Travel

Itinerary Wisata Samosir 2 Hari 1 Malam, Nikmati Panorama Danau Toba

Pulau Samosir yang terletak di Danau Toba terkenal memiliki beragam obyek wisata menarik. Mulai dari wisata alam dataran tinggi, wisata pantai, wisata budaya, hingga wisata edukasi.

Kamu bisa mencapai Kabupaten Samosir dengan beberapa cara. Dengan transportasi udara melalui Bandara Silangit, dan menyeberang ke pulau tersebut lewat beberapa jalur. Baik jalur darat maupun laut.

Berwisata ke Samosir tak memerlukan waktu yang sangat panjang. Dengan hanya dua hari saja di akhir pekan, kamu sudah bisa menikmati beberapa obyek wisata populer di sana.

“Kalau dalam dua hari sih harus ada dataran tinggi, kemudian geopark juga, kemudian wisata bahari atau pantainya ada,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir Dumosch Pandiangan ketika dihubungi Kompas.com, Senin (22/3/2021).

Jika kamu berniat liburan ke Samosir tapi tak punya waktu panjang, berikut ini itinerary liburan dua hari satu malam di sana seperti disarankan oleh Dumosch.

Seperti biasa, kamu harus tetap menjaga protokol kesehatan saat bepergian di masa pandemi. Jangan lupa untuk menjaga 3M, memakai masker, mencuci tangan atau menggunakan handsanitizer, dan menjaga jarak.

Tempat-tempat yang direkomendasikan ini telah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat sesuai dengan standard yang berlaku.

Hari Pertama

Lihat Foto Geopark Kaldera Toba di Samosir(Dok. Instagram @disparkabsamosir)

1. Geopark Kaldera Toba Sigulatti

Tempat pertama yang bisa kamu kunjungi adalah Geopark Kaldera Toba Sigulatti. Di sana terdapat Pusat Informasi Geopark Sigulatti. Jika kamu berlibur bersama anak-anak, tempat ini sangat cocok untuk dikunjungi.

Anak-anak bisa belajar mengenai sejarah terbentuknya Danau Toba serta pulau-pulau di tengahnya. Termasuk juga Pulau Samosir.

“Di sana bisa menyaksikan sejarah meletusnya Gunung Toba, dengan lengkap juga ada teater room-nya, ada display-nya, ada penjelasan dari tim ahli kita yang ada di pusat informasi itu,” jelas Dumosch.

Tempat ini memiliki ruangan audiovisual yang akan membawa wisatawan seakan-akan terbawa dan menyaksikan sendiri kejadian sejarah tersebut.

Selanjutnya, ada pula ruangan indoor videotron yang di sepanjang dindingnya memiliki videotron yang menjelaskan dengan rinci tentang Geopark Kaldera Toba, baik itu tentang sejarah terbentuknya, geosite-nya, dan juga obyek wisata di sana.

Tempat ini terletak sekitar 12 kilometer dari pusat kota Pangururan, bisa ditempuh dalam waktu 15 menit saja. Tempat ini terletak di Sigulatti, Sianjur Mula-mula. Buka setiap hari pukul 08.00 – 18.00 WIB.

2. Air Terjun Efrata

Air terjun ini terletak sekitar 15 kilometer dari Pangururan. Tepatnya di Desa Sosor Dolok, Kecamatan Harian. Jaraknya hanya sekitar 16 kilometer atau bisa ditempuh dalam waktu 35 menit saja dari Geopark Kaldera Toba.

Air terjun ini diapit perbukitan yang indah. Setelah sampai, kamu perlu berjalan kaki sekitar 100 meter. Walaupun begitu, kamu bisa menikmati pemandangan hamparan sawah yang luas dan hijau di sepanjang perjalanan.

Kamu bisa bersantai di sini, sekaligus juga bermain air di air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 20 meter ini. Air Terjun Efrata juga dikenal sebagai Sampuran Efrata, artinya “taman terindah dan suci”. Batuan di bawah air terjun sering dimanfaatkan wisatawan untuk berfoto.

Momen peresmian Pokdarwisa Desa Wisata Bagot di Desa Parlondut, Parurungan, Samosir(Dok. Visit Samosir)

3. Desa Wisata Bagot

Setelah puas bermain air, kamu bisa datang ke Desa Wisata Bagot yang ada di Desa Parlondut. Desa wisata ini terletak tak jauh dari Pangururan, bisa ditempuh dalam waktu sekitar 42 menit dengan jarak sekitar 20 kilometer dari Air Terjun Efrata.

Kamu bisa mengisi perut dengan berwisata kuliner di sini. Desa ini memang menawarkan berbagai sajian khas Samosir dengan bahan dasar nira. Salah satu yang paling unik adalah sajian bagot atau tuak khas nira B

Ada pula sajian khas Samosir lain seperti ayam napinadar yang merupakan ayam panggang samosir yang khas dengan penggunaan rempah andaliman. Harganya terjangkau, untuk bagot hanya sekitar Rp 5.000 saja per gelas.

Desa wisata ini juga menyediakan fasilitas homestay untuk wisatawan menginap. Rata-rata tarif per kamarnya adalah Rp 100.000 – Rp 150.000. Kamu bisa menginap di homestay tersebut.

Hari Kedua

1. Pantai Batu Hoda

Samosir memiliki beberapa pantai tepi danau yang bisa kamu kunjungi. Salah satunya adalah Pantai Batu Hoda. Pantai yang terletak di titik paling utara Pulau Samosir ini menawarkan wisata pantai yang ramah anak.

Di sana, kamu bisa membawa anak-anak bermain air dan pasir di pinggir pantai. Sekaligus juga bermain wahana permainan air yang seru. Jika ingin bersantai, di sana juga tersedia gazebo atau kamu juga bisa menggelar tikar untuk berpiknik.

Di sana juga terdapat beberapa spot foto Instagramable yang menarik. Pantai Batu Hoda terletak di Desa Cinta Dame, Simanindo, Kabupaten Samosir. Pantai ini terletak sekitar 18 kilometer dari Desa Wisata Bagot dan bisa bisa ditempuh dalam waktu sekitar 25 menit.

Danau Aek Natonang di Samosir(Dok. Instagram @disparkabsamosir)

2. Danau Aek Natonang

“Ada yang sedang kita kelola sekarang namanya Danau Aek Natonang. Ini danau di atas danau. Dia dekat dari Tomok aksesibilitasnya. Biasanya orang menyeberang dari Prapat ke Tomok, dari Tomok ke obyek itu enggak terlalu makan waktu lama lah,” tutur Dumosch.

Danau Aek Natonang disebut sebagai danau di atas danau karena terletak di Pulau Samosir yang terletak “di atas” Danau Toba.

Danau ini terletak di ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut dan memiliki air yang relatif tenang. Di sekitarnya juga terdapat padang rumput serta tanaman bunga-bunga yang cantik.

Danau ini terletak sekitar 38 kilometer dari Pantai Batu Hoda, bisa ditempuh dalam waktu sekitar satu jam.

Pasar Suvenir Tomok, di Samosir sebagai pusat oleh-oleh khas Samosir(TOBA Art)

3. Pasar Tomok

Kawasan yang sering dijadikan kawasan wisata belanja di Samosir adalah kawasan Tomok. Di sana terdapat Pasar Suvenir Tomok yang terkenal dengan jejeran tempat yang menjual aneka suvenir khas Batak Toba yang cocok dijadikan oleh-oleh.

Pasar ini terletak sekitar 15 kilometer dari Danau Aek Natonang, bisa ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit saja. Pasar ini buka setiap hari pukul 08.00 – 18.00 WIB.

Toko-toko di sana memiliki arsitektur khas Batak Toba dan menawarkan beragam suvenir. Seperti kain tenun tradisional khas Batak, hiasan dinding, tas, kalung, gelang, ukiran kayu, miniatur rumah adat, dan masih banyak lagi.

Beberapa suvenir juga dihiasi motif gorga dengan warna dominan merah, putih dan hitam. Suvenir berhiaskan gorga (lukisan Batak) sering diincar wisatawan.

Harganya relatif terjangkau mulai dari Rp 5.000 untuk suvenir kecil, hingga Rp 50.000 untuk tas atau barang-barang lainnya. Kamu juga masih bisa menawar harga yang ditetapkan penjual.

Salah satu destinasi budaya di Samosir yaitu Kampung Huta Siallagan yang terletak di Desa Ambarita, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Rabu (31/7/2019).(Dok. Biro Komunikasi Publik Kemenparekraf)

4. Batu Kursi Raja Siallagan

Tempat ini sudah banyak dikenal wisatawan. Jaraknya tak jauh dari Pasar Tomok, hanya sekitar enam kilometer saja dan bisa ditempuh dalam waktu 12 menit.

Situs Batu Kursi Raja Siallagan terletak di desa tradisional Siallagan dan masih mempertahankan keasliannya.

Kamu akan menemukan kompleks batu yang menyerupai tempat persidangan dan eksekusi tahanan perang dengan dinding-dinding batu kuno yang mengelilingi desa.

Perkampungan ini memiliki meja dan kursi batu, tempat persidangan dan eksekusi, patung batu, sarkofagus, dan perumahan tradisional yang menakjubkan.

Sumber: Kompas.com 

Author: greengorga

Leave a Reply