Seni Ukir Suku Batak Gorga

posted in: Art, Featured | 0

Jika Bali terkenal dengan seni ukirannya, maka suku batak juga tidak kalah hebat, karena Suku Batak juga mempunyai seni ukir tradisional yang dinamakan dengan Gorga. Seni ukir atau Gorga ini biasanya diaplikasikan pada berbagai benda yang dipergunakan oleh orang Batak, seperti peralatan yang digunakan dalam kehidupan adat, alat kesenian seperti kecapi dan gendang, hiasan perahu dan untuk bangunan rumah. Ukiran Gorga biasanya dibuat dengan menggunakan bahan dasar kayu jenis tertentu yang mempunya sifat tahan terhadap terpaan cuaca baik panas maupun air hujan. Kayu jenis ini dinamakan kayu igul, digunakan karena sifatnya yang mudah untuk diukir karena lunak namun tahan terhadap cuaca, maka kayu igul ini banyak dipakai sebagai bahan untuk membuat solu atau perahu (bahasa Batak).

 

Bangunan rumah dalam bahasa Batak disebut Ruma, seni ukir gorga ini dibuat pada hampir seluruh bagian luar Ruma. Selain diukir hiasan Gorga dilalukan juga dengan teknik melukis dengan cat khusus dimana secara tradisional warna yang dipakai hanya tiga jenis warna yakni warna merah, hitam dan warna putih.

Seni Gorga ini mempunyai makna khusus dalam budaya orang Batak dan sering dikaitkan dengan adat istiadat suku Batak lewat rupa atau bentuknya masing-masing gorga. Bentuk dan rupa gorga itu biasanya menggambarkan benda-benda tertentu , bisa bentuk manusia atau bentuk binatang atau bentuk lainnya.  Berikut adalah makna dari bentuk atau rupa Gorga yang biasa digunakan sebagai hiasan pada bagian-bagian rumah, seperti dinding, tiang dan lainnya.

Lukisan ornamen gorga penghias bagian-bagian rumah adat batak yang memiliki makna tertentu

Bentuk Gorga pada Ruma Batak

Bentuk Gorga Singa-singa

Bentuknya seperti wajah manusia dengan posisi duduk dengan melipat lutut yang berada dibawah bentuk kepala yang dihiasi bentuk kain yang disebut tiga bolit, sementara diwajahnya bentuk lidah terjulur hingga hampir ke dagu. Arti dari bentuk gorga ini adalah wibawa atau karisma bagi pemilik rumah. Lihat koleksi gorga singa-singa disini!

Bentuk Gorga Boraspati (Cicak)

Bentuknya adalah berbentuk binatang cicak dengan ekor yang terbelah dua. Selain dinamakan boraspati juga disebut dengan bujonngir, bentuk ini adalah gambaran perlindungan buat seisi rumah karena cecak dianggap dapat memberi tanda-tanda  yang membantu manusia untuk menghindari bahaya yang datang.

Bentuk Gorga Sijonggi

Bentuk ini adalah lambang kegagahan sehingga  pemilik rumah akan dihormati karena adalanya lambang keperkasaan ini.

Bentuk Gorga Hoda-Hoda

Bentukya adalah berupa penunggang dengan tunggangannya beupa hewan kuda (hoda), bentuk ini memberi gambaran atau lambang kebesaran dari pemilik rumah.

Bentuk Gorga Ulu Paung

Mengambil bentuk setengah gambar hewan dan setengah gambar manusia yang biasanya berbentuk kepala orang yang memiliki tanduk seperti tanduk hewan kerbau. Bantuk ini memberi lambang kekuatan untuk melindungi segenap pengisi rumah dari serangan mahluk jahat. Selain dari ukiran kayu di beberapa tempat bentuk ini ada yang dibuat dengan menggunakan kepala kerbay asli.

Bentuk Gorga Desa Naualu (artinya: Delapan Penjuru Mata Angin)

Bentuk Gorga ini adalah arah mata angin dengan dibubuhi hiasan-hiasan lain memiliki arti petunjuk dalam melakukan kegiatan kehidupan keseharian misalnya tanda perubahan musim, waktu-waktu bertani atau menangkap ikan dan lainnya.

Bentuk Gorga Silintong

Bantuk Silintong adalah berupa pusaran air yang memberi perlambang kesaktian dari orang-orang yang memiliki ilmu tinggi seperti datu, guru dan raja, untuk melindungi rakyatnya dari bahaya atau bencana.

Bentuk Gorga Gaja Dompak

Gorga ini  memeiliki bentuk bagai jenggar yang berada  di ujung dila paung,  merupakan simbol kebenaran yang bersumber dari Debata Mulajadi Nabolon yang menjadi hukum bagi orang Batak.

Bentuk Gorga Ipon-Ipon

Bentuk ini adalah perlambang kemajuan, merupakan hiasan bagian tepi yang memberi kekuatan pada komposisi gorga, biasanya berbentuk geometris dengan salah satu bentuknya adalah setengah lingkaran yang berlapis-lapis  menyerupai bentuk embun sehingga sering disebut “ombun marhehe”.

Bentuk Gorga Simataniari atau matahari

Bentuk ini adalah lambang sumber kekuatan hidup dan memberi arah kehidupan manusia,  berbentuk bintang delapan. Gorga Simataniari ini juga sering disebut “purba manusia”.

Bentuk Gorga Sitompi

Ini adalah bentuk perlambang ikatan kebudayaan dengan bentuk anyaman rotan yang dibuat menjadi alat mengikat leher kerbau ketika digunakan untuk membajak sawah.

Bentuk Gorga Simarogung-ogung

Bentuk ini merupakan perlambang kebahagiaan atau kegembiraan karena bentuknya berupa gong atau sering disebut ogung yang merupakan alat musik pukul. Selain itu bentuk gorga ini juga  memberi arti kemakmuran dan kekayaan, sehingga rumah yang dihiasi dengan gorga ini merupakan milik orang kaya.

Bentuk Gorga Jorngom atau Jenggar

Merupakan simbol penjaga keamanan dan sanggup melawan segala jenis setan., bentuknya  mirip dengan hiasan-hiasan yang terdapat di candi, berbentuk raksasa yang biasa terdapat pada bagian tengah tomboman adop-adop dan halang gordang .

Bentuk Gorga Dalihan Natolu

Bentuk ini merupakan perlambang cara menjalin hubungan dengan sesama manusia orang Batak menggunkan falsafah yang disebut  dengan  Dalihan Natolu ini berbentuk jalinan sulur yang saling terikat, biasanya terdapat di dinding depan atau disebut dorpijolo.

Bentuk Gorga Adop-adop

Bentuk ini adalah lambang hamoraon, hagabeon, dan hasangapon yang merupakan idaman setiap orang atau suku Batak. Adop-adop berarti susu atau payudara yang dirangkaikan dengan gorga boraspati di mana terdapat empat payudara di kiri dan di kanan dari gorga boraspati tersebut.

Bentuk Gorga Simeoleol

Bentuk ini adalah perlambang kegembiraan dan berfungsi untuk menambah keindahan.Simeoleol berarti melenggak-lenggok,  berbentuk sulur yang terjalin dengan lenggok yang menghasilkan keindahan.

Bentuk Gorga Sitagan

Bentuk gorga ini mempunyai makna nasihat agar manusia tidak sombong terhadap sesamanya, terutama ketika menerima tamu. Gorga Sitagan mempunyai bentuk simetris baik pada  tutup kotak dan kotak yang ditutup pada tagan tersebut.Tagan adalah benda berbentuk kotak kecil yang biasa digunakan untuk menyimpan sirih, rokok, atau benda-benda kecil lainnya.

Bentuk Gorga Hariara Sundung di Langit

Bentuk gorga ini adalah gambaran bagaimana manusia pertama kali dicipakan oleh Sang Pencipta  sehingga manusia harus menghormati pencipnya. Gorga Hariara Sundung di Langit ini berbentuk seperti pohon hayat.

Gorga adalah salah satu seni yang begitu tinggi karena bentuknya yang indah dan maknanya khususnya bagi orang batak, sewajarnya harus kita lestarikan. Jika tidak demikian dikuatirkan seni ini akan semakin hilang dan tertelan oleh jaman karena semakin dilupakan orang. Kekayaan ini harus tetap dilestarikan agar bisa tetap abadi. Memang zaman sekarang orang Batak sudah semakin kurang memperhatikan seni gorga ini karena sudah kurang dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Walau di tanah Batak sendir[pun sudah semakin jarang orang membuat bangunan dengan menggunakan teknik ukiran gorga ini, selain tingkat kesulitannya yang begitu tinggi juga biayanya yang akan sangat mahal karena untuk membangun bangunan yang terdiri dari kayu pilihan memang biayanya sangat tinggi.

Namun seni ini tidak bisa dilupakan begitu saja, kita orang Batak perlu melestarikannya agar tidak sampai punah. Dengan kemajuan teknologi dan material zaman sekarang penggunaan teknik ukiran gorga bisa dimanfaatkan untuk membuat art atau karya seni dengan seni gorga ini.

Sekarang mulai banyak juga seni atau ornamen yang menggunakan bentuk dasar gorga batak ini, misakmua untuk ornamen souvenir di lokasi wisata di sekitar tanah Batak, para wisatawan bisa membelinya sebagai kenang-kenangan yang bentuknya beragam mulai dari kerajina patung, lukisan, kain dengan tenunan atau lukisan berbentuk gorga. Selain itu seni gorga ini masih ada juga digunakan di bangunan-bangunan hotel yang ada di danau Toba sekitarnnya. Selain itu bandara Kualanamu sebagai pintu gerbang wisata di Sumatera Utara pada beberapa titik sudut menggunakan bentuk ornamen gorga ini. Hal ini menggembirakan sekali dan diharapkan para seniman bisa semakin mengembangkan seni gorga ini dalam karya-karya mereka.

Save

SaveSeni Ukir Suku Batak Gorga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *