Proses Pembuatan Ulos Tenun Tradisional Batak

Pembuatan ulos hingga menjadi selembar tenunan harus melalui proses yang panjang. Tenunan Ulos memiliki corak dan motif yang beragam sesuai dengan fungsinya dan mengandung makna yang berbeda-beda. Walaupun terbuat dari bahan yang sama yakni benang dengan bahan kapas namun proses pembuatannya berbeda untuk masing-masing ulos. Cara pengerjaannya akan menentukan nilai dan fungsi serta tujuan pemberian ulos akan dilakukan (mangulosi).

Proses pembuatan ulos dimulai dari mangunggas atau memintal, makkulhul atau menggulung, mangani atau membentuk dan manotar atau menenun. Dibawah ini, adalah proses  pembuatan ulos tersebut:

Tahap Penyiapan Bahan Pembuatan Ulos

Pengadaan Bahan

Prosesnya adalah berikut ini:

  • Kapas dipanen dari pohon kapas atau dibeli dari penjual kapas
  • Pembeberan kapas sehinggan mengembang untuk memudahkann pemintal membentuk ukuran benang yang diinginkan.
  • Proses pemintalan menggunakan alat khusus yang dinamakan sorha. Untuk melakukan pemintalan ini sekurangnya dilakukan oleh dua tenaga dimana seorang untuk memintak benang dan seorang lagi untuk memutar sorha.

Pewarnaan, menjadi proses yang cukup rumit.

Dalam pewarnaan benang ulos membutuhkan waktu yang lama hingga bulanan karena menggunakan bahan pewarna alami. Manubar adalah untuk memperoleh warna merah, mansop untuk memperoleh warna hitam. Pewarnaan benang ini dilakukan oleh Parsigira.

Proses pewarnaan benang adalah sebagai berikut:

    • Pewarnaan dasar dilakukan dengan itom yaitu cairan yang berwarna hitam kebiru-biruan yang dihasilkan dengan cara menggunakan salaon atau tumbuhan nila yang digon-gon atau direndam selama beberapa hari di dalam sebuah palabuan atau periuk tanah.
    • Proses dilanjutkan dengan marsigira dengan cara memasak benang yang direndam hingga mendidih membuat benang mengkilap.
    • Kemudian benang diunggas agar menjadi kuat
    • Benang dilumuri dengan indahan ni bonang yakni nasi yang dilumerkan dengan menggunakan kuas yang terbuat dari ijuk.
    • Benang yang sudah dilumeri dijemur dibawah panas matahari.

 

Tahap Pembuatan Ulos

Penentuan jenis ulos

Setiap jenis ulos berbeda tata cara pembuatannya.

Proses pembuatan ulos

  • Benang yang sudah dijemur diuntai atau disebut mangani, penguntaian ini diperhitungkan menurut komposisi warna ulos yang akan dibuat.
  • Setelah diuntai proses menjadi ulos adalah tonun yang dilakukan oleh partonun.
  • Ulos yang selesai ditonun dilanjutkan dengan manirat yakni memberi hiasan pengikat rambu ulos oleh panirat.

Proses pembuatan ulos memang cukup rumit dan memerlukan waktu yang cukup lama sehingga beberapa jenis ulos harganya menjadi sangat mahal. Semakin bagus kualitas ulos maka prosesnya akan semakin rumit dan lama. Untuk membuat ulos diperlukan banyak peralatan sesuai dengan tahap proses pembuatannya. Peralatannya terdiri dari alat tenun, biasanya masih terbuat dari kayu, alat pemintal kapas (sorha), pagabe alat untuk memegang benang yang dipintal, baliga untuk mengatur dan menyusun benang, hatulungan alat untuk membagi benang, parnapan alat untuk melilit benang, Sitadaoan, palabuan alat untuk merendam bahan pewarna yang terbuat dari periuk tanah, anjan alat penguntau ulos.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll Up