Varietas Coffee Arabica

Varietas Coffee Arabica

posted in: Kopi | 0

Terdapat banyak varietas Coffee Arabica seperti yang dijelaskan dibawah ini:

Typica-Ethiopia

Varietas biji kopi arabica jenis Typica ini merupakan varietas pertama yang masuk ke Indonesia. Pertama kali dibawa oleh Belanda ketika datang ke Indonesia.  Namun varietas asli Typica yang dibawa oleh Belanda ini kemudian punah ketika Coffee Leaf Rust menyerang Indonesia. Untungnya tidak semua punah, karena masih ada   arietas Typica lokal yaitu Bergendal dan Sidikalang yang banyak ditemui di dataran tinggi seperti Sumatera, Sulawesi, dan Flores. Biasa berkolasi di perkebunan yang berada di daerah terpencil.

Hybrido de Timor (HDT)

Varietas Hybrido de Timordi Indonesia biasa disebut juga sebagai varietas “Tim Tim”, asal kata dari Timor Timur. Varietas ini adalah hasil dari persilangan alamiah antara Arabika dan Robusta. Varietas Tim Tim pertama kali mengalami masa panen di tempat  asalnya yaitu Timor Timur pada tahun 1978. Karena kualitasnya yang bagus, kemudian varietas ini coba ditanam didaerah lain seperti Aceh dan Flores pada tahun 1980. Sekarang varietas Tim Tim juga telah dikenal dengan sebutan lain yaitu Varietas Churia.

Varietas Coffee Arabica

Linie S

Linie S adalah varietas kopi Arabika yang berasal dari India. Varietas Linie S kemudian dikembangkan menggunakan kultivar Bourbon. Jenis umum yang paling dikenal dari hasil pengembangan Linie S ini adalah S-288 dan S-795. Varietas ini banyak ditemukan di daerah dataran tinggi seperti Aceh, Lintong, Jawa, Bali, Sulawesi, Flores dan Papua.

Linie Ethiopia

Varietas Kopi Arabika jenis Linie Ethiopia ini pertama kali masuk ke Indonesia tahun 1928, dimana ketika itu pertama kali dibawa ke pulau Jawa. Daerah pertama yang mengembangkan varietas ini adalah Aceh. Varietas lain yang termasuk dalam keturunan Ethiopia adalah Rambung dan Abyssinia. Varietas Linie Ethiopia kemudian  dikembangkan juga di Sumatera dan Flores, yang kemudian dikenal dengan nama “USDA”, dimana nama ini diambil dari proyek pemerintah Amerika Serikat kala itu pada tahun 1950 ketika berlangsung di Indonesia.

Catura Cultivars

Varietas kopi Arabika jenis ini merupakan hasil persilangan dari Kopi Bourbon yang berasal dari Brazil.

Lini Catimor

Varietas Lini Catimor juga mirip dengan TimTim, sama-sama hasil persilangan dari Arabika dan Robusta. Namun varietas ini dikenal sebagai jenis varietas yang kurang baik, karena
memiliki aroma dan rasa yang tidak sebaik kopi lain nya.  Namun kini sedang dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai varietas ini, karena di daerah Aceh, varietas ini memiliki aroma dan rasa yang baik, biasanya petani kopi Aceh menyebutkan dengan varietas “Ateng Jaluk“.

 

Struktur Biji Kopi

Struktur Biji Kopi

posted in: Kopi | 0

Struktur Biji KopiBiji kopi terdiri dari beberapa bagian lapisan mulai dari lapisan terluar hingga bagian ini. Struktur kopi dapat dibagi menjadi beberapa bagian seperti berikut ini:

  • Outer skon (pericarp, exocarp)
  • pulp (mesocarp)
  • pectin layer
  • parchment (hull, endocarp)
  • Silver skin (testa epidermis)
  • Bean (endosperm)
  • Center cut.

