Menu Close

Warga Tanah Abang PALI Keluhkan Kepulan Debu Angkutan Batubara, Ikan di Kolam pun Mendadak Mati

Debu Angkutan Batubara

Masyarakat yang berada di Jalan Purun Desa Muara Dua Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI, mengeluhkan tebalnya debu yang ditimbulkan akibat angkutan batubara milik salah satu perusahaan yang melintas seharian penuh di pinggiran perkampungan warga.

Debu yang ditimbulkan, setidaknya menggangu kesehatan pemukiman warga sekitar yang jaraknya hanya berkisar 50-100 meter dari jalur utama Angbara tersebut.

Selain itu, tanaman serta hewan ternak warga setempat seperti ikan, mati akibat debu tebal diatap-atap rumah bercampur air jika diguyur hujan, sehingga masuk ke dalam kolam ternak.

Hadi Usmanto warga Jalan Purun KM 43 Desa Muara Dua Kecamatan Tanah Abang berkata, akibat kediamannya selama 24 jam penuh dilintasi angkutan batubara ini membuat selain tanaman yang mati, dirinya juga terpaksa menutup rapat rumahnya.

“Semua ventilasi rumah kami jadi ditutup rapat, karena selain bising juga menghindari debu agar tidak masuk rumah,” ungkap Hadi, Jumat (12/7/2019).

Senada, Hendri Gunawan warga setempat lainnya menuturkan, banyaknya debu batubara yang ditimbulkan ini dirinya terpaksa setiap 3 hari sekali selalu menyirami pekarangan rumahnya.

“Debu Batubara ini tidak akan hilang jika hanya di sapu karena harus disiram dengan air,” ungkapnya.

Selain itu, kata dia, dirinya takut akan kekeringan air, lantaran satu-satunya sumur sumber air bersih yang ia miliki juga sudah tercemar debu tebal dari angbara ini.

Tak hanya air, lanjut dia, rerimbunan rumput dari kebun miliknya yang berada di belakang rumahnya, juga berubah warna menjadi kuning akibat debu tebal tersebut.Halaman selanjutnya Halaman12



Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Warga Tanah Abang PALI Keluhkan Kepulan Debu Angkutan Batubara, Ikan di Kolam pun Mendadak Mati, Penulis: Reigan Riangga
Editor: Welly Hadinata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll Up
%d bloggers like this: