Pemupukan Tanaman Kopi

posted in: Kebun Kopi | 0

Kebutuhan pemupukan dalam tanaman kopi ini ditentukan oleh 2 faktor utama,  yaitu:

  1. Pengambilan hara oleh tanaman dari dalam tanah
  2. Persediaan kandungan hara dalam tanah.

A. Pengambilan Hara

Tanaman kopi ini mengambil hara dari dalam tanah untuk pertumbuhan vegetatif dan juga untuk pertumbuhan buah. Pertumbuhan vegetatif ini sama pentingnya dengan pembuatan buah, karena buah kopi ini hanya terbentuk oleh cabang-cabang lateral yang merupakan produk pertumbuhan vegetatif.

Sedangkan pengambilan hara dari tanaman kopi ini sangat berbeda-beda dan menurut jenis kopi itu sendiri. Kebutuhan pengambilan hara oleh panen 1 ton kopi biji per hektar/tahun adalah sebagai berikut:

Tabel 2: Kebutuhan Pengambilan Hara Tanaman Kopi

 Pemupukan Tanaman Kopi

Kebutuhan Pengambilan Hara Tanaman Kopi

Pengambilan tersebut belum termasuk kebutuhan untuk pertumbuhan vegetatif, yang justru lebih besar jumlahnya. Apabila kebutuhan ini juga diperhitungkan, maka hara mineral yang diambil oleh kopi jenis Robusta dari areal 1 hektar selama setahun adalah sebagai berikut:

Pemupukan Tanaman Kopi

Jumlah tersebut adalah setara dengan 672 Kg pupuk yang terdiri dari Urea, DS, dan ZK seperti yang disebutkan diatas.

B. Persediaan Hara dalam Tanah

Praktis semua wilayah kebun-kebun kopi di Jawa Tengah maupun Jawa Timur memiliki kandungan N yang rendah sekali. Disamping kekuranagn N ada juga daerah-daerah yang kekurangan P, K, atau Mg, misalnya saja daerah:

  1. Daerah pegunungan Kendeng Selatan (Jawa Timur), kekurangan NPMg
  2. Daerah Semeru Selatan dan Kawi; kekurangan NK
  3. Daerah Jawa Timur dan Ungaran Jawa Tengah; kekurangan NPK

Keadaan tanah cukup berbeda-beda, bahkan dalam satu kebun sekalipun. Maka karena itulah untuk mengetahui kebutuhan pemupukan diperlukan analisa tanah dan analisa daun, yang sedapat mungkin dilengkapi dengan percobaan lapangan.

C. Manfaat Pemupukan

  1. Perbaikan Kondisi Tanaman

Tanaman yang dipupuk secara optimal dan teratur maka akan memiliki daya tahan yang lebih besar, dengan demikian maka tidak mudah dipengaruhi oleh keadaan yang ekstrim. Misalnya; kekurangan air karena musim kemarau yang terlalu panjang, temperatur tinggi atau rendah, pembuahan terlalu lebat dan sebagainya.

  1. Peningkatan Produksi dan Mutu

Dalam tahun pertama maka pemupukan akan lebih banyak berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif. Sebab cabang-cabang menjadi lebih banyak. Walaupun dalam tahun pertama produksi belum banyak meningkat, tetapi pemupukan telah memberikan keuntungan besar, yaitu:

  1. Biji kopi menjadi lebih besar dengan mutu yang lebih baik;
  2. Rendaman atau uitivering lebih tinggi, sehingga biaya pemetikan relatif lebih murah

Efek pemupukan ini pengaruhnya terhadap produksi pada umumnya baru terjadi pada tahun  kedua setelah pemupukan.

  1. Stabilisasi Produksi

Tanaman kopi ini bersifat biennial bearing, yang artinya suatu saat akan panen tinggi dan kemudian akan panen rendah. Pada tahun panen rendah, biasanya akan menurun 40% dibandingkan dengan panen sebelumnya (panen tinggi). Apalagi kalau makin buruk kondisi tanaman, maka akan makin buruk pula penurunannya. Namun kalau tanaman yang dipupuk secara optimal, maka biasanya hanya akan mengalami penurunan sebesar 20%, hingga dengan demikian maka produksi agak bisa setabil.

D. Jenis dan Dosis Pemupukan

Pupuk itu dibagi menjadi 2 golongan, yaitu pupuk tunggal (single fertilizer) dan pupuk majemuk (compound fertilizer). Pupuk tunggal itu hanya mengandung satu jenis unsur hara, yaitu N,P, atau K. Sedangkan kalau pupuk majemuk mengandung lebih dari satu unsur hara dalam berbagai kombinasi.

Bila saja mengandung NK, NP, NPK, dan NPKMg, dan lain sebagainya. Pupuk majemuk ini mempunyai beberapa kelebihan kalau dibandingkan dengan pupuk tunggal.

Akan tetapi sayangnya sekarang kebanyakan pupuk majemuk yang beredar di pasaran bebas tidaklah sesuai dengan pupuk untuk jenis tanaman kopi. Lebih-lebih pada daerah-daerah tertentu. Misalkan saja untuk jenis tanah yang hanya memerlukan N, pemberian P atau K baik secara sendiri-sendiri atau pun dikombinasikan dengan N tetap saja tidak akan memberi efek menguntungkan. Sebab pemberian pupuk yang salah itu bukannya saja tidak efektif, akan tetapi sering kali juga bahkan menurunkan produksi. Hal itu karena tanaman kopi sendiri kurang mempunyai daya serap selektif pada pemberian pupuk yang tidak seimbang.

Disamping itu, semua dosis juga sangat penting. Dosis yang diberikan kalau terlalu kecil dan kurang, maka sama saja dengan tidak akan memberikan keuntungan. Demikian juga kalau terlalu tinggi memberikan dosis harus pula didasarkan pada asil analisa tanah, daun dan juga harus dilakukan percobaan-percobaan terlebih dulu baik atau tidak hasilnya.

Berikut tabel dosis sementara yang lazimnya dipakai untuk pemupukan kopi, untuk dosis  per pohon tiap tahunnya:

Tabel 3: Dosis Pemupukan Tanaman Kopi (Pohon Per Tahun)

 

Dosis Pemupukan Tanaman Kopi (Pohon Per Tahun)

E. Saat Pemupukan

Saat pemupukan ini haruslah kita sesuaikan dengan kebutuhan tanaman, dan juga iklim. Biasanya yang lazim dilakukan sebagai berikut:

Waktu dan Dosis Pemupukan:

F. Efisiensi Pemupukan

Pemupukan hanya bisa menguntungkan dan efektif bila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

PENGATURAN NAUNGAN:

Naungan diatas kopi itu harus seminim mungkin dan sebaliknya naungan diatas tanah harus semaksimal mungkin. Sebab pemupukan itu tidak akan banyak berpengaruh terhadap kenaikan produksi kalau keadaan gelap.

Namun harus pula diingat kalau pengurangan naungan ini haruslah dilakukan dengan cara bertahap. Tanaman yang baru saja dipupuk, jangan dulu terlalu banyak dikurangi naungannya. Dengan demikian maka tanaman tersebut akan lebih banyak memperoleh kesempatan memperbaiki kondisi vegetatifnya.

Hingga dengan demikian maka produksi tahun berikutnya akan meningkat. Juga akan memiliki cadangan-cadangan hara untuk mencegah terjadinya overbearing dan die back.

PEMANGKASAN:

Pupuk hendaknya baru diberikan setelah tanaman dipangkas. Hal ini untuk menghindarkan supaya sebagian hara tak terbuang bersama pemangkasan wiwilan dan cabang-cabang sewaktu dipangkas. Tanaman yang dipupuk maka akan mengeluarkan wiwilan lebih banyak. Pupuk ini hanya akan memberi efek maksimal apabila wiwilan dipangkas sekecil mungkin. Maksudnya semuda mungkin.

PERLAKUAN TANAH:

Teras ada tanah-tanah yang letaknya miring haruslah kita pelihara. Dengan demikian maka pupuk tidak mengalir terbuang karena erosi. Juga pengairan harus kita perbaiki. Jangan sampai ada rumpai disekitar pohon paling sedikit antara 1-3 bulan sejak pemberian pupuk. Perlu diketahui kalau pupuk N ini sebulan saja telah habis terserap. Akan tetapi untuk pupuk K dan P akan habis dalam waktu antara 2 sampai 3 bulan.

G. Cara Pemberian Pupuk

Pupuk akan kita berikan pada lingkar piringan pohon. Tentu saja setelah kita pacul dengan secara pelan dan kita buat parit. Kalau kita mempergunakan pupuk urea hendaknya dibenamkan ditanah supaya tidak hilang menguap. Kalau pupuk itu menguap maka akan sia-sia kita memberikannya, sebab tak akan memberikan hasil keuntungan buat kita.

Sumber:bercocok-tanam-kopi.blogspot.co.id

Naungan Tanaman Kopi

posted in: Kebun Kopi | 0

Naungan ini sebenarnya hanya diperlukan bagi tanaman kopi yang ditanam di daerah-daerah yang kurang subur. Sebab tanaman kopi sendiri sebenarnya bisa ditanam tanpa naungan. Dalam hal ini, yang dimaksud dengan daerah-daearah yang kurang subur adalah pada daerah yang kering apabila kita menanamnya di perkebunan. Disamping itu juga, kalau semakin baik tanaman kopi tersebut, maka semakin tidak perlu kita mempergunakan naungan.

Sebab kalau terlalu gelap maka respon terhadap pemumupukan akan berkurang.

Kebaikan maupun keguanan pohon naungan adalah sebagai berikut:

  1. Mengurangi penyinaran langsung, hingga dengan demikian maka humus tidak akan cepat hiang;
  2. Mengurangi erosi;
  3. Mencegah embun upas (frost) pada daerah0daerah tinggi;
  4. Sebagai bahan sumber organik;
  5. Megurangi pertumbuhan rumpai;
  6. Sumber bahan bakar, ini diperlukan nanti pada saat pengeringan kopi.

Keburukan maupun dampak negatif adanya pohon naungan:

  1. Saingan air dan zat hara tanah;
  2. Mengurangi rangsangan pembuangan;
  3. Perlu pemeliharaan dan pengaturan;
  4. Kadang-kadang menjadi inang hama dan penyakit

Oleh karena itulah maka pohon pelindung atau naungan ini harus memenuhi beberapa syarat, anatara lain adalah:

  1. Berakar dalam, ini untuk memperkecil saingan air dan zat hara;
  2. Mudah diatur secara periodik agar tidak menghambat pembuangan;
  3. Tidak menjadi tanaman inang hama atau penyakit kopi;
  4. Termasuk jenis leguminosa;
  5. Menghasilkan banyak bahan organik;
  6. Menghasilkan banyak kayu bakar yang baik dalam arti nilai bakarnya tinggi.

Lalu kegunaan dari pohon pelindung sementara dan pohon pelindung tetap itu adalah, bahwa pohon pelindung sementara dipergunakan untuk memberi naungan kepada tanaman kopi seblum pohon pelindung tetap dapat berfungsi dengan baik.

Beberapa jenis pohon pelidung sementara yang baik buat tanaman kopi adalah:

  1. Flemingia Congesta;
  2. Leucaena Glauca;
  3. Crotalaria Anaggyroides;
  4. Crotalaria Usaramoensis;
  5. Tephrosia Candida;
  6. Tephrosia Vogelii;
  7. Desmodium Gyroides;
  8. Acacia Villosa

Acacia Villosa ini baik sekali ditanam ditempat-tempat yang sukar ditumbuhi oleh lamtoro. Sedangkan untuk daerah-daerah nematoda, hendaknya kita pakai saja Crotalaria dan kalau untuk tempat yang tempatnya tinggi dan lebih dari 1000meter dpl, sebaiknya memang dipakai jenis Tephrosia karena akan cepat tumbuh.

Kemudian kalau untuk pohon naungan atau pohon pelindung yang tetap biasanya akan digunakan:

  1. Lamtoro atau Leucaena Glauca;
  2. Dadap/Erythrina Subumbrans dan Dadap Serep atau E. Mocropteryx;
  3. Sengon.

Akan tetapi kalau untuk perkebunan maka praktis pemakaian dadap tidak diperguakan. Hal ini disebabkan karena pohon dadap memiliki tajuk yang sukar untuk diatur serta banyak mengalami serangan hama dan penyakit. Selain itu, Pohon Dadap juga dinilai tidak memberi menjadi kayu bakar yang baik dan tidak bernilai tinggi.

Kemudian kalau sengon ini hanya dipakai di daerah-daerah tinggi yang ketinggiannya lebih dari 1000 meter sampai dengan 1500 meter, sebab di daerah-daerah tersebut Pohon Lamtoro akan tumbuh dengan lambat.

A. Pengaturan Pohon Naungan/Pelindung

Untuk pengaturan pohon pelindung yang tetap, dilakukan melalu pemangkasan. Adapun tujuan pengaturan pohon pelindung ini terutama untuk:

  1. Memberi cahaya matahari;
  2. Untuk merangsang pembentukan rimordia bunga
  3. Primordia bunga terbentuk pada akhir musim penghujan dan awal kemarau antara bulan April, Mei, dan Juni.
  4. Mempermudah peredaran udara dalam pertanaman;
  5. Bila cabang pohon pelindung  terlalu rendah dan rimbun, udara akan sukar beredar.
  6. Peredaran udara penting untuk penyerbukan, terutama sekali bagi tanaman kopi jenis robusta yang memerlukan penyerbukan bersilang.
  7. Mengurangi kelembaban udara selama musim penghujan;
  8. Bila terlalu lembab, maka akan mengakibatkan banyak buah yang gugur. Biasanya akan mencapai 20 – 30 persen.
  9. Untuk mencegah agar pertumbuhan cabang-cabang primair tidak lemah.

B. Pemangkasan Pohon Pelindung

Untuk pohon pelindung ini harus kita usahakan agar cabangnya paling rendah adalah dua kali dari pohon kopi itu sendiri. Sehingga dengan  demikian maka semakin tinggi pohon kopi tersebut, semakin tinggi pula cabang pohon pelindung itu kita pangkas.

Pengaturan Pemangkasan:

Pemangkasan ini dilakukan pada awal musim penghujan, adapun caranya adalah memotong batangnya, pemotongan ini dilakukan 50% dari jumlah pohon naungan. Pemenggalan ini dilakukan dengan secara bergiliran setiap tahunnya. Ini bisa dilakukan secara larikan atau silangan. Kalau pelindung untuk tanaman kopi jenis Robusta sambungan atau klonal maka pemangkasan pelindungnya dipangkas secara silangan. Hal ini untuk mengarahkan dan mendorong angin supaya memotong barisan klon yang berlainan.

 

Gambar: Contoh Pengaturan Pemangkasan

Pengaturan ini kalau tidak kita gunakan sistem pemenggalan, kita juga bisa mempergunakan sistem rempesan, artinya, kalau pada musim penghujan maka akan banyak cabang-cabang yang tumbuh, maka pada akhir musim penghujan cabang-cabang tersebut akan di rempe (dipotong), ini untuk merangsang pembentukan Primordia bunga kopi. Rempesan ini terutama ditujukan pada pohon-pohon yang tidak dipenggal, namun juga pada pohon-pohon yang telah dipenggal pada awal musim penghujan. Itupun kalau pertumbuhan cabangnya terlalu banyak.

C. Penjarangan

Apabila tanaman kopi telah menutup dengan pertumbuhan yang baik. Sehingga dapat memberi perlindungan satu dengan lainnya maka jumlah pohon pelindung dapat diperpanjang.

Intensitas penjarangan ini tergantung dari jenis pohon naungan dan sistem jarak tanam kopi. Untuk mengatasi kemungkinan-kemungkinan diluar perhitungan, penjarangan ini dapat dilakukan dengan memotong lamtoro pada tinggi kurang lebih 1 metr. Hal ini dilakukan bahwa nantinya kalau dalam keadaan darurat masih bisa ditumbuhkan lagi.

 

Gambar : Tinggi Percabangan Pohon Pelindung Tanaman Kopi

Sumber:bercocok-tanam-kopi.blogspot.co.id

Penanaman Kopi

Penanaman Kopi

posted in: Kebun Kopi | 0

Untuk biasanya kita mulai menanam kopi, maka sebelumnya harus mempersiapkan 2 hal. Adapun yang pertama ialah menyiapkan bahan tanamannya dan yang kedua mempersiapkan areal tanahnya.

Untuk persiapan bahan tanamannya, kita memerlukan:

  1. Penyediaan benih/ untuk  bibit atau batang bawah;
  2. Penyemaian benih;
  3. Pembibitan.

Kemudian persiapan areal tanah, ini bisa dilakukan dari tanah yang berasal:

  1. Tanah bukaan baru (hutan cadangan);
  2. Tanah bukaan ulangan (dari kopi ke kopi);
  3. Tanah rotasi, yang artinya dari tanaman lainnya ke kopi dengan secara bergantian;
  4. Tanah konservasi, dengan arti kata dari tanaman lain ke kopi dengan secara permanen.

Lalu setelah kita mendapatkan tanah tersebut, maka entah mana yang kita pergunakan, maka kita harus memikirkan persiapannya yaitu:

  1. Persiapan tanah (pembukaan, pengolahan, teras dan lain-lain);
  2. Penanaman tanaman pelindung/ naungan. Ini termasuk juga bahan tanaman, lubang, acir dan lain-lainnya;
  3. Pembuatan lobang tanaman, yang meliputi acir, buka tutup lobang.

Adapun cara mengadakan/ membuat persiapan-persiapan diatas itu adalah sebagai berikut:

A. Penyediaan Benih

Untuk mendapatkan benih yang baik, maka kita harus mencari biji kopi dari pohon yang baik dan dipilih yang telah kering serta masak dan sudah tentu dari klon-klon tertentu yang kita kehendaki.

Kita juga harus menghindarkan biji-biji yang berlubang atau terserang bubuk, juga biji yang tidak normal, baik itu terlalu kecil maupun terlalu besar.

Lalu biji-biji tersebut kita kupas, baik itu dengan mempergunakan tangan maupun kaki, boleh juga memakai handpulper, asal saja kita bisa menjaga betul-betul agar kulit tanduk tidak rusak. Jadi yang dibuang hanya kulit dan daging buah.

Setelah kita mendapat biji yang ada tanduknya, maka biji tersebut harus kita hilangkan lendirnya hingga bersih. Cara menghilangkan lendir itu dengan jalan digosok oleh abu dapur lalu dicuci dengan air. Setelah itu biji tersebut kita angin-anginkan, tapi jangan dijemur dibawah sinar matahari. Lamanya kita mengangin-anginkan biji tersebut kurang lebih tiga hari.

Setelah itu kita mengadakan penyortiran lagi. Biji yang pecah ataupun masih ada yang kurang baik entah itu berbubuk ataupun tidak normal, harus kita buang.

Begitu benar-benar mendapatkan bibit yang baik, barulah biji-biji itu boleh kita semaikan di persemaian. Akan tetapi kalau waktu persemaian belum tiba, biji-biji tersebut dapat kita simpan.

Cara Penyimpanan Benih Kopi

Cara penyimpanan biji atau benih tersebut ada caranya tersendiri. Sebab kita harus menjaga dan mempertahankan kadar air agar tidak cepat menurun. Juga benih tersebut jangan sampai terserang penyakit bubuk.

Kalau akan disimpan dalam waktu yang cukup lama, maka bibit-bibit tersebut terlebih dahulu harus di desinfeksi. Desinfeksi terhadap bubuk buah dilakukan dengan fungisasi, dengan mempergunakan minyak terpentin. Untuk keperluan tersebut maka kita membutuhkan blek atau peti kayu, yang biasanya mempunyai ukuran 50x50x50cm dan dapat ditutup rapat.

Benih kopi tersebut ditebarkan berlapis-lapis hingga tebalnya 5cm, diatas kain lap yang terlebih dahulu telah kita beri terpentin dengan dosis 1cc per 100cm persegi – dari luas kain lap. Jadi kalau saja luas lap itu 50x50cm persegi sama dengan 2500cm persegi. Makaa masing-masing lap harus diberi 25cc minyak terpentin. Setelah itu peti harus ditutup rapat-rapat.

Desinfeksi itu berlangsung selama 3×24 jam dan setelah itu benih-benih tersebut dikeluarkan dari dalam peti serta diangin-anginkan lagi selama 3 jam, hal ini untuk menghilangkan bau minyak terpentin itu sendiri.

Setelah diangin-anginkan maka benih tersebut di campur degan serbuk arang yang dibasahi dengan air. Adapun perbandingan yang ideal adalah:

–        3 Kg benih kopi

–         1 Kg serbuk arang

–        150 cc air

Caranya serbuk arang dibasahi dulu dengan air hingga merata, kemudian barulah dicampurkan dengan benih-benih kopi. Setelah itu semuanya maka benih kopi tersebut dimasukkan ke dalam karung goni. Untuk menyimpannya carikanlah tempat yang gelap dan sejuk.

Lebih baik lagi kalau karung-karung benih tersebut diletakkan diatas rak yang dibawahnya ada tempat yang diisi dengn air. Hingga dengan demikian maka kelembaban udara +90 persen dengan temperatur antara 25 sampai 26 derajat Celsius. Dengan cara ini maka benih-benih kopi tersebut dapat disimpan selama 6 bulan dengan daya tumbuh sebesar 70 sampai 80 persen.

B. Persemaian

Untuk mendapatkan persemaian yang baik, maka hendaknya dibuat pada tempat yang:

  1. Tidak mengandung nematoda atau cendawan akar;
  2. Mempunyai drainase yang baik;
  3. Dekat dengan sumber air atau penyiraman;
  4. Terlindung dari gangguan hewan (bekicot, ternak, dll);
  5. Dekat ketempat pembibitan;
  6. Mudah diawasi;
Persemaian Tanaman Kopi

Tanah harus kita cangkul +30 cm lalu kita bersihkan dari sisa-sisa akar maupun kerikil yang ada. Setelah itu dibuat dengan lebar 80 cm untuk bedengan. Untuk lapisan atas, tanah itu kita beri pasir setebal 5cm. Atas dari bedengan tersebut kita beri atap sebagai pelindung dari hujan dan terik matahari. Sebelum kita menyemai bibit maka tanah bedengan itu harus terlebih dahulu kita siram. Cara menanmkannya, benih kopi dibenamkan dengan permukaan yang datar terletak dibawah, hingga punggungnya terletak ½ cm dari permukaan bedengan.

Setiap hari bedengan ini harus disiram dengan air secukupnya, akan tetapi tidak boleh sampai tergenang air. Kemudian yang peru kita perhatikan, jangan sampai kita mengambil air yang mengalir dari selokan melalui komplek-komplek nematoda untuk menyiram bedengan tersebut.

Setelah kurang lebih 5 sampai 6 minggu, maka biji kopi tersebut telah mencapai suatu stadium yang dinamakan stadium serdadu. Yaitu dimana hypocotyl telah tegak lurus, panjangnya + 8cm, dengan cotyledon/ daun lembaga yang masih terbungkus dari sisa-sisa endosperm dan endoscarp/ kulit tanduk, yang semuanya telah retak.

Didalam stadium ini akar akan bertambah anjang, akan tetapi sebaliknya memang tinggi hypocotyl tidak akan berubah. Baru kemudian kurang lebih 406 minggu lagi cotyledon menjadi terbuka dan ini dinamakan stadium kepelan.

Setelah mencapai stadium kepelan, bibit harus segera dipindahkan ke pembibitan. Pemindahan ini haruslah kita lakukan dengan mempergunakan solet bambu, hingga dengan demikian maka akan dapat menghindarkan putus akar. Kalau kita tahu bahwa ada akar tunggang yang bengkok, maka kita harus memutusnya, hal itu kita lakukan supaya nanti dalam pembibitan tumbuhnya tidak terlambat. Kalau ada kepelan yang rusak atau terlalu kecil maka sebaiknya tidak perlu kita pakai. Namun Apabila kita memerlukan waktu yang cepat, benih dapat juga ditanam setelah kulita tanduknya dikupas.

C. Pembibitan

Untuk pemilihan tempat buat pembibitan ini adalah sama dengan persemaian. Sebaiknya memang kita carikan tempat yang subur dan tidak berbatu, banyak humus dan cukup datar. Tanah yang bekas timbunan abu dapur tidak boleh kita pakai, karena tanah yang demikian ini memiliki pH yang terlalu tinggi. Pengolahan tanah harus lebih dalam. Sebaiknya buat saja 2 kali lipat dari persemaian, yaitu+60cm. Hal itu karena bibit akan lama ditempat pembibitan ini, kurang lebih 6 bulan minimalnya. Lalu tempat itu sendiri harus benar-benar bersih dari sisa-sisa akar.

Bedengan dibuat antara 100-120cm lebarnya. Sedangkan untuk tingginya antara 10-15cm, untuk panjangnya kita sesuaikan dengan keadaan. Kemudian kalau kita akan mempergunakan naungan alam, maka baiknya yang dipakai adalah Lamtoro, dan penanaman Lamtoro itu sendiri dilakukan kurang lebih 1 sampai 2 tahun sebelumnya. Namun sebaiknya memang kita mempergunakan naungan buatan saja, karena dengan demikian maka kita dapat mengatur dengan lebih teliti.

Bibit kepelan ini ditanam di pembibitan pada jarak 20x20cm, 20x25cm, atau 20x30cm, ini apabila akan disambung. Lubang tanaman kita buat dengan tugal, diameternya 5cm sedalam 10cm. Bedengan harus disiram supaya tetap lembab serta selalu dibersihkan dari rumpai (weeds). Juga sekali-kali perlu didangir.

Bibit Kopi di dalam Bedengan

Sebaiknya memang diberi pula muleh berupa potongan-potongan kecil daun alang-alang atau pun jerami. Lalu setiap dua bulan sekali perlu diberi pupuk ZA dengan dosis 20gr per meter persegi. Akan tetapi sebelum dipupuk, rumpai harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelahnya harus kita siram. Beberapa minggu sebelum dipindahkan kepenanaman maka sedikit demi sedikit naungan harus dikurangi, hal ini dilakukan karena untuk melatih dan menyesuaikan dengan kondisi di petanaman.

Bibit itu dapat dipindahkan kepetanaman setalah berumur 6-8bulan berada di pembibitan. Namun Ada kalanya juga bibit harus ditanam lebih lama di pembibitan, karena penanamannya harus menunggu musim penghujan tiba. Kalau hal itu sampai terjadi, maka untuk mencegah bibit jangan sampai terlalu besar dan berbentuk cabang, yaitu apabila bibit akan ditahan selama 1-2 tahun, maka dapat ditempuh dua cara, yaitu dengan pemotongan daun dan atau penunggulan.

Untuk pemotongan daun ini hendaknya kita lakukan mulai dari bibit tersebut mempunyai 3-4 pasang daun. Daun kita potong 2/3 bagian, hingga tinggal 1/3nya. Kemudian juga nanti kalau tumbuh daun-daun yang baru, juga kita potong. Terus hingga sampai bibit tersebut kita pindahkan kepenanaman.

Sedangkan cara kedua atau penunggulan, ini biasanya dilakukan 2-4 bulan sebelum bibit dipindahkan kepenanaman. Bibit dipotong miring pada ketinggian 30-40cm, yaitu pada batas kayu berwarna cokelat dan hijau.

Apabila bibit akan disambung pemotongan daun tiak boleh dilakukan, karena ruas-ruasnya akan terlalu pendek, hingga dengan demikian maka penyambungan akan mengalami kesukaran.

Bibit telah bisa disambung setelah berusia 10-12 bulan di pembibitan. Pemindahan bibit kepenanaman ini dilakukan di musim penghujan dalam bentuk:

  1. Pencabutan/ untuk jenis akar yang terbuka
  2. Putaran/ untuk jenis akar yang terbungkus tanah

Lalu kalau kita akan mempergunakan suaman, maka sebaiknya yang kita pakai adalah yang putaran. Sebab hal itu untuk mengatasi stagnasi pertumbuhan di petanaman. Untuk mempermudah pemindahan maka bedengan perlu disiram sehari sebelumnya. Kita pun harus menjaga agar akar jangan sampai terputus. Akar tunggang yang terlalu panjang pun harus kita potong. Rata-rata panjang bibit muda yang lebih kecil dari 1 tahun adalah 20cm dan untuk bibit tua yang lebih besar dari 1 tahun panjangnya 35cm. Juga pada biit tua ini, akar samping juga perlu dipotong15cm dari sumbu batang.

