Warna Gorga Batak Toba

Hanya tiga warna yang dipakai pada warna Gorga Batak Toba. Ketiga warna itu adalah hitam, merah dan putih; melambangkan tiga bagian alam semesta (kosmos) yaitu Banua Toru (alam bagian bawah, di bawah tanah, bukan neraka), Banua Tonga (kosmos bagian tengah, permukaan Bumi tempat manusia, binatangbinatang dan tumbuh-tumbuhan hidup), Banua Ginjang (kosmos bagian atas: langit, tempat bersemayam para dewa).

 

Ketiga warna gorga juga melambangkan tiga penguasa alam semesta yaitu Batara, Guru penguasa Banua Toru dilambangkan dengan warna hitam, Debata Sori penguasa Banua Tonga dilambangkan dengan warna merah, dan Mangala Bulan penguasa Banua Ginjang, dilambangkan dengan warna putih.

 

Ketiga dewa yang dikenal dengan sebutan ‘Debata Sitolu Sada’, atau tritunggal dewa dan tiga bagian alam semesta ini sangat mempengaruhi hampir seluruh kebudayaan Batak.

 

1. Hitam Warna hitam adalah symbol dari Banua Toru (kosmos bagian bawah) dan penguasaanya Batara Guru yang selalu mengendarai kuda hitam. Di dalam kehidupan sehari-hari warna hitam dianggap sebagai simbol kekuatan pengobatan dan kedukunan. Parmalim (adalah suatu kepercayaan kuno Orang Batak) memakai warna hitam, sebagai simbolnya. Warna hitam sering disebut sebagai Raja Warna, sebab kalau warna ini dicampur dengan warna lain, dengan perbandingan yang sama, maka warna yang lebih kuat adalah warna hitam. Selain itu warna hitam disebut sebagai raja warna karena warna ini melambangkan kekuatan, pelindung dan kekuasaan yang adil dan bijaksana.Itulah sebabnya ikat kepala kepala raja di Tanah Batak selalu berwana hitam. Dalam Gorga Batak Toba warna hitam selalu dibuat pada andor yaitu bidang gorga yang selalu dikontur dengan garis besar berwarna putih.

 

2. Merah Warna merah adalah simbol Banua Tonga (kosmos bagian tengah) dan penguasanya adalah Debata Sori yang selalu mengendarai kuda berwarna merah. Dahulu warna merah sangat ditakuti oleh Orang Batak, karena warna ini dianggap sebagai penyebab kematian. Keyakinan itu di dapat dari kenyataan pada kehidupan tanam-tanaman, yang pada mulanya berwarna hijau, kemudian nampak berwarna kekuning-kuningan suatu pertanda mendekati kematian. Dan apabila telah pasti mati, daun tanaman yang dulunya berwarna hijau itu kelihatan merah (marrara). Warna merah dibuat pada latar belakang gorga yaitu pada sela-sela andor, di antara andor dengan daun gorga dan diantara andor dengan batas bidang gorga. Merah adalah lambang keberanian dan kesaktian.

 

3. Putih Warna putih adalah symbol dari Banua Ginjang (kosmos bagian atas) dan penguasanya Mangala Bulan. Putih melambangkan kesucian dan kehidupan.Orang Batak percaya membuat hidup adalah gota(getah), suatu tenaga ajaib yang mengalir dalam tubuh makhluk hidup. Orang Batak zaman dahulu menganggap manusia hidup dari gota ni (getah nasi), gota ni gadong (getah ubi), dan gota ni ingkau (getah sayur-sayuran). Memang tidak semua getah berwarna putih tetapi karena kebanyakan getah berwarna putih, maka Orang Batak menganggap bahwa getah itu berwarna putih. Warna putih dibuat pada garis gorga (hapur atau lili), yaitu garis kontur dan garis tengah yang selalu mengikuti andor (garis berwarna hitam). Warna putih melambangkan ketulusan dan kejujuran yang berbuah kesucian.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *