Read Time:2 Minute, 57 Second

Juria merupakan satu dari varietas kopi yang sangat langka yang dianggap keramat oleh sebagian warga Colol.

Masyarakat tidak berani mengganti tanaman ini dengan tanaman baru karena dianggap sudah sangat menyatu dengan tanah di Colol.

Para petani sudah mencoba membibitkan ulang dan menanam Juria dilokasi lain akan tetapi tidak pernah berhasil tumbuh dan berbuah baik seperti pohon tua mereka.

Kopi Juria ditanam sudah lebih dari 60 tahun dengan rata-rata tinggi pohon 4-5 meter.

Sejarah juria bermula dari seorang politikus asli Flores bernama Rudolf Kawoer yang membawa bibit juria di pada sekitar tahun 1950.

Rudolf adalah orang flores pertama yang bisa bersekolah hingga ke Makasar.

Dalam sisa hidup nya semenjak pulang bersekolah Rudolf selalu mengkampanyekan kepada warga flores untuk menanam bibit yang dia bawa tersebut.

Dalam satu seruput juria akan bisa merasakan tiga rasa sekaligus seperti karamel, cokelat, dan tembakau.

Juria hanya tumbuh di tanah berbatu.

Kopi juria mendapat julukan kopi langka, karena ia hanya bisa dipanen setiap dua tahun sekali.

Saat menuju matang, daun kopi gugur total, hanya terlihat buah kopinya, hingga menemui panen.

Kampung Colol, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, menjadi satu-satunya habitat yang teberkahi juria.

Para peneliti pun pecinta kopi dari penjuru dunia, di antaranya Benua Amerika dan Eropa, silih berganti datang buat mempelajarinya.

Mudah Menyerap Bau

Para peramu kopi harus sangat perhatian karena bubuk kopi juria tidak dapat tersimpan lama.

Pemetikan dan pengolahan juria cukup rumit.

Hanya biji yang benar-benar merah, matang sedikit menghitam yang bisa dipanen.

Kemudian biji kopi diperam selama 36 jam dalam karung, dijauhkan dari tanah dan debu karena juria mudah menyerap bau.

Ketika dijemur, tidak boleh langsung di tanah, tetapi di balai-balai hingga benar-benar kering.

Proses sortir dan roasting atau sangrai harus dengan kematangan yang pas supaya tiga rasa dan aroma juria terjaga.

Ciri-ciri

Kebun kopi juria berada pada ketinggian 1.200-1.400 meter di atas permukaan laut.

Kopi ini bercirikan batang tegak lurus, tinggi berkisar 4-5 meter, dan daun kecil.

Ciri lainnya yaitu jarak antarranting lebih rapat, tidak serimbun arabika atau robusta.

Biji kopi juria juga lebih besar dan jika disangrai aromanya tajam.

Tanaman kopi juria terdesak dengan tanaman kopi lain yang mempunyai batang yang ramping.

Tanaman ini jarang berbuah lebat tiap tahunnya.

Biasanya, juria dapat dipanen raya sekali dalam dua tahun.

Saat menuju matang daun kopi juria gugur total dan hanya terlihat buah kopinya hingga panen.

Di saat memanen kopi yang memiliki tinggi hampir 5 meter tersebut petani harus memanjat dan berdiri pada sebuah bambu panjang yang dibentangkan antar dahan tanaman.

Kegunaan bambu untuk membantu petani agar lebih mudah menjangkau dahan yang tinggi.

Sakral

Para petani menyakralkan varietas juria ini.

Para tak berani mengganti varietas tersebut dengan tanaman baru.

Juria dipercaya telah menyatu dengan tanah dan leluhur mereka.

Pembibitan ulang juria di lokasi lain juga tak pernah sebaik tanaman asli.

Para petani juga punya pantangan menebang pohon yang ditanam leluhur.

Mereka percaya tidak punya hak karena itulah yang dulu memberi kehidupan bagi mereka.

Sebelum juria masuk, tahun 1920-an, petani Colol juga telah mengenal kopi yang diperkenalkan oleh pemerintah kolonial Belanda.

Meski cita rasanya istimewa, sangat miris ketika juria selama bertahun-tahun dijual ke pasar dengan harga sama dengan kopi lain.

Harganya berkisar Rp 25.000-Rp 35.000 per kilogram dalam bentuk greenbean.

Harga juria baru mulai melambung setelah Asnikom yang berdiri pada 2012 memulai promosi.

Lembaga tersebut memang menjembatani pedagang kopi dengan petani.

Sejak saat itu, juria dijual hingga Rp 100.000 per kg kopi beras.

sumber: https://video.tribunnews.com/

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Top Navigation
Social profiles

has been added to your cart

View Cart
X
%d bloggers like this: