Read Time:3 Minute, 19 Second

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menekankan perlunya penataan transportasi umum di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Prioritas guna memudahkan aksesibilitas ke destinasi wisata di wilayah tersebut.

KSPN itu di antaranya Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo, Tanjung Kelayang, Bromo-Tengger-Semeru, dan Morotai.

“Kelemahan menuju akses wisata di Indonesia adalah kurang sekali tersedianya fasilitas transportasi umum,” tulis Djoko dalam keterangannya, Jumat (31/1/2020).

“Pilihan pelancong harus membawa kendaraan pribadi yang akhirnya berujung kemacetan dan pengusaha destinasi wisata harus menyediakan lahan parkir yang luas. Lain halnya berwisata di manca negara, menuju destinasi wisata ada pilihan kereta, bus, atau taksi,” ujarnya.

Menurutnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bisa membangun rute-rute jaringan fasilitas transportasi umum, baik kereta maupun bus umum menuju lokasi wisata.

“Rute tersebut awalnya dapat dikenakan tarif subsidi untuk menarik penumpang. Namun setelah mencapai demand yang mencukupi, tarif subsidi dihilangkan menjadi tarif komersial.

Selain penataan fasilitas transportasi umum, lanjutnya, juga diperlukan perbaikan infrastruktur jalan. Djoko mengatakan untuk menyediakan infrastruktur yang baik, dibutuhkan peran serta dari Pemerintah Daerah maupun Kementerian.

Data dari Ditjen. Bina Marga Kementerian PUPR (2019) untuk KSPN Danau Toba berupa dukungan terhadap jalan nasional (non tol) melalui jalan lintas tengah, lintas timur, dan penghubung lintas.

Peningkatan status jalan daerah menjadi jalan nasional untuk mendukung KSPN Danau Toba, berupa Jalan Lingkar dalam Pulau Samosir, yaitu ruas jalan Tomok – Ambarita – Simanindo – Pangururan – Nainggolan – Onan Runggu – Tomok 145,9 kilometer. Ada pekerjaan Jembatan penghubung Pulau Samosir, yaitu Tele – Pangururan (Tanah Ponggol).

Berikutnya adalah akses penyeberangan antara Parapat – Pelabuhan Aji Bata. Adalagi akses ke bandara antara ruas Simpang Silangit – Bandara Silangit.

Untuk jaringan jalan tol, yakni rencana pembangunan jalan tol Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi Seksi 7 (penugasan PT. Hutama Karya) dan Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat. Sementara untuk jalan di daerah sebagai akses pada Bandar Udara Sibisa sepanjang 6,6 kilometer.

Di KSPN Borobudur, penataan Poros Mendut-Pawon-Borobudur, meliputi Jembatan pejalan kaki Kali Elo, Jembatan pejalan kaki Kali Progo, Jalan lingkungan pemukiman Bojong, Jalur pejalan kaki Tepian Kali Progo, Jalan Balaputradewa, Penataan Sedang Lanag dan Wadon (Wonorejo). Kemudian penatan gerbang dan koridor Palbapang dan Blondo, gerbang rest area dan koridor Klangon-Borobudur dan koridor Kembanglimus -Borobudur, Jalur Marathon Borobudur 10K,

Untuk KSPN Mandalika, dukungan jalan nasional melalui jalan lintas Pulau Lombok. Peningkatan status jalan daerah menjadi jalan nasional untuk mendukung KSPN Mandalika. Akses Bandar Udara Internasional Lombok antara Praya – Simpang Penunjak – Tanah Awu. Adapula akses menuju KSPN Mandalika, yaitu ruas antara Tanah Awu – Sengkol – Kuta.

Untuk jalan di dalam akses KSPN Mandalika belum seluruhnya terkoneksi dengan baik, sehingga dibutuhkan studi lebih lanjut terkait konektivitas jalan di dalam kawasan pariwisata

Di KSPN Labuhan Bajo, ada dukungan jalan jasional melalui jalan Lintas Pulau Flores dan Pulau Timor. Peningkatan status jalan daerah menjadi jalan nasional untuk mendukung KSPN Komodo. Jalan dalam Kota Labuhan Bajo, yaitu Jalan Waetama, Jalan Van Bekkum dan Jalan Yohanis Sahadun

KSPN Tanjung Kelayang di Belitung, bentuk dukungan mempertahankan kondisi kemantapan jalan nasional yang ada. Akses bandara, yakni Perawas – Simpang 3 Bandara.

Akses KSPN Tanjung Kelayang: Junction (Simpang Lima Tanjung Pandan) – Tanung Kelayang – Tanjung Tinggi (Kecamatan Sijuk) dan termasuk jalan dalam kota

Untuk KSPN Bromo-Tengger-Semeru, dukungan jalan nasional melalui jalan Lintas Utara, Lintas Selatan dan Penghubung Lintas.

Peningkatan status jalan daerah menjadi jalan nasional untuk mendukung KSPN Bromo-Tengger-Semeru, yaitu ruas jalan Lawean – Sukapura. Dukungan Jalan Tol berupa Pembangunan Jalan Tol Gempol – Pasuruan 34,15 kilometer, Pandaan – Malang 38,48 kilometer, Pasuruan – Probolinggo 38,3 kilometer, dan Probolinggo – Banyuwangi 163,8 kilometer.

Sementara yang berkaitan dengan KSPN Morotai, berupa dukungan Jalan keliling Pulau Morotai, yakni Batas Kota Daruba – Sangowo/Daeo – Berebere.

Peningkatan status jalan daerah menjadi jalan nasional. Jalan keliling Pulau Morotai, yaitu Berebere – Sofi dan Wayabula –Daruba. Rencana peningkatan status jalan daerah menjadi Jalan Nasional (jika sudah fungsional), yaitu jalan keliling Pulau Morotai Wayabula – Sofi.

“Dengan meningkatnya kualitas infrastruktur diharapkan jumlah mancanegara maupun domestik dapat meningkat di tiap tahunnya,” kata Djoko.



Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pengamat Soroti Kurangnya Transportasi Umum di Kawasan Wisata Prioritas, 
Penulis: Ria anatasia
Editor: Fajar Anjungroso

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Top Navigation
Social profiles

has been added to your cart

View Cart
X
%d bloggers like this: