Laba Adaro Energy Susut 19%

greengorga

Hantaman covid-19 membuat laba inti PT Adaro Energy Tbk pada kuartal I 2020 tergerus 19% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Turunnya perolehan laba disebabkan harga yang melemah, terpukul menguapnya permintaan akibat pandemi.

“Laba inti Adaro Energi pada kuartal I 2020 mencapai US$136 juta, atau turun 19% yoy. Laba ini ini tidak termasuk komponen akuntansi non operasional setelah pajak, dan merepresentasikan kinerja yang baik dari bisnis inti serta keunggulan operasional,” kata Presiden Direktur dan Chief Executive Officer PT Adaro Energy Garibaldi Thohir keterangan resmi di Jakarta, Selasa (19/5).

Ia menyebutkan, pada kuartal I 2020, perusahaan mampu membukukan volume produksi yang tinggi di tengah kondisi pasar yang sulit. Volume produksi AE meningkat sebesar 5% perbandingan tahun ke tahun menjadi 14,41 juta ton. Seiring peningkatan volume produksi, Adaro mencatatkan kenaikan penjualan 8% menjadi 14,39 juta.

Namun, pasar batu bara yang lemah semakin terpukul dengan adanya pandemi Coronavirus Disease 2019 atau covid-19. Penurunan aktivitas bisnis maupun industri demi mengurangi penularan penyakit ini membuat permintaan juga tergerus. Hingga, harga batu bara kian melemah.

Adaro mencatat pendapatan sebesar US$750 juta pada kuartal I 2020, atau turun 11% dari periode yang sama 2019. Garibaldi menyebutkan, terkikisnya pendapatan terutama karena penurunan harga jual rata-rata (ASP) sebesar 17%.

“Harga batu bara yang lemah semakin tertekan oleh penurunan permintaan akibat melemahnya ekonomi global karena penerapan lockdown terkait covid-19,” imbuhnya.

Garibaldi menyebutkan pihaknya berupaya untuk meningkatkan efisiensi dan memastikan disiplin pengeluaran guna memastikan posisi keuangan yang sehat. Tercermin dari penurunan beban pokok pendapatan di kuartal I sebesar 5% menjadi US$552 juta.

“Di saat yang sama, kami harus melindungi kesehatan dan keselamatan para karyawan untuk menjaga operasi yang aman dan andal,” pungkasnya.

Hingga perempat pertama tahun ini, Adaro mencatatkan total aset sebesar US$6,92 miliar atau setara dengan penurunan 1% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019. Aset lancar naik 24% menjadi US$1,83 miliar, sedangkan aset nonlancar turun 8% menjadi US$5,09 miliar.

Adaro berhasil mempertahankan saldo kas yang sehat pada akhir kuartal I 2020 yang tercatat sebesar US$1,25 miliar.

Dengan penurunan harga batu bara dan pendapatan perusahaan, royalty yang dibayarkan ke pemerintah juga turut terpangkas 13% menjadi US$80 juta.

Harga Batu Bara Turun
Harga batu bara terus menunjukkan tren menurun menyusul melemahnya permintaan dari sejumlah negara konsumen utama di kawasan Asia, seperti China, Korea Selatan, India, dan Jepang akibat melambatnya perekonomian global akibat pandemi covid-19.

Berdasarkan data yang dihimpun Antara, hal ini yang menjadi penyebab utama turunnya Harga Batubara Acuan (HBA) untuk bulan Mei 2020 ke angka US$61,11 per ton.

“Ekonomi global yang melambat menyebabkan HBA bulan Mei kembali turun dari bulan sebelumnya. Turun US$4,66 menjadi US$61,11. Bulan April angkanya di US$65,77 per ton,” ungkap Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi, Jumat (8/5).

Ia menyebut, penurunan harga batubara sudah terjadi selama 2 bulan terakhir. Sejak bulan Januari 2020, HBA mengalami fluktuasi. Mencatatkan angka di US$65,93 per ton pada Januari (turun dari US$66,30 di Desember 2019), kemudian naik di Februari (US$66,89) dan Maret (US$67,08), serta mengalami penurunan di April dan Mei. “Trennya untuk 2 bulan terakhir ini kembali turun,” jelasnya.

Penurunan HBA bulan Mei 2020 juga dipicu penurunan harga minyak dunia yang berpengaruh pada turunnya harga batubara di pasar internasional.

Adapun empat indeks harga batubara yang umum digunakan dalam perdagangan batubara dunia terpantau mengalami penurunan, yaitu Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt’s 5900 pada bulan sebelumnya.

Nilai HBA sendiri diperoleh rata-rata empat indeks harga batubara dunia tersebut. HBA bulan Mei 2020 ini, akan digunakan untuk penjualan langsung (spot) selama satu bulan pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut (FOB Veseel). (Fitriana Monica Sari)

sumber: validnews.com

greengorga
Author: greengorga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: