News

FAKTA Wanita Menikah dengan Sepupu Sendiri, Berawal Dijodohkan hingga Lestarikan Budaya

Cerita seorang wanita yang mengaku menikah dengan saudara sepupunya sendiri, viral di media sosial.

Cerita tersebut diunggah di akun TikTok pribadinya, @qhirajilenza pada Rabu (31/3/2021).

Dalam video itu, akun @qhirajilenza mengunggah foto masa kecilnya dan sang suami.

“Sepupuan dari lahir,” kata akun @qhirajilenza dalam keterangan videonya.

Kemudian, foto tersebut pun dilanjutkan dengan foto pernikahan mereka.

Selain itu, ada juga foto mereka dalam balutan pakaian adat.

“13-03-2021 Menikah,” tambahnya.

Sontak, video tersebut menjadi viral dan telah ditonton lebih dari 300 ribu kali pada (3/4/2021).

Video tersebut juga disukai lebih dari 29 ribu kali dan dikomentari lebih dari ribuan kali.

Ada beberapa warganet yang mempertanyakan apakah boleh menikah dengan sepupu sendiri.

Ada juga yang menyebut dalam budaya Batak memang dibolehkan.

“Emang boleh ya nikah sama sepupu sendiri?” kata seorang warganet.

“Dekat banget, nggak capek nyari jodohnya jauh-jauh wkwk,” kata warganet.

“Pernah baca emang orang Batak sering dijodohin dengan sepupu sendiri,” ujar warganet lain.

Setelah viral, akun @qhirajilenza kembali mengunggah video yang menjelaskan alasannya bisa diperbolehkan menikah dengan sepupu.

Dalam video tersebut, akun @qhirajilenza menyebut pernikahan antar sepupu diperbolehkan tergantung agama dan budaya yang dianut.

Baca juga: 

“Kalau budaya Batak sendiri, budaya aku, itu boleh tapi tidak asal sepupu.”.

“Jadi perempuan yang punya anak laki-laki, dan laki-laki yang punya anak perempuan itu boleh dinikahkan,” ungkap pemilik akun @qhirajilenza.

Saat dikonfirmasi Tribunnews.com, pengunggah video bernama Ratina Qhira Jilenza ini membenarkan ceritanya.

Qhira menceritakan, ia menikah dengan sang suami yang merupakan sepupunya sendiri pada 13 Maret 2021 lalu.Cerita seorang wanita yang mengaku menikah dengan saudara sepupunya sendiri, viral di media sosial. (TikTok.com/@qhirajilenza)© TikTok.com/@qhirajilenza Cerita seorang wanita yang mengaku menikah dengan saudara sepupunya sendiri, viral di media sosial. (TikTok.com/@qhirajilenza)

Qhira yang berdarah Batak ini menceritakan alasannya menikah dengan sang sepupu yang bernama Rialdo Putra ini.

Awalnya, Qhira mengaku sempat menjalin hubungan dengan beberapa pria hingga ke jenjang yang lebih serius.

Namun, seiring berjalannya waktu, hubungan wanita berusia 27 tahun asal Pekanbaru, Riau ini selalu mengalami masalah dalam urusan budaya.

Hingga akhirnya, saudara Qhira pun menjodohkannya dengan sepupu yang kini menjadi suaminya.

“Aku selama ini beberapa kali pacaran, mau nikah terus ngga pernah jadi, bentroknya itu karena masalah perbedaan budaya.”

“Akhirnya kemarin ditanya tanteku mau sama Bang Dodo aja ngga? Terus aku mikir-mikir yaudah mau, karena sama-sama satu budaya dan adat,” kata Qhira saat dihubungi Tribunnews.com, Jumat (2/4/2021).

Qhira menceritakan, dalam budaya Batak, menikah dengan sepupu sendiri (impal-nya) adalah hal yang wajar.

Bahkan, pernikahan tersebut justru dianjurkan.Cerita seorang wanita yang mengaku menikah dengan saudara sepupunya sendiri, viral di media sosial.© Disediakan oleh tribunnews.com Cerita seorang wanita yang mengaku menikah dengan saudara sepupunya sendiri, viral di media sosial.

Ia pun sempat tak menyangka jika video TikToknya menjadi viral.

“Kalau di adat Batak udah biasa banget makanya aku ngga nyangka bisa viral,” ungkap Qhira yang berprofesi sebagai dokter gigi ini.

Ia dan suami yang telah mengenal sejak lahir pun sempat merasa canggung satu sama lain setelah menikah.

Terlebih, saat menghadapi malam pertama mereka.

Bahkan, Qhira dan sang suami pun masih memanggil dengan sebutan abang dan adik seperti sebelum menikah.

Namun seiring berjalannya waktu, Qhira menyebut pernikahannya justru sangat menyenangkan.

“Malah lebih seru aja bercanda-bercanda kaya sudah bukan ke orang lain,” kata dia.

Tak Sembarang Saudara Bisa Menikah

Kendati demikian, Qhira menyebut tidak sembarang saudara bisa menikah.

Untuk saudara sepupu yang diperbolehkan menikah, Qhira menyebut misalnya, seorang nenek memiliki anak laki-laki dan anak perempuan.

Anak laki-lakinya itu punya anak perempuan dan anak perempuannya punya anak laki-laki, maka kedua anak tersebut boleh dinikahkan.

“Karena kalau di Batak marga dituruninnya dari Bapak, kalau kebalik jadinya satu marga,” ungkap Qhira yang berprofesi sebagai dokter gigi ini.

Qhira pun tak mempermasalahkan cibiran dari warganet tentang pernikahannya ini.

Sebab, menurut Qhira, pernikahannya ini justru dianjurkan dalam budayanya.

“Aku merasa pro dan kontra akan selalu ada. Selama itu budaya yang kita anut ya kenapa engga? kan kita juga gamau lama-lama budaya kita bisa hilang.”

“Karena budaya Karo itu menganjurkan kalau bisa nikahnya sama yang saudara.”

“Biar kalau punya harta yang nikmatin bukan orang lain tapi saudara sendiri,” ungkapnya.

Untuk itu, Qhira dan sang suami pun tak khawatir mengenai risiko genetik yang akan menimpa keturunannya nanti.

Terlebih, orang tua Qhira pun menikah secara timpal dan keluarganya tidak ada yang cacat.

“(Pernikahan) orang tua aku malah benar-benar kandung banget, satu nenek, Puji Tuhan aku dan adik-adikku tidak ada yang cacat.”

“Aku juga bingung soalnya kalau di Batak udah hal yang biasa banget (menikah dengan saudara sepupu).”

“Dan aku belum denger orang yang nikah timpal anaknya cacat,” tutur Qhira.

Qhira justru bercerita banyak kelebihan yang didapatkan karena menikah dengan sepupu sendiri.

Di antaranya tidak khawatir adanya ketidakcocokan dengan mertua atau ipar dari masing-masing keluarga.

Pasalnya, kedua keluarga sudah saling mengenal dan memahami sejak kecil.

“Kelebihannya itu kita sudah tahu dia luar dalam, mulai dari orangnya, keluarganya dan saudara-saudaranya.”

“Kita jadi bisa membayangkan kalau masuk ke kehidupan dia itu seperti apa karena sudah tahu siapa saja orang yang akan dihadapi,” pungkasnya.

(Tribunnnews.com/Maliana)

ferryssn
Author: ferryssn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *