Sepatu dan Tas Bagus di Mal Berjamur Setelah 2 Bulan Lockdown Corona

Ferry Nababan

Malaysia telah memberlakukan sistem lockdown selama hampir dua bulan untuk mencegah penyebaran Corona COVID-19 semakin meluas. Lockdown di Malaysia juga diketahui kembali diperpanjang hingga 9 Juni 2020.

Pemberlakuan lockdown ini membuat masyarakat termasuk para pekerja dan pebisnis harus rela menutup usahanya demi memutus mata rantai penularan virus Corona. Tidak hanya dihadapkan dengan tidak adanya pemasukan karena penutupan toko, kini para pebisnis di Malaysia harus menerima kenyataan pahit.

Ditutupnya toko mereka selama hampir dua bulan ternyata membuat hampir produk mereka mengalami kerusakan. Hal ini terlihat dari unggahan seorang netizen yang membagikan kondisi barang dagangan di sebuah mal lokal yang diduga berlokasi di Sabah setelah karyawan mal kembali bekerja setelah hampir dua bulan toko tutup.

Terlihat dari unggahan itu, jamur tumbuh dan menutupi seluruh bagian barang-barang yang dijual yang kebanyakan berbahan kulit. Seperti tas, ikat pinggang, sepatu semuanya terlihat ditumbuhi jamur dan membuat sebagian barang tersebut rusak.

Bahkan satu tas yang dijual seharga 679 ringgit atau setara Rp2,3 jutaan juga terlihat disarangi jamur dan rusak. Tidak hanya itu, sebuah sofa warna cokelat yang ditempatkan di dalam toko juga berjamur parah.

Untuk diketahui, otoritas Malaysia memberlakukan lockdown maupun Movement Control Order dalam rangka menanggulangi pandemi virus Corona sejak 18 Maret 2020.

Akibat kebijakan tersebut, semua area publik ditutup, tak terkecuali dengan mal dan pusat perbelanjaan. Terkini, pemerintah setempat akan memperpanjang masa lokcdown hingga 9 Juni 2020 mendatang.

sumber: viva.co.id

Ferry Nababan
Author: Ferry Nababan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: