fbpx
Lima Makanan yang Sebaiknya Dimakan Mentah
Lifestyle

Lima Makanan yang Sebaiknya Dimakan Mentah

 Makanan umumnya dikonsumsi dengan dimasak terlebih dahulu. Namun, ada makanan yang memang lebih baik dikonsumsi mentah agar tidak mengurangi kandungan manfaat di dalamnya.

Gaya hidup vegan dengan mengkonsumsi makanan mentah juga diadopsi sebagai salah satu metode diet yang kini cukup banyak diminati.

Adapun makanan yang memang lebih baik dikonsumsi mentah adalah:

  1. Bayam

Dikutip dari Antara, bayam hijau mengandung banyak Vitamin C, Vitamin E, serat, enzim dan asam amino. Jika bayam dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi maka selain merubah rasa baya juga menghilangkan asam amino yang terkandung di dalamnya. Daun bayam muda paling baik dikonsumsi mentah.

  1. Bawang putih

Bawang putih banyak digunakan untuk bumbu masakan dan menambah wangi makanan. Dalam bawang putih terkandung senyawa penangkal kanker saat dikonsumsi mentah.

  1. Bawang merah

Bukan tanpa sebab kita seringkali menangis saat memotong bawang merah. mensjournal.com menulis, sebuah studi di Universitas Cornell, Amerika Serikat, menyebutkan bahwa ada senyawa belerang dan antioksidan pelawan kanker dalam sari bawang merah. Memakannya mentah dapat membantu melindungi dari kanker paru-paru dan prostat.

  1. Brokoli

Brokoli dikenal sebagai sayuran dengan nutrisi tinggi. Kandungannya mulai dari vitamin C, kalsium, kalium, protein, hingga sulforaphane, senyawa untuk melawan sel kanker. Dikutip dari lifehack.org, Sulforaphane terbukti menurunkan tekanan darah, meningkatkan kesehatan jantung, dan memberikan antioksidan yang membantu anti-penuaan dan kekebalan.

  1. Seledri

Tak hanya untuk campuran sup, seledri seringkali dimakan mentah dan dijadikan salad diet. Dilansir dari medicalnewstoday.com, penelitian membuktikan seledri mengandung apigenin yang berguna sebagai pengobatan kanker, mengurangi peradangan dan mengembalikan keseimbangan sistem kekebalan tubuh. Mengonsumsi seledri mentah mengandung lebih banyak nutrisi daripada yang dimasak.

sumber: tempo.co

Bang Sahat
Author: Bang Sahat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *