Kopi Arabika dari Indonesia

Kopi Arabika dari Indonesia

posted in: Kopi | 0

Kopi Arabica mempunyai keistimewaan tersendiri yang membedakannya dari jenis kopi lainnya. Kopi Arabika asalanya dari hutan pegunungan di Etiopia, Afrika. Tanaman ini tumbuh dibawah kanopi hutan tropis yang rimbun, baik tumbuh di dataran dengan ketinggian di atas 500 meter dpl.

Berikut ini beberapa hal mengenai kopi Arabica yang menjadi ciri khasnya:

  • Memiliki rasa asam yang khas. Seberapa asam rasanya akan cukup bervariasi antara jenis arabica yang satu dengan yang lainnya.
  • Memiliki aroma yang khas dan sedap.
  • Rasanya pahit dan mantab
  • Kadar kafeinnya 50% lebih sedikit daripada kopi Robusta
  • Kopi Arabica cocok dikonsumsi dengan campuran susu atau cream. Namun beberapa orang memang suka mengkonsumsinya tanpa susu atau cream.

Untuk mendapatkan aroma dan rasa yang cocok biasanya dilakukan blend atau pencampuran kopi. Tidak semua blend kopi punya cita rasa dan aroma yang enak. Banyak juga blend kopi yang cita rasanya kurang baik. Memadukan berbagai macam jenis kopi adalah bukan perkara mudah. Perlu skill dan pengalaman tersendiri. Jika salah dalam pemilihan jenis kopinya, maka hasilnya akan sangat tidak sesuai dengan harapan dan rasanya tidak enak.

Jenis kopi Arabica yang populer di dunia yang berasala dari Indonesia:

Arabika Jawa.

Kopi ini sangat terkenal di seluruh dunia, sehingga nama Jawa menjadi identitas untuk kopi. Bahkan logo program komputer “Java” menggunakan lambang secangkir kopi untuk meng-identikkan kopi dengan “java”.

Arabica Sumatra Mandailing dan Kopi Lintong.

Mandheling dinamakan menurut lokasi daerah bernama Mandailing di propinsi Sumatra Utara di Indonesia. Kopi Lintong dinamakan menurut nama tempat Lintong di Sumatra Utara. Sedangkan Kopi Gayo berasal dari Dataran Tinggi Gayo.

Arabica Sulawesi Toraja Kalosi

Kalosi adalah nama kota kecil di Sulawesi, yang merupakan tempat pengumpulan kopi dari daerah sekitarnya. Toraja adalah daerah pegunungan di Sulawesi tempat tumbuhnya kopi ini. Kopi dari Sulawesi ini mempunyai aroma lebih kuat dari kopi Sumatra.

Kondisi Iklim

Kondisi Kondisi Iklim untuk Tanaman Kopi

posted in: Kebun Kopi | 0

Faktor iklim inipun sangat menentukan, berhasil atau tidaknya kalau kita akan bertanam. Maka sebelum kita menanam kopi, terlebih dahulu kita pelajari, iklim yang bagaimana yang dikehendaki oleh tanaman kopi. Hingga dengan demikian maka kita akan dapat menyesuaikan dalam mencari lokasi untuk perkebunan kopi.

Tanaman kopi ini dapat tumbuh baik pada daerah yang terletak antara 20 derajat lintang utara dan 20 derajat lintang selatan. Sedangkan untuk derah di Indonesia sendiri, karena mengingat letak geografisnya diantara 5 derajat lintang utara sampai dengan 10 derajat lintang selatan, maka sebenanya menjadi daerah yang sangat potensiil bila ditanami opi. Kalau kita lihat sebagian besar pertanaman kopi di Indonesia ini terletak diantara 0 derajat sampai 10 derajat lintang selatan. Seperti saja misalnya, Jawa, Bali dan Sulawesi Selatan.

Pengaruh iklim ini dapat mempengaruhi tentang berhasil atau tidaknya kita dalam berkebun kopi. Dari segi iklim ini dapatlah kita bagi menjadi tiga hal yang berpengaruh penting:

  1. Elevasi/ tinggi tempat
  2. Temperatur
  3. Curah Hujan

A. Elevasi dan Temperatur

Karena elevasi dan temperatur ini mempunyai hubungan yang sangat erat sekali dan berkaitan satu dengan yang lainnya, maka sebaiknya kita bicarakan saja sekalian.

Temperatur rata-rata tahunan di Indonesia ini pada ketinggian permukaan air laut adalah +26 derajat Celsius. Kemudian akan turun 6 derajat setiap naik 100 meter dpl.