D. Pertanaman

Setelah persiapan areal tanah itu beres semua, maka kita harus mengatur jarak tanam. Untuk jarak tanam-tanaman kopi ini ada metodenya sendiri-sendiri. Yaitu jaraknya tergantung dari masing-masing jenisnya, kesuburan dari tanah dan iklim yang ada. Untuk jenis kopi Robusta, ini memerlukan jarak tanam yang lebih lebar bila dibandingkan dengan jenis kopi Arabika. Demikian juga bila tanah-tanah yang lebih subur atau mempunyai iklim yang lebih basah, maka memerlukan jarak tanam yang lebih renggang.

Jarak yang lazimnya dipakai juga dianggap baik adalah sebagai berikut:

 

Jarak Penanaman Tanaman Kopi

Keterangan:

Pada jarak tanam pagar dengan pagar ganda arah barisan adalah utara selatan. Kemudian pada tanah yang miring maka arah barisan kita sesuaikan dengan sabuk gunung. Disamping jarak tanam seperti tersebut, juga dipakai jarak tanam sementara yang lebih sempit kemudian nantinya diperlebar melalui penjarangan. Misalnya saja 2×2 meter, kemudian dijarangkan menjadi 2×4 meter atau kemudian menjadi 2x2x4, pagar berganda.

Penanaman tanaman naungan/pelindung haruslah kita tanam lebih kurang 1 atau 2 tahun sebelum tanaman kopi dipindahkan ke petanaman. Kemudian untuk jarak tanaman naungan ini pun harus kita sesuaikan dengan jarak tanam kopi yang akan kita pergunakan.

Tanaman pelindung ini dapat kita bagi menjadi dua macam, yaitu tanaman pelindung sementara dan tanaman pelindung tetap. Untuk jenis tanaman naungan sementara ini misalnya Flemingia Congesta dan ditanam dengan barisan arah utara ke selatan.

Untuk tanaman tetap dan tanaman naungan sementara ini dapat ditanam bersamaan. Kemudian setelah pohon naungan tetap tumbuh besar, maka pohon naungan sementara dapat kita pangkas sedikit demi sedikit.

Pada jarak tanam pagar dan pagar berganda, naungan sementara dapat dipertahankan lebih lama. Hal itu lalu bukan lagi sebagai naungan akan tetapi berganti fungsinya sebagai sumber bahan muleh dan ini harus dipangkas setiap 2 sampai 3 bulan sekali.

Kemudian setelah pohon kopi itu sendiri mulai menutup, maka pohon naungan tetap harus kita perjarang. Ini harus dilakukan dengan cara bertahap hingga nanti akhirnya kita akan mendapatkan perbandingan 1 banding 2 atau 2 banding 4.

Untuk mencari perbandingan yang mana yang harus kita pakai, maka ini tentu saja tinggal menyesuaikan dengan tempat perkebunan kopi kita sendiri. Bila tanahnya memang kecil, maka kita ambil perbandingan yang kecil dan juga demikian dengan sebaliknya.

Namun itu semua hanyalah dipakai di daerah perkebunan yang datar. Bila ditanah yang miring maka naungan harus ditanam di bagian sebelah luar dari teras.

 
 Pola Penanaman Pohon Naungan

Sistem Segi Empat dan Pagar

 

Pola Penanaman Pohon Naungan Sistem Pagar Ganda

 

 

 Tanaman Kopi pada Teras untuk Tanah Miring

E. Pembuatan Lubang Tanaman

Pembuatan lubang pada tanaman kopi ini, sebenarnya lamanya ditentukan oleh struktur tanah yang akan kita tanami. Sebab makin berat struktur tanahnya, maka akan semakin awal kita membuat lubangnya. Namun biasanya dibuat kurang lebih antara 3 – 6 bulan sebelum kita mulai menanam di petanaman.

Juga yang paling baik ialah pembuatannya diakhir musim penghujan. Hingga dengan demikian maka keadaan tanahnya masih basah. Kemudian sambil menunggu musim tanam, yaitu pada awal musim penghujan berikutnya (+6 bulan) , lubang tersebut kita isi dengan bahan-bahan organik.

Untuk idealnya ukuran lubang tersebut akan kita buat 0,4×0,4×0,4 meter; atau paling lebar dan dalam adalah 1x1x1 meter. Hal ini juga tergantung dari struktur tanahnya, sebab pada struktur tanah yang berat, maka lubang harus kita buat lebih besar lagi, dengan demikian maka akan lebih banyak kita isi dengan bahan-bahan organik.

Lalu untuk tanah-tanah yang mempunyai lapisan kerikil atau padas, maka pembuatannya harus diperdalam. Hal ini untuk menggempur padas dan kerikil sehingga kelak akar tanaman kopi dapat tumbuh dengan baik.

Kemudian untuk tanah-tanah yang tidak mempunyai lapisan padas maupun kerikil, maka pembuatan lubang berkisar 0,6×0,6×0,6 meter, sudah cukup baik. Pembuatan lubang ini, tanah lapisan atas dan lapisan bawah harus dipisahkan.

2 atau 4 minggu setelah kita mau menanam, maka lubang tersebut hyarus telah kita tutup lagi dengan mempergunakan tanah yang bagian atas dan dicampur dengan kompos.

F. Penanaman

Sebaiknya penanaman kopi ini kita lakukan pada waktu musim penghujan. Hingga dengan demikian maka kalau kita memerlukan penyulaman bisalah diselesaikan pada musim itu juga.

Kemudian yang harus kita perhatikan, usahakanlah supaya akar kopi tersebut tidak mengelompok di suatu daerah saja, akan tetapi harus terpencar dan melebar dalam lubang. Kemudian permukaan lubang tidak boleh cekung namun sebaliknya harus cembung (tanahnya methuthuk dalam bahasa jawanya).

Sumber:bercocok-tanam-kopi.blogspot.co.id

Tanaman Pelindung

Manfaat Tanaman Pelindung pada Budidaya Kopi

posted in: Kebun Kopi | 0

Tanaman kopi (Coffea sp. ) merupakan salah satu tanaman perkebunan yang dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada berbagai daerah dengan berbagai ketinggian tempat. Untuk daerah dataran rendah sampai menengah dapat diusahakan jenis kopi robusta sedang pada derah dataran tinggi digunakan jenis kopi arabika.

Dalam budidayanya, tanaman kopi memerlukan tanaman pelindung untuk mengurangi intensitas matahari yang sampai di kanopi daun, karena tanaman ini tidak dapat tumbuh dengan baik apabila diusahakan pada areal yang terbuka. Berbagai jenis tanaman pelindung telah banyak dikenal oleh pekebun kopi, diantaranya adalah: tanaman gamal, lamtoro, dadap, suren dan lain sebagainya.

Tanaman kopi juga dapat digunakan sebagai tanaman sela diantara tanaman tahunan lainnya yang dapat difungsikan sebagai tanaman pelindung seperti kayumanis, karet, kelapa, damar, belimbing, keluwak dan lain-lainnya dengan mengatur jarak dan sistem tanam yang akan digunakan untuk menanam tanaman kopi (Gambar 1.).

Polatanam Keluwak + kopi (A), belimbing + kopi (B) dan damar + kopi (C)

Respon pertumbuhan dan perkembangan tanaman kopi terhadap tanaman pelindung ini sangat nyata. Pada pertanaman kopi yang diusahakan di tempat terbuka tanpa menggunakan tanaman pelindung pertumbuhannya akan sangat lambat, warna daunnya kekuningan, tanaman cenderung tumbuh kerdil yang ditandai dengan semakin pendeknya panjang antar cabang produktif, pembungaan lebih lambat, produksinya juga akan lebih rendah karena cabang produksinya lebih pendek jika dibanding dengan tanaman kopi yang budidayanya menggunakan tanaman pelindung.

Sebaliknya, apabila tanaman pelindungnya terlalu rimbun tanaman kopi akan mengalami pertumbuhan yang kurang baik yang ditandai dengan daun berwarna hijau gelap, melebar dan lebih tipis dengan jumlah daunnya juga berkurang (Gambar 2).

Oleh karena itu dalam budidaya tanaman kopi penggunaan tanaman pelindung yang sesuai dengan kebutuhan sinar matahari untuk tanaman kopi sangat diperlukan sehingga diperoleh pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang baik.

 

Tanaman kopi tanpa pelindung (A), dengan pelindung (B), pelindung terlalu rapat (C)

 

Hasil observasi terhadap parameter vegetatif tanaman kopi Kartika-1 umur 10 bulan setelah tanam yang ditanam dengan menggunakan tanaman pelindung dan pada lahan terbuka/tanpa pelindung disajikan dalam Tabel 1, berikut.

 

Tabel Rataan Pertumbuhan vegetatif tanaman kopi Kartika-1 yang ditanam dengan menggunakan pelindung dan ditempat terbuka tanpa pelindung

Dari Gambar 2 dan Tabel 1 tersebut menunjukkan bahwa parameter vegetatif tanaman kopi Kartika-1 yang diusahakan dengan menggunakan tanaman pelindung menampilkan pertumbuhan tanaman yang lebih baik dan lebih seragam dibanding dengan tanaman kopi tanpa tanaman pelindung.

Untuk memperoleh pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang baik di dalam budidaya tanaman kopi, penggunaan tanaman pelindung sangat diperlukan.

(Dibyo Pranowo/Peneliti Balittri).