 

Sementara penamaan keadaan kondisi biji mulai sebelum diolah hingga setelah dioah adalah sebagai berikut:

  1. Dried wholecherry
  2. Bean with hull-parchment
  3. Hull-parchment
  4. De-hulled green bean with silver skin
  5. Polished green bean
  6. Roasted bead

 

 

Kopi Sumatera

Kopi Sumatera

posted in: Kopi | 0


Sumatera adalah salah satu daerah penghasil kopi di Indonesia dan dikenal sebagai penghasil kopi terbaik yang terkenal tak hanya di dalam negeri, kopi Sumatera terkenal juga hingga ke luar negeri. Kopi Sumatra menjadi salah satu kopi terlaris di negara Amerika Serikat yang merupakan negera dengan tingkat konsumsi kopi terbesar di dunia.

Kopi Sumatra termasuk salah satu kopi termahal. The Guardian melaporkan kopi luwak asal Sumatra sebagai kopi termahal di dunia. Mereka juga melaporkan perbandingan harga kopi Sumatra dengan kopi asal Brazil di mana harga kopi Sumatra lebih mahal. Tidak heran jika kopi Sumatera menjadi favorit warga Athens Ohio.

Kopi Sumatera sendiri beragam sesuai dengan lokasi asalnya, seperti kopi Aceh Gayo, kopi Sidikalang, kopi Mandailing, kopi Lintong dan kopi Lampung, , dan. Semua jenis kopi tersebut memiliki  aroma dan rasa yang khas.

Kopi Sidikalang, Nama kopi ini diambil dari nama Ibu Kota Dairi, yaitu Kota Sidikalang yang terletak didaerah pegunungan yang memiliki ketinggian 1.500 meter diatas permukaan laut.

Kombinasi dari hawa dingin dan jenis tanah membuat kopi Sidikalang di Sumatera memiliki cita rasa yang khas. Kopi Sidikalang berasal dari wilayah Sumatera Utara yang memiliki tiga daerah penghasil kopi terbaik yaitu Sidikalang, Mandailing, dan Lintong Nihuta.

Kopi Sumatera lainnya  yang terkenal akan aroma dan kenikmatan yang khas adalah kopi Gayo Aceh. Berikut coba kita bahas kopi khas dari Sumatera.

Kopi  Aceh

Kopi SumateraKopi Gayo Aceh adalah kopi dari kopi asal daerah Sumatera paling Utara. Biji kopi yang di hasilkan dari dataran tinggi yang bernama Gayo Aceh terkenal dengan kopi arabika nya yang khas dan sudah menjadi sebagai salah satu kopi terbaik di dunia. Kopi ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Takengon (Gayo) memiliki letak geografis yang menjadi salah satu rangkaian bukit barisan tentu punya kelebihan tersendiri. Tanahnya subur dan curah hujannya juga lumayan tinggi. Karena letaknya kurang lebih 1.300 m dpl maka sangat cocok untuk menanam kopi jenis Arabica.

Di Aceh terdapat dua jenis kopi yang dibudidayakan, Arabika dan Robusta. Jenis kopi Arabika yang sangat terkenal adalah Kopi Gayo, dan produksinya adalah yang terbesar di Asia. Kopi jenis Arabika ini umumnya dibudidayakan di wilayah dataran tinggi Tanah Gayo, Aceh Tenggara, dan Gayo Lues.

Jenis kopi Robusta adalah Kopi Ulee Kareng. Umumya dibudidayakan di Kabupaten Pidie (terutama wilayah Tangse dan Geumpang) dan Aceh Barat. Cita rasa yang unik dan khas dari kedua jenis kopi tersebut berhasil menarik minat pasar mancanegara sehingga membuat Aceh mendominasi ekspor kopi Indonesia hingga 60%.

Kopi Sidikalang (Sumatera Utara)

Jenis kopi arabika yang memiliki kenikmatan cita rasa luar biasa di Sumatera Utara adalah Kopi Sidikalang. Nama tersebut adalah nama daerah di mana kopi itu berasal. Kopi Sidikalang sendiri sudah terkenal hingga ke luar negeri. Kopi Sidikalang menjadi salah satu kopi terbaik di dunia yang berasal dari Brazil.

Menurut para ahli kopi, aroma dan kekhasan rasa dari Kopi Sidikalang disebabkan oleh kombinasi hawa dingin dan jenis tanah di kawasan pegunungan dengan ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut.

Kopi Mandailing Natal

Mandailing Natal adalah daerah penghasil kopi berkualitas yang terkenal sejak zaman Belanda di Sumatera Utara. Dalam sejarah perkopian Indonesia desa yang jadi pusat kopi Arabica pertama kali di tanam adalah Desa Pakantan, Mandheling Natal.

Di salah satu desa di Mandailing Natal, yaitu desa Sambang Banyak Jae Ulu Pungud banyak sekali kebun kopi yang sudah berumur puluhan, bahkan ratusan tahun. Kebun kopi ini diyakini memiliki hubungan dengan sejarah kopi Arabica yang pertama kali dimasukkan oleh Belanda ke Indonesia pada 1699.

Ada dua jenis kopi yang ditanam di Mandailing Natal. Paling banyak adalah kopi jenis Arabica, baru kemudian Robusta.

Kopi Besemah (Sumatera Selatan)

Kopi yang berasal dari Sumatera Selatan adalah Kopi Besemah. Aroma dan rasanya yang gurih membuat kopi Besemah ini digemari oleh penduduk di wilayah Sumatera Selatan. Kopi Besemah merupakan jenis kopi Robusta yang tumbuh di dataran tinggi sekitar pegunungan dan perbukitan. Kopi Besemah yang berasal dari daerah Pagalaram adalah salah satu kopi favorit Ratu Belanda, yaitu Ratu Yuliana.

Kopi Lahat

Kota Lahat adalah kota tertua di Sumatera. Usia kota Lahat saat ini sudah mencapai 130 tahun dan merupakan kota yang dirancang khusus oleh Belanda ketika menjajah Indonesia. Budaya minum kopi di Lahat sudah berlangsung sejak dahulu. Di kabupaten Lahat banyak terdapat kebun kopi.

Kopi Pagaralam

Pagaralam berada diketinggian 1.000 m dpl di atas permukaan laut sehingga berhawa sejuk. Pagaralam adalah daerah penghasil kopi terbesar di Sumatera. Banyak kebun kopi yang ada di Pagaralam, tetapi sedikit tempat pengolahannya.

Biasanya para petani kopi Pagaralam menyimpan buah kopi dalam kondisi masih terbungkus dengan kulitnya supaya lebih awet dan tak mudah menyusut. Jika harga kopi lagi kurang baik para petani biasanya menyimpan buah kopi dalam karung-karung besar. Ketika harga membaik barulah diolah menjadi kopi.

Kopi Empat Lawang

Kabupaten Empat Lawang (Tebing Tinggi) merupakan daerah hasil pemekaran Kabupaten Lahat di Sumatera. Kota ini memiliki ikon Biji Kopi karena kopi adalah salah satu komoditas andalan kabupaten Empat Lawang. Hampir di semua tempat di daerah Empat Lawang memiliki kebun kopi yang hasilnya dapat diandalkan.

Kopi di Empat Lawang sangat khas karena merupakan hasil percampuran kopi Arabica dan Robusta. Wujud aslinya Robusta tapi aromanya Arabica. Kopi dari Empat Lawang sangat terkenal sehingga diminati para pedagang dari kota lain. Sebagian besar hasil panen kopi Empat Lawang mengalir keluar dari kota itu dan diberi cap atau diaku kopi daerah lain.

Kopi Curup-Kepahiang

Curup adalah salah satu sentra penghasil kopi di daerah Bengkulu di Pulau Sumatera. Kopi daerah Curup juga sering dikenal dengan sebutan Kopi Bengkulu. Perkebunan lokal kopi di Curup dan Kepahiang berjenis kopi Robusta dan biasanya diolah secara tradisional.

Kopi Lampung

Jenis kopi Sumatera berikutnya adalah kopi lampung yang termasuk jenis kopi Robusta dengan aroma dan kekhasan rasa. Kopi Lampung mempunyai rasa lebih pahit, dan sedikit asam. Kadar kafeinnya pun cukup tinggi. Kopi Lampung merupakan kopi robusta yang tanaman biji kopinya hanya dapat tumbuh dengan baik di ketinggian 400-700 meter diatas permukaan laut dengan temperatur sekitar 21 sampai 24 derajat celcius.

Kopi Liwa

Liwa adalah daerah pegunungan di Lampung Barat di Pulau Sumatera, menghubungkan tiga provinsi: Lampung, Bengkulu, dan Sumatera Selatan. Kopi Luwak dari Liwa sangat popler hingga mancanegara. Harga per kilo kopi Luwak sangat mahal harganya berkisar antara Rp 400 ribuan sampai jutaan.

  • Sangge-sangge

Sangge-sangge Bumbu Masakan Tradisional Batak

posted in: Kuliner, Nature | 0

 

Apakah Anda kenal dengan sangge-sangge itu? Mungkin Anda sudah akrab dengan sangge-sangge ini. Karena tanaman ini memiliki sangat banyak kegunaan dan manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Sangge-sangge dikenal dalam masyarakat Batak atau dalam bahasa Indonesia dinamakan sebagai daun serai. Hampir setiap masakan khas Batak menggunakan bahan ini sebagai bahan penyedapnya.

Sangge-sangge adalah bumbu penyedap dalam kuliner tradisional Batak seperti masakan arsik, naniura, gulai ikan. Sangge-sangge ini cukup mudah didapatkan oleh ibu-ibu dipasar dan harganya juga cukup murah. Namun di dalam masakan sebagai bumbu sangge-sangge ini mmberi rasa dan aroma citrarasa yang sangat khas, sehingga jika tanpa sangge-sangge ini masakan khas batak akan terasa ada yang kurang. Jumlah sange-sangge dalam masak tidak boleh terlalu banyak karena akan membuat rasa masakan menjadi pahit.

Sangge-sangge adalah termasuk tanaman jenis rumput dengan daun yang tipis dengan bentuk bergerigi yang dapat melukai kulit jika tergores dengan daun sangge=sangge. Bagian yang digunakan dari sangge-sangge adalah bagian batangnya, sedangkan bagian daunnya akan dibuang. Bagian batangnyalah yang memiliki aroma yang khas.

Sangge-sangge atau tanaman serai memiliki banyak manfaat karena kandungan didalamnya. Ada beberapa manfaat sangge-sangge untuk kesehatan tubuh yang dapat Anda baca di artikel Manfaat Tanaman Serai.

Karena sangat beragam manfaatnya tanaman sangge-sangge ini memiliki nilai ekonomi yang sangat potensial untuk dikembangkan untuk meningkatkan tingkat ekonomi petani. Salah satu peluang usaha pertanian bisa anda baca dalam artikel Peluang Usaha Budidaya Tanaman Serai Wangi Yang Berpotensi Keuntungan Besar.

Sangge-sangge atau daun serai dalam bahasa Latin dikenal sebagai Andropogon nardus selain digunakan sebagai pengharum makanan dan sebagai penyedap rasa memiliki mandaat bagi kesehatan manusia. Dari hasil penelitian sangge-sangge memiliki kandungan zat antimikroba dan anti bakteri yang bermanfaat pada pengobatan infeksi pada bagian usus, lambung dan saluran kandung kemih. Sangge-sangge juga digunakan sebagai Pereda kejang dan anti reumatik. Cukup banyak manfaat tanaman ini untuk kesehatan manusia.

Penampilan sangge-sangge bukan hanya sebatas di dapur sebagai penyedap masakan yang harganya murah. Walau daun ini sangat mudah didapatkan dan harganya murah namun sangge-sangge ini tampil juga di tempat mewah seperti hotel berbintang atau café mahal. Coba Anda memesan the di restoran hotel mahal atau di café mahal ada kemungkinan sangge-sangge ini hadir sebagai penghias minuman Anda.

Jadi, sangge-sangge memiliki tempat yang sangat luas dalam dunia kuliner yang memberi citrarasa dan aroma dalam berbagai masakan dan membuat masakan memiliki rasa yang enak, selain masakan sange-sangge juga dipakai dalam berbagai jenis minuman.