Dorong Konsumsi Masyarakat, Penyaluran Bansos Perlu Diperluas

Ferry Nababan

Pemerintah diminta tak hanya mempercepat penyaluran bantuan sosial atau bansos, tapi juga memperluas kelompok penerima manfaat. Hal ini demi mendorong konsumsi rumah tangga sebagai pendorong utama perekonomian.

Di kuartal I 2020, konsumsi masyarakat hanya tumbuh 2,84 persen (yoy). Angka ini merosot dibandingkan periode yang sama tahun lalu 5,07 persen (yoy).

“Kemudian mengenai refocusing APBN yang dilakukan dalam bentuk bansos, social safety net Rp 110 triliun, ini perluasan safety net sangat dibutuhkan, masyarakat yang kena dampak sosial ekonomi dan PHK akibat COVID-19 ini kan terus bertambah. Supaya konsumsi kita juga terdorong,” ujar Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PDIP Dolfie OVP dalam video conference, Rabu (6/5).

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad mengatakan, pemerintah perlu menaikkan anggaran dan memperluas penerima manfaat bansos. Apalagi di kuartal kedua ini, laju konsumsi rumah tangga diperkirakan akan semakin melambat akibat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Pertumbuhan ekonomi di kuartal II itu pendorongnya melambat, konsumsi juga akan menukik ke bawah lagi karena PSBB sudah meluas. Jadi pemerintah saya rasa perlu memperluas penerima bansos, dipercepat, dan menambah anggaran bansos,” kata Tauhid.Warga RW 10 Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur menerima bansos sembako. Foto: Dok. Kemensos © Disediakan oleh Kumparan Warga RW 10 Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur menerima bansos sembako. Foto: Dok. Kemensos

Saat ini, anggaran pemerintah untuk bansos sebesar Rp 110 triliun. Menurut dia, anggaran ini perlu ditambah, mengingat dampak COVID-19 juga semakin meluas kepada masyarakat.

“Anggaran Rp 110 triliun perlu ditambah, melihat situasi saat ini,” jelasnya.

Golongan masyarakat untuk kelas menengah rentan miskin juga dinilai perlu mendapat bansos. Kelas menengah rentan miskin adalah mereka yang tidak miskin, namun pendapatannya belum cukup aman. Pengeluaran mereka antara Rp 532.000 hingga Rp 1,2 juta per bulan.

Dihubungi terpisah, Direktur Eksekutif Yayasan Arek Lintang (Alit) Yuliati Umrah menyarankan, pemerintah perlu membuat gugus tugas untuk perlindungan anak yang orang tuanya terdampak COVID-19. Saat ini, kata dia, banyak orang tua anak yang terkena PHK dan tidak memiliki penghasilan.

“Dengan adanya gugus tugas tim perlindungan anak, maka ketepatan pemberian bantuan dari pemerintah dapat tersalurkan dengan baik. Penerima yang tepat serta efek yang bisa ditimbulkan untuk menjadi trigger bagi masyarakat di tengah pandemi COVID-19 ini,” katanya.Deretan gedung bertingkat di kawasan Petamburan, Jakarta. Foto: Antara/Aprillio Akbar © Disediakan oleh Kumparan Deretan gedung bertingkat di kawasan Petamburan, Jakarta. Foto: Antara/Aprillio Akbar

Selain itu, adanya pembatasan sosial saat ini juga berdampak pada sang anak. Pemerintah pun diminta untuk memperhatikan nasib anak yang orang tuanya kehilangan pekerjaan akibat pandemi virus corona.

“Pemerintah perlu mendukung anak-anak yang orang tuanya terkena PHK, baik itu pekerja formal maupun informal, sudah tidak memiliki lagi penghasilan,” jelasnya.

Pemerintah telah menganggarkan bansos senilai Rp 110 triliun dalam APBN 2020. Secara rinci, anggaran tersebut dialokasikan untuk tambahan jaring pengamanan sosial sebesar Rp 65 triliun, kebutuhan pokok dan operasi pasar sebesar Rp 25 triliun, dan penyesuaian anggaran pendidikan sebesar Rp 20 triliun.

Dari Rp 65 triliun anggaran yang dikucurkan untuk tambahan jaring pengamanan sosial, pemerintah akan mendistribusikannya ke dalam tujuh jenis bantuan. Di antaranya bantuan untuk program keluarga harapan (PKH) sebesar Rp 8,3 triliun.

Kemudian, bantuan kartu sembako Rp 15,5 triliun, diskon tarif listrik Rp 3,5 triliun, insentif perumahan Rp 1,5 triliun, bantuan sembako Jabodetabek dan bansos tunai non-Jabodetabek Rp 19,6 triliun, serta jaring pengamanan sosial lainnya sebesar Rp 6,5 triliun.

sumber: kumparan

Ferry Nababan
Author: Ferry Nababan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: