POTENSI UMUM SUMBER DAYA BIOENERGI INDONESIA

bioenergi Indonesia

KARAKTERISTIK BIOENERGI VS ENERGI TERBARUKAN LAINNYA

 

KOMPONEN BIOENERGI ENERGI TERBARUKAN LAINNYA
Ketersediaan Banyak dipengaruhi dengan usaha manusia Lebih banyak tergantung kepada alam
Waktu Pemanfaatan Dapat disimpan dan ditransportasikan Pada saat itu harus dimanfaatkan di lokasinya
Keberlanjutan Sangat tergantung kepada pengelolaan Sebagian besar tergantung kepada alam
Bentuk energi final Padat, cair, gas, listrik (terus berkembang) Umumnya dalam bentuk listrik
Sifat bahan baku Umumnya harus beli Sebagian besar gratis
Peluang pengembangan Sangat potensial Sangat potensial
Teknologi Sederhana – kompleks Sederhana – kompleks
Ketersebaran Seluruh wilayah Indonesia Terbatas pada wilayah-wilayah tertentu (kecuali surya)

 

POTENSI UMUM SUMBER DAYA BIOENERGI INDONESIA

 

BAHAN BAKAR NABATI

  • CPO dengan produksi tahunan sebesar 26 juta ton (200 juta SBM); juga terdapat potensi Jarak Pagar, Nyamplung dll sebagai bahan baku biodiesel;
  • Molasses 1,5 juta ton (3.1 juta SBM), Singkong 14 juta ton (14.8 juta SBM); juga terdapat Sorghum, Nipah, Aren, dan Sagu sebagai bahan baku bioetanol.

BIOGAS

  • Potensi bahan baku biogas di Indonesia sebagian besar berasal dari kotoran ternak dan bahan organik yang lain;
  • Indonesia memiliki jumlah hewan ternak sebagai bahan baku biogas yang cukup besar, antara lain 13 juta ternak sapi perah dan sapi pedaging, serta sekitar 15,6 juta ternak setara dengan 1 juta unit digester biogas rumah tangga (2.3 juta SBM).
  • Limbah organik cair dari industri sawit (POME), industri tahu dll yang juga dapat dimanfaatkan menjadi biogas masih sangat besar.

BIOMASSA

  • Indonesia memiliki potensi limbah biomassa yang besar yang berasal dari limbah pertanian, peternakan, dan sampah perkotaan.

BIO BRIKET

  • Potensi limbah pertanian dan perkebunan yang cukup besar untuk dijadikan bio briket

 

 

PEMANFAATAN BAHAN BAKAR NABATI

 

JENIS PENGGUNAAN BAHAN BAKU
Biodiesel Pengganti solar Minyak nabati seperti minyak kelapa sawit, kelapa, jarak pagar, nyamplung, kemiri sunan, mikro alga serta minyak hewani
Bioethanol Pengganti bensin Tanaman yang mengandung pati/gula seperti tebu, singkong, sagu, sorgum, dan ligno selulosa
Biooil

–   Biokerosin

–   Minyak bakar

–   Pengganti minyak tanah

–   Pengganti IDO (Industrial Diesel Oil)

Minyak nabati (straight vegetable oil)

Biomass melalui proses pirolisa dan PPO (Pure Plant Oil)

 

BAHAN BAKU POTENSIAL UNTUK DIKEMBANGKAN MENJADI BIOETHANOL DI  INDONESIA 

 

Ubi Kayu

  • Produktivitas ubi kayu masih potensial untuk ditingkatkan
  • Sangat jarang terserang penyakit dan mudah tumbuh hampir disemua jenis agroklimat di Indonesia
  • Petani sangat mengenal cara bercocok tanamnya

Tebu

  • Menghasilkan bioetanol dengan efisiensi tinggi

Sagu

  • Melimpah dan belum termanfaatkan dengan optimal

 

Aren

  • Produktivitas tinggi, hanya cocok untuk daerah subur,

berair tanah tinggi dan optimal pada daerah pegunungan

 

Sorghum

  • Mengandung biji, nira dan bagas yang dapat

dikonversi menjadi bioetanol

  • Tidak bersaing dengan peruntukan pangan

BAHAN BAKU POTENSIAL UNTUK DIKEMBANGKAN MENJADI BIODIESEL DI  INDONESIA 

  • Kelapa Sawit
  • Kelapa
  • Kemiri Sunan
  • Jarak Pagar
  • Kepuh
  • Bintaro
  • Nyamplung
  • Keranji

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll Up