Menu Close

PENGENALAN BEBERAPA SIFAT DASAR MATERI GEOLOGI

Pengenalan sifat dasar materi geologi adalah:

  1. Untuk mengenal beberapa sifat dasar materi geologi yang dapat diukur langsung dengan peralatan yang sederhana.
  2. Untuk mengetahui sifat-sifat penunjuk dan sifat-sifat mekanik maupun sifat-sifat hidrolik, diprediksi berdasarkan hasil pengukuran dan perhitungan sifat dasarnya.

Sifat Dasar Materi Geologi

Sifat-sifat keteknikan :

  • Sifat dasar (fisik atau indeks)
  • Sifat mekanik
  • Sifat hidrolik

Beberapa sifat dasar yaitu:

  • kadar air (w)
  • derajat kejenuhan (Sr)
  • berat isi (g)
  • berat jenis (G)
  • porositas (n)
  • angka pori (e)

Sifat-sifat dasar sangat dipengaruhi oleh kondisi internal materi geologi, seperti :

  • mineralogi
  • tekstur
  • struktur

Peralatan yang dibutuhkan

  1. Timbangan dengan kepekaan 0,01 gram,
  2. Oven, tempat contoh (cawan), alumunium voil dan desikator.
  3. Bak air untuk merendam,  kain lap atau kertas tissue.
  4. Kertas grafik dan alat tulis.
  5. Caliper atau penggaris.

Prosedur

  1. Mengukur tiga jenis materi, yaitu batuan alami, batuan buatan (batako atau bata merah), dan tanah.
  2. Timbang dari setiap jenis materi masing-masing dua contoh dalam bentuk tidak teratur (irregular) dan yang teratur (reguler), dengan berat masing-masing + 50 gram atau dengan ukuran paling tidak bervolume 25 cm kubik.
  3. Hitunglah berat isi alami (gn) masing-masing contoh yaitu dengan membagi berat dengan volumenya.
  4. Keringkan satu contoh batuan alami dan batuan buatan dengan oven pada suhu + 105oC selama 24 jam lalu didinginkan dalam desikator dan timbang kembali.
  5. Jemur contoh lainnya di panas matahari sampai kering dalam waktu antara 2 – 3 hari, kemudian ditimbang. Selanjutnya rendam semua contoh tersebut ke dalam air selama 24 jam, di-lap (untuk mengeringkan bagian luar) dan timbang kembali.
  6. Hitung perbedaan berat contoh (W) ketiga materi tersebut, bandingkan berat contoh dalam kondisi alami (Wn), kondisi kering matahari (Ws), kering di oven (Wo), serta dalam kondisi jenuh air (Ww).Jangan lupa mencatat berat tempat contoh (cawan).
  7. Buat hasil pengukuran dalam bentuk tabel berdasarkan jenis materi.
  8. Hitung kadar air (alami), porositas, berat isi kering (oven dan matahari), dan berat isi jenuh, dari hasil pengukuran berat yang telah dilakukan.
  9. Buat suatu ulasan hasil dalam bentuk laporan pengujian. Lakukan juga prosedur di atas dengan  menggunakan dua contoh tanah yang berbeda.

Perhitungan Sifat-sifat Fisik

Kadar Air

Berat Isi

Berat Jenis

Porositas

Angka Pori

Tingkat Kejenuhan

  • Berat Contoh             : W 
  • Berat Tempat  : We
  • Berat Alami             : Wn 
  • Berat Kering Oven  : Wo
  • Berat Kering          : Ws 
  • Berat Direndam  : Ww
  • Kadar Air Alami      : wn 
  • Kadar Air Direndam  : wb
  • Porositas               : n 
  • Angka Pori  : e
  • Berat Isi Alami        : gn 
  • Berat Isi Kering Oven  : go
  • Berat Isi Kering       : gs 
  • Berat Isi Basah  : gw 
  • Densitas Air (r)         : 1000 kg/m3 
  • Berat Isi Air (w/g)  :  9,8 kN/m3
  • Berat Jenis               : G 
  • Derajat Kejenuhan  : Sr 
  • Kandungan Udara     : A 
  • Volume Pori   : Vv
  • Volume Partikel Padat  : Vs

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll Up
%d bloggers like this: