Kopi Arabika dari Indonesia

KOPI NUSANTARA

posted in: Kopi | 0

Indonesia adalah salah satu negara penghasil kopi terbaik di dunia. Kopi yang dikenal dengan sebutan kopi nusantara ini memiliki karakteristik unik dan khas menyebabkan kopi Nusantara tak kalah dengan kopi-kopi yang berasal dari negara penghasil kopi lainnya.

Beberapa jenis kopi Nusantara dapat disejajarkan dan bahkan memiliki kualitas lebih unggul dibanding produk luar negeri. Berikut ini deretan kopi nusantara yang tersebar dari Aceh hingga Papua:

Kopi Aceh Gayo

Kopi Aceh Gayo sudah tersohor kenikmatannya. Kopi nusantara dari daerah Tanah Gayo, Aceh Tengah, ini menjadi salah satu jenis kopi Nusantara yang paling banyak dikonsumsi dan diekspor ke luar negeri.

Kopi Gayo memiliki ciri unik dengan kekhasan aroma yang berbeda dengan kopi-kopi lain di Indonesia. Kopi Gayo menghasilkan sebagian besar jenis kopi Arabika terbaik, dengan cita rasa lebih pahit dan tingkat keasaman rendah. Aromanya yang sangat tajam menjadikan kopi Gayo sangat digemari. Tanah Gayo sendiri menjadi penghasil kopi terbesar di Asia. Meskipun rasanya pahit, kopi Gayo memberi aroma gurih pada setiap tegukan. (baca juga : Kopi tarik khas Aceh, begini cara membuatnya)

Kopi Sumatera

Kopi Sumatera termasuk salah satu kopi Nusantara yang paling terkenal di dunia. Kopi Sumatera yang paling terkenal berasal dari Sumatera Utara dengan kopi Sidikalang, Lintong, dan Mandheling.

Kopi Sumatera memiliki cita rasa yang berat, bahkan paling berat di antara jenis-jenis kopi lain di dunia. Beberapa ahli kopi mengatakan kopi Sumatera memiliki cita rasa unik dengan aroma rempah dan juga earthy.

Kopi Sumatera juga memiliki tekstur halus dan berbau tajam. Inilah yang menyebabkan kopi Sumatera menjadi salah satu kopi paling laris. Kopi ini diproses dalam dua cara, yaitu semi-washed dan dry-processed.

Ditanam di ketinggian dan kontur tanah ideal menjadikan kopi Sumatera sebagai kopi Nusantara dengan kualitas terbaik bahkan di mata Internasional. (baca juga : Kopi Sumatera, jenis, karakter dan cita rasanya)

Kopi Sulawesi

Kopi Nusantara berikutnya berasal dari Sulawesi. Tana Toraja adalah daerah yang diberkahi tanah tempat kopi tumbuh subur dengan kualitas yang tak kalah baik dari kopi dari daerah lain. Rasa yang kuat dan kadar asam yang tinggi menjadikan kopi nusantara dari Toraja ini diminati pasar yang memang menyukai kopi dengan keasaman tinggi.

Meski kerap disebut bercita rasa mirip dengan kopi Sumatera, namun kopi Toraja memiliki khasan. Biji kopi Toraja lebih kecil, mengkilap, dan licin. Meski memiliki cita rasa asam, namun kopi Toraja mengandung aroma earthy yang khas. Aroma itulah yang menjadikan kopi Toraja berbeda dan berkarakteristik unik.

Kopi Bali Kintamani

Kopi Nusantara yang berasal dari daerah Kintamani Bali ini memiliki keunikan cita rasa yang berbeda dari kopi di daerah lain di Indonesia. Kopi Bali Kintamani memiliki cita rasa buah-buahan yang asam dan segar. Hal ini karena tanaman kopi di Bali Kintamani ditanam bersamaan dengan tanaman lain, seperti sayuran dan jeruk.

Itu kenapa biji kopinya meresap rasa buah-buahan seperti jeruk. Selain memiliki cita rasa buah, kopi Bali Kintamani memiliki cita rasa yang lembut dan tidak berat. Itulah salah satu keunikan kopi nusantara dari Bali ini. Keunikan tersebut didapat dari letak geografisnya yang unik juga.

Kopi Flores Bajawa

Flores terkenal dengan keindahan alamnya yang menakjubkan, dan penghasil kopi nusantara yang nikmat. Kopi Flores Bajawa berasal dari Kabupaten Ngada, tumbuh di dataran Flores yang subur.

Tanah tempat kopi ini dihasilkan mengandung andosols subur dari abu gunung berapi yang sangat baik untuk menanam kopi. Maka, jadilah kopi Flores Bajawa sebagai salah satu jenis kopi nusantara yang nikmatnya tak kalah dengan kopi nusantara lainnya.

Kopi Flores Bajawa biasanya melalui proses giling basah. Kopi nusantara yang satu ini memiliki sedikit aroma fruity dan sedikit bau tembakau pada after taste-nya. Sebuah keunikan kopi nusantara yang mungkin tak didapatkan dari biji kopi yang berasal dari daerah lain.

Kopi Jawa

Kopi Nusantara yang berasal dari Pulau Jawa ini memiliki keunikan cita rasa sendiri. Aroma rempah yang lahir secara alami menjadikan kopi jenis ini dinikmati karena karakteristiknya yang berbeda.

Meskipun kopi Jawa tidak sekuat kopi Sumatera dan Sulawesi dari segi cita rasa dan aroma, namun tetap memiliki penggemar karena aroma tipis rempah yang dihasikan. Sebagian besar kopi Jawa melalui proses giling basah sehingga cita rasanya tidak terlalu kuat. Kopi Jawa tetap diminati salah satunya karena tidak semua kopi Nusantara mampu menghasikan kopi yang beraroma rempah.

Kopi Papua Wamena

Kopi Nusantara dari wilayah Timur Indonesia ini tumbuh pada ketinggian 1.500 m dengan suhu 20 derajat. memiliki cita rasa ringan dan keharuman tajam serta nikmat. Kopi Papua Wamena memiliki tingkat keasaman yang rendah, mungkin karena letak geografisnya dan juga struktur tanah tempat kopi tumbuh.

Kopi nusantara yang satu ini berkualitas tinggi karena para petani menanamnya secara organik tanpa bahan-bahan kimia. Bagi Anda yang menyukai kopi dengan cita rasa ringan dan lembut, aroma tajam dan nikmat serta tekstur yang nyaris tanpa ampas, kopi Papua Wamena pilihannya.

  • Bawang Merah

Bawang Merah

posted in: Nature | 0

Bawang merah  atau Allium cepa var ascalonicum (L) Back merupakan sejenis tanaman yang sangat banyak digunakan sebagai bumbu berbagai masakan di dunia. Tanaman ini berasal dari Iran, Pakistan, dan pegunungan-pegunungan di sebelah utaranya, kemudian dibudidayakan di daerah dingin, sub-tropis maupun tropis.

Tumbuhan bawang merah terdiri dari akar, daun dan bunga. Bunganya merupakan bunga majemuk berbentuk tandan yang bertangkai dengan 50-200 kuntum bunga. Tangkai tandan bunga ini sangat panjang, lebih tinggi dari daunnya sendiri dan mencapai 30–50 cm. Bunga bawang merah termasuk bunga sempurna yang tiap bunga terdapat benang sari dan kepala putik. Buah berbentuk bulat dengan ujung tumpul. Bentuk biji agak pipih. Biji bawang merah dapat digunakan sebagai bahan perbanyakan tanaman secara generatif.

