempat menyebar ke seluruh dunia dan kopi Sidikalang pada saat itu sangat dicari penggemar kopi dari berbagai negara Eropa.

Bagi penggemar kopi saat ini mungkin kurang mendengar nama kopi Sidikalang karena aroma kopi Sidikalang sudah memulai memudar seiring dengan waktu. Dimanakah asala kopi Sidikalang. Sidikalang adalah nama kota Kabupaten Dairi, yakni wilayah yang berada di nagian Barat Sumatera Utara, daerahnya berbatasan dengan Aceh Selatan di Bagian Barat, berbatasan dengan Kabupaten Tanah Karo di bagian Timur, berbatasan dengan Kabupaten Pakpak Bharat di bagian Barat. Kabupaten Pakpak Bharat adalah kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Dairi.

Daerah Sidikalang dan sekitarnya berada di jalur Bukit Barisan sehingga wilayahnya umumya berupa dataran tinggi. Di kabuoaten ini terdapat dua jenis tanaman kopi yang dibudidayakan yakni jenis kopi arabika dan kopi robusta. Perkebunan kopi Robusta luasnya hamper tujuh ribu hektar sedangkan kopi Arabika luasnya kurang dari enam ribu hektar. Produksi kopi pertahunnya skitar dua ribu enam ratus ton.

Belakangan ini produksi kopi dari daerah Sidikalang semakin menurun karena kebun kopi semakin ditinggalkan para petani di daerah ini. Karena banyak petani yang merasa harga jual kopi semakin tidak menarik sehingga beberapa petani mulai beralih ke pertanian komoditi lainnya. Banyak kebun kopi yang dirubah dengan menanam tanaman lain.

Namun aroma kopi Sidikalang tetap memiliki keunggulan sendiri sehingga tetap menjadi salah satu penghasil kopi di Sumatera Utara selain Lintongnihuta dan Mandailing. Selain namanya sudah pernah mendunia, kopi yang dihasilkan di daerah ini memang memiliki aroma dan rasa yang khas yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Dengan lokasi perkebunan kopi yang berada di dataran tinggi dan tanahnya yang memiliki kesuburan yang unik karena dataran tinggi di kawasan ini berada di dekat Danau Toba sehingga tanahnya terbentuk dari batuan hasil letusan gunung Toba yang merupakan letusan gunung api yang paling dahsyat sepanjang masa.

Khususnya kopi Arabika yang terbaik adalah kopi yang ditanam didataran tinggi dengan ketinggian lebih dari 1400 meter memiliki rasa yang istimewa dihasilkan dari daerah Sidikalang. Dengan udaranya yang sejuk dan kondisi curah hujan yang sangat cocok untuk tanaman kopi, maka daerah ini menghasilkan kopi yang kualitasnya tinggi sehingga digemari para pemburu kopi.

Perkembangan pertanian saat ini jua mulai meningkat lagi karena nilai jual kopi kembali bergairah seiring dengan semakin banyaknya penggemar minum kopi dan semakin menjamurnya kedai-kedi kopi atau café di berbagai kota di Indonesia bahkan di seluruh belahan dunia. Dan salah satu jenis kopi yang sangat digemari adalah kopi Sidikalang.

Culinary

Andaliman Atau Merica Batak Menjadi Bumbu Masakan Khas

posted in: Nature | 0

Andaliman adalah hasil tanaman hutan yang tumbuh di kawasan Danau Toba. Dari tumbuhan andaliman ini diambil buah yang tumbuh ditangkainya yang bentuknya seperti buah lada bulat bulat kecil. Buah kecil-kecil ini oleh masyarakat di sekitar Danau Toba dimanfaatkan sebagai bumbu masakan, khususnya masakan khas Batak.

Dalam bahasa Latin bumbu ini dikenal sebagai zanthoxilum acanthopodium merupakan sejenis bunga-bungaan yang termasuk dalam family citrus. Dalam wilayah Asia Timur dan Selatan dikenal sebagai szechuan peper dan oleh orang Batak yang tinggal di kawasan Danau Toba menyebutnya sebagai merica Batak.

Bumbu ini memberikan rasa sensasi yang khas pada masakan yang diberi sedikit bumbu andaliman ini. Berbagai masakan khas Batak menggunakan andaliman sebagai bahan khas sehingga masakan tersebut menjadi memiliki rasa yang lain dari yang lain. Masakan khas Batak yang umumnya menggunakan bumbu andaliman antara lain: arsik ikan mas, naniura, natinombur, saksang dan masih banyak jenis masakan lain.

Andaliman sering juga digunakan dalam membuat sambal, dan sambal yang diberi andaliman akan memberikan rasa pedas yang khas dan membuat rasanya menjadi istimewa. Selain memberi trasa yang sangat khas, ternyata tanaman ini juga memiliki manfaat lain karena kandungan di dalamnya.

Buah tumbuhan andaliman ini ternyata mengandung beberapa zat yang mengandung senyawa alkaloid dan juga mengandung atsiri. Zat-zat tersebut memiliki fungsi menjafi anti oksidan dan anti mikroba. Keduanya memiliki manfaat bagi kesehatan manusia. Selain itu andaliman juga memiliki kandungan vitamin yang cukup bagus antara lain vitamin C dan E.

Tanaman andaliman yang dikonsumsi masyarakat saat ini merupakan hasil pengumpulan dari hutan-hutan di sekitar kawasan Danau Toba. Dengan demikian dibutuhkan perjuangan dan tenaga ekstra untjk mendapatkannya dari hutan. Hal ini yang membuat harganya menjadi cukup mahal, namun peminatnya tetap banyak karena rasanya yang sangat khas.

andaliman
andaliman

Belakangan ini sudah mulai ada orang yang membudidayakan tanaman ini sehingga diharapkan lebih mudah untuk memperolehnya. Namun pengembangan pertaniannya masih sangat terbatas di kalangan tertentu.

Dengan kandungan zat yang bermanfaat bagi tubuh manusia serta rasanya yang memberi sensasi pada makanan dan membuat cita rasa masakan yang menggunakannya menjadi enak dan memiliki ciri khas maka permintaan akan andaliman semakin meningkat.

Ditambah lagi sudah beberapa perusahaan besar hang berminat menggunakan dan memasarkan tumbuhan ini sebagai zat bumbu yang khas dan memberi rasa yang enak membuat keberadaan tumbuhan ini menjafi sangat penting untuk dapat dibudidayakan.

Karena dengan permintaan yang semakin tinggi belakangan ini maka diperlukan upaya untuk meningkatkan hasil tanaman andaliman sehingga bisa memenuhi kebutuhan yang terus meningkat.

 

Tertarik untuk budidaya andaliman? Perlu dicoba.