Tanaman Nilam Di Dairi

Minyak Nilam

Tanaman Nilam adalah tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi yaitu tanaman nilam. Nilam (Pogostemon cablin Benth) merupakan salah satu jenis tanaman penghasil minyak atsiri (Pachouli oil) yang digunakan sebagai bahan dasar pembuat parfum. Tanaman nilam ini sudah cukup lama di budidayakan oleh masyarakat di Kabupaten Dairi.

Nilam merupakan tanaman yang banyak tumbuh di hutan yang memiliki potensi nilai ekonomi yang tinggi.  Di dalam hutan, tanaman nilam dapat ditanam dengan system tanam tumpangsari dengan jenis tanaman hutan lainnya.

Petani nilam di Kabupaten Dairi menanam tanaman nilam di lahan yang berbukit. Tanah diolah mengikuti kontur tanah dan membuat lubang tanam. Pada lahan yang sudah digemburkan sambil membuat gundukan-gundukan tanah (berbentuk larikan) dengan ketinggian 15-20 cm. Diantara gundukan tanah itu dibuat parit sebagai drainasenya.

Ketinggian areal penanaman di deerah Dairi mulai dari tiga ratur meter hingga delapan ratus meter dari permukaan laut. Suhu pada malam hari berkisar dari 20°-23°C sedangkan pada siang hari berkisar antara 27°-30° C. Kegiatan penanaman biasanya dilakukan pada sore hari sekitar pukul 4 sore. Dengan kondisi iklim dan cuaca di daerah Dairi proses pengembunan pada malam hari sangat berguna dalam menjaga kelembaban pada saat penanaman bibit.

Umumnya petani di Dairi melakukan pembibitan dengan bahan stek diambil dari batang induk dengan ukuran sekitar lima belas  centimeter. Penanaman dilakukan dengan posisi stek miring 45 derajat dengan jarak tanam 0,5 x 0,5 m. Penanaman dengan posisi miring umum dilakukan petani pada areal penanaman yang berada di dataran tinggi dengan asumsi agar air embun yang terbentuk tidak tergenang pada stek yang dapat menyebabkan pembusukan.

Pemupukan dilakukan 1 kali untuk 1 kali masa panen dan hal ini juga tergantung kondisi tanah. Jenis pupuk yang digunakan biasanya pupuk organik kotoran ternak dan daun kacang-kacangan yang dibusukkan.

Kegiatan panen biasanya dilakukan pada awal musim kemarau pada saat usia nilam rata-rata sudah enam bulan. Kemudian setiap empat auat lima bulan dilakukan pemanenan berikutnya. Biasanya kegiatan panen dikerjakan pada pagi haridengan menggunakan sabit.

Yang dipanen adalah seluruh bagian atas tanaman yakni batang muda dan daun yang memiliki kadar minyak yang tinggi. Bahan tanaman ini kemudian dikeringkan selama satu hingga dua hari dengan cara melakukan penjemuran di bawah terik matahari langsung.

Bagian tanaman yang dipanen adalah seluruh bagian tanaman atas (batang muda dan daun). Bahan nilam yang disuling juga bagian batang muda dan daun, biasanya 5 pasang dari atas karena berdasarkan pengalaman mereka sendiri, bagian ini memiliki kadar minyak yang lebih tinggi dibanding bagian-bagian lainnya.

Penyulingan dilakukan dengan prinsip kerja menggunakan metode uap dan air dimana bahan tanaman nilam ditempatkan di atas saringan dan tidak berhubungan langsung dengan air tetapi berhubungan dengan uap pada alat ketel suling. Ketel suling dibuat dari drum besi dan dilengkapi dengan tutup yang dapat ditutup dan dibuka. Saringan diletakkan diantara bahan suling dan air. Sekali penyulingan dibutuhkan waktu hingga 3 jam.

Tanaman Nilam sebagai tanaman penghasil minyak atsiri  memiliki nilai ekonomi tinggi dan minyak nilam merupakan sebagai penyumbang terbesar devisa negara ketimbang minyak atsiri lainnya. Indonesia merupakan pemasok lebih dari 90% kebutuhan minyak nilam dunia dengan berbagai negara tujuan ekspor meliputi Swiss, Perancis, Amrika Serikat, Spanyol, Singapura, India, Inggris, Belanda dan Jerman.

Minyak nilam Indonesia sangat disukai oleh pasar Amerika dan Eropa karena digunakan untuk bahan baku industri pembuatan minyak wangi. Minyak nilam digunakan sebagai pengikat bau atau fixative parfum, juga sebagai bahan kosmetik, dll.

Komponen utama minyak nilam yang diperoleh dari hasil penyulingan daun nilam berupa patchoully alcohol  dengan kadar 45 – 50%, sebagai kandungan utamanya.  Bahan industri kimia penting lain meliputi patchoully camphor, cadinene, benzaldehyde, eugenol, dan cinnamic aldehyde.

Kegunaan minyak nilam sangat banyak, minyak nilam bisa untuk bahan antiseptik, antijamur, antijerawat, obat eksim, kulit pecah-pecah, ketombe, serta bisa mengurangi peradangan. Bahkan minyak nilam sering digunakan sebagai bahan aroma terapi untuk membantu mengurangi kegelisahan dan depresi atau membantu penderita insomnia (gangguan susah tidur).

Selain dimanfaatkan minyaknya, di India daun kering nilam digunakan sebagai pengharum pakaian dan permadani. Bahkan air rebusan atau jus daun nilam kabarnya dapat diminum sebagai obat batuk dan asma. Remasan akar dapat digunakan untuk mengobati obat bisul dan pening kepala.

 

Untuk meningkatkan budidaya tanaman nilam maka diperlukan pengelolaan yang memadai dengan penerapan teknologi yang tepat guna pada semua tahap budidaya seperti persiapan lahan, pemilihan bibit, penanaman, pemeliharaan tanaman, panen, pasca-panen dan penyulingan dengan peralatan serta cara yang memadai. Namun sampai sekarang hal tersebut sulit dilakukan karena samp masih menjadi kendala untuk pelaksanaan pengelolaan yang memadai adalah biaya investasi yang cukup tinggi sehingga secara perorangan, petani sulit untuk menjangkau atau merealisasikannya.

Dengan kerjasama yang solid maka dibutuhkan suatu percontohan yang nyata dan juga dapat digunakan sebagai sarana penelitian, pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat peminat usaha tanaman nilam di kawasan hutan.

 

 

16 thoughts on “Tanaman Nilam Di Dairi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll Up