Bawang merah mengandung barbagai macam zat yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Kandungan yang ada di dalamnya seperti vitamin C, kalium, serat, dan asam folat. Bawang merah juga mengandung kalsium dan zat besi. Bawang merah juga mengandung zat pengatur tumbuh alami berupa hormon auksin dan giberelin. Dengan kandungan yang ada didalamnya bawang merah digunakan sebagai obat tradisional, bawang merah dikenal sebagai obat karena mengandung efek antiseptik dan senyawa alliin. Senyawa alliin oleh enzim alliinase selanjutnya diubah menjadi asam piruvat, amonia, dan alliisin sebagai anti mikoba yang bersifat bakterisida.

 

Manfaat Bawang Merah

 

Umbi bawang dapat dimakan mentah, untuk bumbu masak, acar, obat tradisional, kulit umbinya dapat dijadikan zat pewarna dan daunnya dapat pula digunakan untuk campuran sayur. Bawang goreng adalah hasil olahan bawang merah yang dibuat dengan cara diiris tipis dan digoreng dengan minyak goreng yang banyak. Pada umumnya, masakan Indonesia menggunakan bawang goreng sebagai penyedap sewaktu dihidangkan.

Selain diolah menjadi bawang goreng, bawang merah dapat juga dapat bermanfaat sebagai obat yaitu untuk mengobati maag, masuk angin, menurunkan kadar gula dalam darah, menurunkan kolesterol, sebagai obat kencing manis (diabetes melitus), memperlancar pernafasan dan memperlancar aliran darah karena bawang merah dapat menghambat penimbunan trombosit dan meningkatkan aktivitas fibrinotik.

 

Bawang Merah adalah satu bumbu dapur utama yang harus ada di setiap dapur orang Indonesia

 

Umumnya setiap kuliner Indonesia menggunakan Bawang merah.  Dari kuliner Aceh, Bali, Menado sampai Ambon semua memakai Bawang Merah sebagai bumbu. Dari Ayam Tangkap, Ayam Betutu, Ikan Dabu-Dabu, semuanya menggunakan Bawang merah. Ada yang kurang kalau masak nggak pakai Bawang. Atau makan Bakso gak pakai Bawang Goreng. Kurang lengkap bukan?

 

 

Daerah Penghasil Bawang Merah

 

Daerah Brebes adalah salah satu daerah penghasil bawang merah yang terkenal di Indonesia. Kalau lewat wilayah Brebes, baik menggunakan Mobil atau Kereta Api, hamparan hijau Kebun Bawang adalah pemandangan utama yang menarik. Satu hal yang menarik saat menanam Bawang Merah Brebes adalah penanam Bawang Brebes diutamakan adalah perempuan, karena disinyalir perempuan lebih rapi dan tertib dalam menanam. Bawang Brebes yang banyak ditanam jenisnya Bima. Bawang unggul ini bisa dipanen dlm waktu 60 hari saja. Setelah dipanen prosesnya tidak selesai sampai disitu. Bawang masih harus dikeringkan sebelum dijual. Dari Bawang yang dikeringkan tidak semua dijual. Ada sebagian disimpan petani untuk dijadikan sebagai bibit untuk penanaman selanjutnya.

Bawang Brebes Unggul secara aroma dan bobot karena lokasi strategis Brebes . Karena hanya disana ada Angin Kumbang dari Gunung Kumbang yang datang berhembus sekali setahun di bulan Juli – September ke arah lahan Bawang di Brebes. Angin ini bagus buat pertumbuhan dan bobot bawang. Hembusannya Kencang dan dingin. Juga mengurangi hama kupu-kupu yang menyerang Bawang.

Bawang Brebes memang unggul. Setiap umbinya gemuk dan beratnya lumayan. Pantas jadi komoditi unggulan kebanggaan masyarakat Brebes.

Daerah penghasil bawang merah bukan hanya Brebes saja. Berdasarkan data Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, sentra-sentra produksi bawang merah tersebar antara lain NTB, Sumbar, Sumut, Sumsel, Sulsel, Sulteng, Sulut dan Kalsel.

Di Sumut salah satu sentra pertanian bawang merah ada di daerah Haranggaol selain di tempat lain di Kawasan Danau Toba. Pertanian di Haranggaol sudah terkenal sejak lama. Bahkan, konon katanya bibit bawang merah paling unggul berasal dari daerah ini yang kemudian dikembangkan di daerah lain.

Peta Citrarasa dan Aroma Kopi Indonesia

Peta Citrarasa dan Aroma Kopi Indonesia

posted in: Kopi | 0

Indonesia memiliki beragam citrarasa dan aroma kopi karena masing-masing daerah yang memproduksi kopi memiliki keunikan masing-masing. Berikut adalah daftar Peta Aroma Kopi Indonesia:

Arabika Gayo

Aroma: Daun teh hitam, daun salem, bunga kopi/melati, pisang, nangka

 

Arabika Lintong

Aroma: sereh, daun sirih, markisa, terong Belanda, kayu manis, coklat

Arabika Mandailing

Aroma: coklat, kemanisan gula kelapa, kayu manis, tembakau, delima

Arabika Bengkulu

Aroma: gula kelapa, semangka, kayu manis

Robusta Bengkulu Kepahiang

Aroma: manis, kepahitan rendah, manis gula merah, tembakau, cengkih

Arabika Solok

Aroma: gurih, kemanisan legit, kayu manis

Robusta Masurai Jambi

Aroma: tektur tebal, pahit getir

Liberika Jambi

Aroma: nangka, tekstur tebal, daun jeruk, pisang

Robusta Lampung

Aroma: jagung bakar, gula bakar, kepahitam pekat

Arabika Bogor Cibulao

Aroma: teh hijau, daun rasamala, coklat dan pala

Robusta Cibulao

Aroma: coklat, manis gula kelapa, teh hitam

Arabika Java Preanger

Aroma: ubi bakar, madu, asam jawa, pandan, pisang

Robusta Karawang

Aroma: tektur sangat tebal, kepahitan tinggi, agak getir

Robusta Temanggung

Aroma: gula bakar, kacang sangrai, tekstur tebal

Arabika Wonosobo

Aroma: manis jeruk keprok, tembakau

Arabika Dieng

Aroma: daun salam, gula merah, pandan, asam Jawa

Arabika Ijen

Aroma: manis gula merah, cengkeh, teh hitam, aroma melati

Arabika Argopuro Situbondo

Aroma: pisang, gula merah, lembut

Arabika Kintamani

Aroma: asam belimbing, kemanisan gula tebu, buah jeruk

Arabika Flores

Aroma: coklat, jagung manis, ketumbar, jeruk, kapulaga

Arabika Enrekang Toraja

Aroma: coklat, kayu manis, nanas

Arabika Mamasa Sulawesi Barat

Aroma: rempah manis, buah pala, asam jawa dan jeruk

Arabika Napu – Sulawesi Tengah

Aroma: aroma nangka, nyaman, manis gula merah, vanili

Arabika Wamena Papua

Aroma: aroma dedaunan, jeruk keprok, daun salam dan kelengkeng

Liberika Pangkalan Bun Kalimantan

Aroma: tektur tebal, nangka matang, kepahitan tinggi

Pembiakan Tanaman Kopi

Cara Pembiakan Tanaman Kopi

posted in: Kebun Kopi | 0

Pembiakan dari tanaman kopi ini ada dua macam cara, yaitu cara generatif dan cara vegetatif. Cara pembiakan secara generatif dengan menggunakan persemaian, yaitu menanam biji. Cara ini sebenarnya yang paing sederhana dan tidak perlu memakai kepandaian khusus. Akan tetapi cara ini buat kopi Robusta akan kurang baik hasilnya, karena binih kopi jenis Robusta ini pada umumnya banyak mengalami segregasi. Tanaman semaian ini sering tidak seragam, baik itu pertumbuhannya maupun produktivitasnya.