Untuk jenis kopi Arabika, dapat ditanam di elevasi 500-2000 meter dpl, namun sebenarnya elevasi yang optimal adalah 800-1500 meter dpl, dengan temperatur 17-21 derajat Celsius. Batas elevasi terendah bagi kopi jenis Arabika ditentukan oleh ketahannya terhadap penyakit karat daun. Pada saat ini di Indonesia belum banyak jenis kopi yang resisten, sehingga sebagian besar kopi Arabika di tanam pada elevasi diatas 800 meter dpl, dan hanya sedikit saja yang ditanam pada elevasi 500-800 meter dpl.

Elevasi tertinggi bagi jenis kopi Arabika dibatasi oleh embun upas/frost, yang sering terjadi pada elevasi diatas 1500meter dpl.

 

Perkebunan Kopi di Dataran Tinggi

Kemudian untuk kopi jenis Robusta dapat ditanam pada elevasi 0 sampai 1000meter dpl. Akan tetapi elevasi optimal adalah 400 sampai 800 meter dpl, dengan temperatur rata-rata antara 21 sampai dengan 24 derajat Celsius. Makin tinggi elevasi makin lambat pertumbuhan kopi dan makin lama pula masa non produktifnya. Disamping itu semua elevasi juga berpengaruh terhadap besarnya biji, yang artinya di tempat-temat yang lebih tinggi maka bijinya pun akan lebih besar.

B. Kondisi Curah Hujan

Jumlah dan curah hujan tidaklah begitu penting. Namun distribusi cuah hujan inilah yang lebih penting untuk tanaman kopi. Hal ini disebabkan karena tanaman kopi memerlukan masa agak kering selama kurang lebih 3 bulan.

Masa kering ini memang sangat penting untuk tanaman kopi jenis Robusta. Karena jenis ini memerlukan penyerbukan bersilang. Sedangkan untuk jenis kopi Arabika agak bisa lebih toleran karena memang penyerbukannya dilakukan sendiri.

Untuk curah hujan yang paling baik untuk tanaman kopi adalah daeah yang mempunyai curah hujan optimal antara 2000 sampai 3000 mm per tahun. Kemudian dimasa kering yang kurang lebih 3 bulan itu, cukuplah kita usahakan dengan adanya hujan kiriman.

Menurut Schmidt – Ferguson, di Jawa ini sebagian besar iklimnya yang untuk daerah kopi adalah termasuk iklim yang agak kering. Sedangkan untuk daerah Sumatera di golongkan pada iklim yang agak basah. Makanya di iklim yang agak basah itu panenan kopi relatif lebih merata bila dibandingkan dengan iklim yang agak kering.

Disamping perbedaan tipe ikloim ini, juga akan berpengaruh terhadap rendemen kopi. Untuk daerah yang iklimnya lebih kering maka rendemen kopinya akan lebih tinggi.

C. Kondisi Tanah

Seperti juga tanaman lainnya, maka untuk kopi inipun memerlukan tanah yang subur. Hal ini bisa dibuktikan, bahwa kebun kopi yang arealnya itu bekas hutan maka akan memberikan hasil yang lebih baik. Oleh karena itu yang sangtat perlu diperhatikan adalah unsur-unsur zat organik/ hara yang sangat diperlukan. Sedangkan usaha lainnya adalah menjaga agar susunan dan struktur tanah tetap baik.

Sumber:bercocok-tanam-kopi.blogspot.co.id

  • ????????????????????????????????????

Manfaat Andaliman Untuk Masakan Dan Kesehatan

posted in: Nature | 0

Andaliman adalah salah satu rempah yang berasal dari Tanah Batak, dan sering disebut sebagai merica Batak dan menjadi bumbu andalan dalam masakan-masakan khas Batak. Bumbu ini memang kerap digunakan sebagai pelengkap kuliner atau masakan Batak, karena rasanya yang khas. Masakan Batak seperti ikan mas arsik, saksang, dan sambal andaliman. Bumbu andaliman ini memberikan sensasi rasa yang sangat khas dalam masakan khas Batak, rasanya menyengat dan memberikan rasa ketir di lidah saat dicicip.

Andaliman dalam bahasa Latin dinamakan Zanthoxylum acanthopodium merupakan tumbuhan yang masuk dalam keluarga jeruk atau Rutaceae. Dan ciri tanaman ini adalah tumbuh berbunga. Tumbuhan ini tumbuh dibeberapa kawasan di Asia antara lain di kawasan Cina Selatan meliputi Guangxi Guizhou Barat, Sichuan, daerah otonomi Tibet dan Yunnan, juga terdapat di Bangladesh, Bhutan, India utara yang menyebar dari Arunachal Pradesh, Assam, Manipur, Meghalaya, Mizoram, Nagaland, Sikkim, Uttar Pradesh, dan Bengal Barat. Tanaman ini juga tersebar di Nepal, Laos, Burma, Thailand Utara dan Vietnam, serta Semenanjung Malaysia. Sementara di Indonesia tanaman ini hanya ditemukan di kawasan pegunungan Sumatera Utara yaitu daerah Toba.

Andaliman merupakan bumbu khas batak bentuknya mirip lada sehingga sering juga disebut sebagai Lada Batak memiliki aroma lembut dengan citra rasa seperti mirip lemon dan juga wangi daun pandan aromatic. Rasanya memiliki kemiripan dengan Sichuan Pepper dimana memberi rasa getir atau kelu pada lidah saat dicicipi. Rasa dan aroma andaliman berasal dari kulit luar buah yang memberikan sensasi kelu pada lidah namun tidak sepedas lada atau cabai. Yang menyebabkan rasa kelu ini adalah adanya kandungan zat hydroxy-alpha-sanshool di dalam buah Lada Batak ini. Selain orang Batak, andaliman digunakan juga dalam masakan Asia Timur dan Asia Selatan sebagai bumbunya.

 

Rempah-rempah Sebagai Bumbu Pada Makanan

 

Tidak banyak yang mengenal rempah asli Batak ini karena memang hanya tumbuh di tanah Batak di kawasan pegunungan Bukit Barisan. Tanaman ini hanya bisa dijumpai di hutan-hutan kawasan Danau Toba dan tanaman ini tumbuh secara liar di lingkungan perkebunan kopi atau di dalam belantara hutan pinus, andaliman memiliki duri di hamper seluruh bagian batang, ranting hingga daun. Buah andaliman berbentuk bulat dengan ukuran kecil seperti lada. Tanaman andaliman tumbuh dibagian-bagian lembah diantara perbukitan yang memiliki tanah humus memiliki udara yang lembab pada ketinggian diatas 1000 meter di atas permukaan laut.

Karena tanaman ini memiliki duri yang tajam-tajam maka diperlukan kemampuan khusus untuk memanen andaliman. Buah andaliman tumbuh disepanjang ranting dan batang yang berduri, sehigga untuk memanennya harus ekstra hati-hati agar tidak melukai tangan orang yang memanen.

Tumbuhan andaliman tumbuh secara alami dan liar di hutan-hutan di kawasan pegunungan Bukit Barisan. Dahulu orang Batak mendapatkan andaliman sebagai hasil hutan. Andaliman merupakan bumbu khas yang tidak terpisah dari masakan Batak, maka kebutuhan akan andaliman semakin tinggi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut beberapa petani mulai berupaya menanam pohon andaliman. Semakin banyak petani yang mau menanam pohon andaliman, namun untuk mendapatkan bibit andaliman masih sulit karena untuk melakukan pembibitan tanaman ini masih sulit dilakukan.

Beberapa petani sudah mencoba melakukan pembibitan tanaman ini agar bisa mendapatkan bibit yang baik untuk ditanam. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memperoleh bibit tanaman yang bagus agar pengembangan kebun andalaiman bisa dilakukan.

 

Andaliman Bumbu Khas Batak

 

Andaliman adalah tanaman rumpun jeruk-jerukan yang memiliki kandungan vitamin C dan E alami yang sangat berguna dalam menjaga ketahanan tubuh. Selain itu buah tanaman ini juga mengandung senyawa atsiri dan alkaloid yang gunanya sangat besar di dalam tubuh, yakni sebagi anti oksidan dan anti mikroba. Anti oksidan dari andaliman karena kandungan senyawa terpenoid di dalamnya, dan sifat anti mikroba andalaiman bisa bermanfaat dalam menjaga kondisi produk makanan karena sifatnya sebagai pengawet bahan ini menjaga bahan makanan dari penurunan nilai gizi dan perubahan warna dan aroma makanan. Manfaat andilan ini bisa menjadi peluang usaha membuat andaliman sebagai bahan baku senyawa antioksidan atau anti mikroba dalam industry makanan dan farmasi.

Kandungan gizi tanaman ini sudah pernah diteliti diketahui bahwa bagian buah andaliman yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 100 %. Berikut adalah komposisi dalam seratus gram andaliman (Sumber Informasi Gizi : Berbagai publikasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta sumber lainnya):

  • energi sebesar 99 kilokalori,
  • protein 4,6 gram,
  • karbohidrat 18 gram,
  • lemak 1 gram,
  • kalsium 383 miligram,
  • fosfor 107 miligram,
  • zat besi 2,9 miligram,
  • vitamin A sebanyak 0 IU,
  • vitamin B1 3 miligram
  • vitamin C 14,7 miligram.

 

Potensi sebagai senyawa aromatik dan minyak esensial sudah terbukti karena orang-orang di Himalaya, Tibet dan sekitarnya telah menggunakannya sebagai bahan aromatik, tonik, perangsang napsu makan dan obat sakit perut. Manfaat lain buah andaliman berdasarkan penelitian adalah sebagai insektisida untuk menghambat pertumbuhan serangga Sitophilus zeamais. Efeknya berupa daya tolak makan serangga atau mengurangi selera makan serangga. Sedangkan di Jepang, Daun Andaliman digunakan untuk pemberi aroma

(sumber: repository.usu.ac.id)

 

Untuk kesehatan tubuh andaliman bermanfaat dalam menjaga daya tahan tubuh terhadap segala serangan radikal bebas, juga berfungsi sebagai zat penambah darah alami dan melancarkan peredaran darah, juga menjaga kinerja otak serta menguatkan tulang dan gigi. Banyak guna  andaliman dan kandungannya yang dapat dimanfaatkan manusia.

  • Keindahan Kebun teh
  • Hamparan hijau tanaman teh
  • Kebun Teh
  • Pucuk Daun Teh
  • Pemandangan Indah Kebun Teh
  • Petani sedang memetik Kebun Teh

Perkebunan Teh Bah Butong Sidamanik

posted in: Nature | 0

Sebuah perkebunan the yang sangat luas terdapat di daerah Kabupaten Simalungun tepatnya di kecamatan Sidamanik, sehingga perkebunan the ini sering disebut dengan Kebun Teh Sidamanik. Perkebunan teh Sidamanik ini merupakan kawasan perkebunan yang dimiliki oleh PTPN – IV Medan dengan luas perkebunan mencapai 8.373 hektar. Perkebunan teh ini sudah ada sejak zaman Belanda, maka perkebunan ini merupakan perkebunan teh yang tertua di Pulau Sumatera.

Untuk menuju lokasi kebun teh ini bisa dicapai dengan kenderaan roda empat dari kota Medan dengan menempuh perjalanan dua hingga tiga jam ke kota Siantar, ibukota kabupaten Simalungun. Dari kota Siantar perjalanan dilanjutkan menempuh jarak sekitar 16 kilometer hingga tiba di kawasan perkebunan teh Bah Butong  Sidamanik.

Perkebunan ini berada di daerah dengan ketinggian lebih dari 900 meter dari permukaan laut dan lokasinya sangat cocok untuk menanam jenis the hitam. The hitam yang terkenal adalah Kebun Teh Bah Butong yang merupakan penghasil teh hitam terbesar nomor dua di Indonesia. Penamaan Kebun Teh Bah Butong karena lokasi kebun teh ini berdekatan dengan sebuah sungai yang bernama Bah Butong. Dalam bahasa Simalungun Bah artinya Sungai.

Sejarahnya perkebunan the di kawasan SSimalungun ini cukup banyak, ada enam perkebunan yang pernah ada di sana. Perkebunan teh yang pernah ada disana adalah Perkebunan Teh Bah Butong, Perkebunan Teh Toba Sari, Perkebunan Teh Sidamanik, Perkebunan Teh Sibosar, Perkebunan Teh Birung Ulu dan Perkebunan Teh Marjandi. Penamaan kebun the tersebut adalah berdasarkan nama kecamatan lokasinya.

Perkebunan the Sidamanik lebih banyak dikenal orang karena sering dikunjungi sebagai tempat wisata bagi yang ingin menikmati wisata alam. Pengunjung bisa menikmati sejuknya udara di kebun teh dan menikmati pemandangan hamparan daun-daun the yang hijau. Susunan tanaman yang tertata rapi membuat pemandangan sangat menarik.

Kebun Teh Sidamanik merupakan perkebunan teh yang paling luas di Pulau Sumatera dan seperti sudah disebut tadi di atas, kebun teh ini sudah ada sejak masa pemerintahan kolonial Belanda di Indonesia. Perkebunan teh yang sudah berumur ratusan tahun ini menghasilkan pucuk teh terbaik. Tanaman teh adalah tanaman yang memiliki usia panjang dan tetap bisa produktiv jika dirawat dengan baik. Perawatan yang perlu dilakukan adalah penyemprotan dan pemetikan yang teratur dan tepat.

.ntuk menghasilkan teh yang terbaik maka daun teh harus dipetik dengan tepat dan biasanya dilakukan oleh petani pemeti daun yang sudah pengalaman agar tidak merusak batangnaya. Dan kebun the juga secara rutin diremajakan agar tetap tumbuh dan berkembang dengan baik dan tumbuh tidak terlalu tinggi.

Areal Perkebunan Teh Bah Butong ini memiliki tanah dengan kontur berbukit-bukit dan tanaman the ditanam secara teratur dengan diberi jalur untuk menjadi jalan bagi para petani melakukan perawatan dan pemetikan. Pemandangan yang dibentuk kebun teh menjadi sangat menarik maka lokasi ini sering didatangi juga para pelancong yang ingin menikmati keindahannya.