Pembiakan Vegetatif:

Cara pembiakan vegetatif semakin banyak dipergunakan orang luntuk menanam kopi jenis Robusta. Untuk pembiakan vegetatif ini pun dikenal denga 2 cara, yaitu: Sambungan dan Stek.

Kalau di Indonesia kebayakan yang dipergunakan adalah cara sambungan namun sekarang juga telah mulai diperhatikan pula cara-cara stek. Sebab pembiakan dengan cara-cara stek ini mempunyai banyak keuntungan, yaitu:

  1. Tidak perlu menggunakan tenaga terlatih;
  2. Dapat dilakukan dengan secara masal;
  3. Tidak mengalami kemungkinan pengaruh buruk dari batang bawah;
  4. Berbuah 1 tahun lebih awal;
  5. Akar serabut lebih banyak;
  6. Wiwilan hanya sedikit diwaktu mudanya;
  7. Tidak ada persoalan dengan tunas palsu.

Namun disamping ada keuntungannya, juga cara stek ini mempunyai beberapa kekurangan, yang antara lain adalah:

  1. Bagi pembentukan akar diperlukan kondisi yang perlu diatur dengan lebih seksama;
  2. Akar tunggang lebih pendek.

Untuk penanaman kopi jenis Robusta dengan cara stek ini tidak boleh ditanam hanya dengan 1 jenis klon saja. Sebab Robusta adalah kopi yang penyerbukannya bersilang.Jadi paling sedikit harus ditanam 3 sampai 5 jenis klon. Namun juga tidak boleh terlalu banyak jenis klonnya, karena semakin banyak semakin besar kemungkinan kopi yang dihasilkan juga kurang seragam.

A. Pembiakan dengan Sambungan

Bagi penyambungan ini maka diperlukan batang bawah dan calon batang atas (Entres). Batang Bawah ditanam dengan jarak 20×25 cm atau 20x30cm. Untuk batang bawah ini sebaiknya dipergunakan semaian yang berasal dari klonal yang mempunyai sistem perakaran yang baik. Batang bawah ini mulai dapat disambung pada umur 10 samai 12 bulan, kalau kira-kira batang itu sendiri telah setebal pensil.

Calon batang atas (Entres) dikenal 2 macam, yaitu entres pucuk dan entres cabang. Untuk biasanya yang dipergunakan adalah entres pucuk yang berasal dari wiwilan. Sedangkan entres cabang ini berasal dari cabang primair, akan tumbuh kesamping. Ini umumnya hanya dipakai untuk keperluan rehabilitasi penanamn. Entres ini sebaiknya diambilkan dari kebun entres, sebab kalau dari entres tanaman produksi sering kurang baik.

B. Cara Menyambung

Saat yang baik untuk mengadakan penyambungan ini adalah pada waktu awal musim penghujan, ketika batang bawah sedang tumbuh dengan aktif. Kalau penyambungan dilakukan pada waktu musim penghujan, maka ini biasanya hasilnya akan kuran baik. Sebab batang bawah itu telah kurang aktif.

Kita juga mengenal dua cara penyambungan pada tanaman kopi, yaitu sambungan celah dan sambungan tempel. Akan tetapi yang sering dipergunakan adalah cara sambungan celah, karena lebih mudah dan hasilnya sama-sama memuaskan bila dengan mempergunakan sambungan tempel.

C. Sambungan Celah

Batang bawah dipotong rata dengan mempergunakan gunting stek, kemudian kita buat celah sepanang 3-4cm dengan pisau. Sedangkan entres dipotong seruas-seruas sepanjang +7cm. Daun dari cabang dipotong 1½ cm dari sumbu entres kemudian diruncingkan sepanjang 3-4cm. Entres lalu dimasukkan dalam celah-celah batang bawah dan lalu diikat dengan tali. Tebal batang bawah dan entres hendaknya dipilihkan yang sama.

 Pembiakan Tanaman Kopi
Gambar : Contoh Gambar Entres dan Bentuk Sambungannya

D. Sambungan Tempel

Batang bawah dan entres dipotong miring, kemudian ditempelkan satu dengan lainnya. Setelah itu kita ikat dengan tali. Untuk melindungi dari kekeringan atau pun pembusukan maka biasanya akan kita gunakan lilin sambung (ent-was) atau ita tutup dengan kertas. Akan tetapi dalam praktek sehari-hari, sering kita jumpai mereka itu menutup dengan mepergunakan daun-daun, entah itu daun tanaman kopi sendiri ataupun daun pisang.

E. Pembiakan dengan Stek

Bahan stek ini biasanya dipergunakan wiwilan yang berasal dari kebun entres, sebab kalau stek yang kita pergunakan dari kebun produksi maka hasilnya kurang memuaskan. Sebab makin tua umur bahan stek maka aan makin kecil daya perakarannya.

F. Memperakarkan Stek

Stek diperakarkan pada medium yang terdiri dari campuran tanah dan pasir. Dengan perbandingan 1 banding 1 ; atau 1 bading 2, sebab makin berat jenis tanahnya makin banyak memerlukan pasir.

Tebal medium yang paling baik adalah 20cm, kemudian bawahnya kita beri lapisan kerikil untuk memperbaiki drainase dan tata udara. Sebab kalau medium terlalu basah dan tata udaranya jelek, stek akan menjadi kekeringan, kemudian busuk dan mati. Stek ditanam hingga daunnya akan menyentuh medium pada jarak antara 5x10cm.

Stek dapat juga diperakarkan dalam bak stek atau bedengan stek. Dalam bak sjtek kondisi tanaman dapat diatur dengan lebih mudah, bila dibandingkan dengan bedengan stek. Sedangkan faktor pertumbuhan yang perlu diatur adalah kelembaban udara, temperatur dan intensitas cahaya.

G. Bak Stek

Dalam bak stek ini kelembababn udara dapat diatur dengan pipa air yang berlubang-lubang, sehingga air dapat menetes dengan secara pelan pada tutup kaca yang dilapisi dengan kain. Kelembaban harus dijaga agar berkisar antara 85 sampai 90 persen.

Temperatur dan intensitas cahaya dapat diatur dengan mempergunakan naungan buatan. Temperatur rata-rata kit usahakan berkisar antara 23 sampai dengan 26 derajat Celsius. Medium harus disiram secukupnya akan tetapi jangan sekali-kali tergenang air.

H. Bedengan Stek

Bedengan stek ini biasanya dipergunakan didaerah yang agak tinggi dan mempunyai temperatur rata-rata lebih rendah. Kelembaban udara diatur dengan penyiraman air, setiap 2-3 jam pada siang hari. Sedangkan untuk temperatur dan intensitas cahaya diatur dengan naungan buatan, atau kombinasi naungan alam dan naungan buatan.

I. Pemindahan Stek

Stek telah cukup berakar dalam waktu antara 10-12 minggu. Kemudian stek ini perlu dipelihara dulu dalam pembibitan sebelum dipindahkan kepetanaman. Baiknya dalam pembibitan itu stek ditanam dalam jarak 20x20cm atau 20x25cm, atau kalau tidak dapat juga dipelihara dalam plastik ataupun keranjang. Setelah umur 8 sampai 10 bulan barulah dipindahkan kepetanaman.

J. Jadwal Pembuatan Stek

Waktu yang baik untuk pembuatan stek adalah awal dari musim penghujan, maka baiknya saja menurut jadwal umum:

  1. Bulan Oktober s/d Desember; tahap Pengakaran di bak stek
  2. Bulan Januari s/d Oktober; tahap Pemeliharaan dan Pembibitan
  3. Bulan Oktober s/d Nopember; tahap Penanaman di kebun atau petanaman.

Sumber:bercocok-tanam-kopi.blogspot.co.id